Tidak masalah jika kau bermain dibelakangku, aku hanya berharap permainanmu tak kuketahui.. Agar aku bisa terus mencintaimu dan terus bersamamu, maka semua akan baik-baik saja.
-----------------------------------------------------------------
Yoona dan Sehun melangkah dengan bergandengan tangan, saling bertaut dengan senyum yang merekah. Digendongan Sehun tentu ada Minho yang sedang tampak memainkan jarinya, beberapa pegawai atau staf maupun karyawan terlihat melambai sambil menatap gemas kearah Minho.
"Ah sungguh Minho sangat menggemaskan."
"Aku ingin punya anak seperti Minho."
"Lihat tidakkah ia sungguh menggemaskan? Kyaa~."
Seperti itulah beberapa tanggapan mereka mengenai putra sulungnya. Minho hanya tertawa melihat mereka semua dengan menampilkan dua gigi kelincinya yang demi apa sungguh sangat menggemaskan.
Yoona bahkan terkekeh geli, sambil membungkuk rendah pada orang-orang yang menatap kearah mereka. Sementara Sehun masih tengah asyik berjalan dengan pandangan lurus kedepan, seperti tak memperdulikan mereka- mereka yang menatap kearahnya.
Dari sana Soojung datang dengan senyum yang terbilang dipaksakan, ia membungkuk hormat pada Yoona dan tersenyum kearah Sehun. Yoona balas membungkuk dan menyapa wanita itu dengan lembut.
"Annyeong Soojung-aa," sapa Yoona ramah. Soojung sedikit tersenyum kecut hingga memilih menghampiri Yoona dan memeluknya dengan erat.
"Aku merindukanmu unnie," balas Soojung sedikit ramah. Yah Yoona sengaja menyuruh Soojung untuk tidak terlalu formal kepadanya, terlebih meminta agar Soojung memanggilnya unnie agar bisa lebih dekat dengannya. Soojung mengiyakan saja apa kemauan Yoona untuk membuat wanita itu nyaman kepadanya. Dan itu tidak masalah, lagipula Sehun tak menanggapi hal seperti itu. Jadi yah baik-baik saja.
Soojung tampak berbincang-bincang kepada Yoona sementara Sehun tak peduli seolah tak terjadi apa-apa diantara mereka berdua dengan Soojung.
Hingga tiba dimana kantor milik Sehun telah sampai dan ketiganya memasuki kantor Sehun tanpa ada Soojung. Soojung yang sekilas menatap kemereka seketika menatap tajam dengan tangan yang menggumpal manakala sebelum pintu tertutup ia melihat dengan jelas bagaimana Sehun tersenyum dengan lembut pada Yoona dan bukan untuknya.
"Sepertinya aku harus lebih ekstrim lagi agar Sehun tunduk padaku." ucapnya dengan penekanan.
.
"Sini biar Minho aku gendong, mungkin dia haus." Sehun memberikan Minho pada gendongan Yoona dan mendudukkan dirinya disamping Yoona.
Yoona melepas kancing bajunya dibagian atas dan membiarkan payudaranya menyembul keluar, ia tengah menyusui Minho yang sepertinya kehausan. Sementara Sehun malah menjadi penonton setia tanpa memindahkan arah tatapan matanya.
"Jika Minho selesai, aku lagi yah sayang." pinta Sehun yang sedikit genit itu. Ia memainkan perut Yoona dengan mengusapnya dengan lembut.
"Ckck, tidak boleh.. Kau suka memainkan punyaku dengan menggigitnya secara kasar Sehun-aa." geleng Yoona, sementara Sehun mempoutkan bibirnya dengan memelas. Bahkan ia sengaja memberikan wink pada Yoona tapi sama sekali tak berpengaruh pada wanitanya.
"Curang, kenapa hanya Minho yang kau berikan ASI? Aku juga perlu ASI untuk menambah vitamin dan daya tahan tubuh. Akhir-akhir ini aku sering lelah, makanya aku harus mendapatkan vitamin yang ampuh." ucap Sehun dengan menghentakkan kakinya.
"Aigoo, menggelikan.. Berhenti seperti itu Sehun-aa, aku geli melihatnya."
"Terserah yang penting Oh Sehun tampan, suami Yoona."
KAMU SEDANG MEMBACA
ᴀꜰꜰᴀɪʀ || ʏᴏᴏɴʜᴜɴ ꜱᴛᴏʀʏ ✓
Fanfiction"𝓚𝓮𝓽𝓲𝓴𝓪 𝓱𝓪𝓽𝓲 𝔀𝓪𝓷𝓲𝓽𝓪 𝓽𝓮𝓻𝓼𝓪𝓴𝓲𝓽𝓲.. 𝓣𝓪𝓴 𝓫𝓪𝓷𝔂𝓪𝓴 𝔂𝓪𝓷𝓰 𝓭𝓪𝓹𝓪𝓽 𝓲𝓪 𝓵𝓪𝓴𝓾𝓴𝓪𝓷.. 𝓨𝓪𝓷𝓰 𝓲𝓪 𝓽𝓪𝓱𝓾 𝓱𝓪𝓷𝔂𝓪𝓵𝓪𝓱 𝓼𝓮𝓽𝓮𝓽𝓮𝓼 𝓪𝓲𝓻 𝓶𝓪𝓽𝓪 𝓶𝓮𝓶𝓫𝓪𝓼𝓪𝓱𝓲 𝓹𝓲𝓹𝓲𝓷𝔂𝓪.. 𝓨𝓪𝓷𝓰 𝓲𝓪 𝓽𝓪𝓱𝓾...
