lanjut😅

44 0 0
                                        

"Sahabat merupakan seseorang yang selalu menjaga perasaan sahabatnya sendiri"

***
Jam 2 sore kak rendra datang kerumah, aku sudah siap di depan rumah, aku hanya mangirim pesan sama kak reza kalau aju mau keluar sebentar, mamah dan papah aku tidak ada di rumah mereka lagi keluar kota

Ping..pung..ping.

Bunyi klakson mobil kak rendra menyadarkan ku dari lamunan ,aku masi memikirkan kak choki

" dek naik" kata rendra

Aku melangkah dan naik kemobil kak rendra" kak kita mau kemana "tanya ku

" terserah kamu aja dek"

" kalau gitu kita ke taman aja kak" kata ku

" kita makan dulu baru ke taman yaa kaka laper...." rengek rendra seperti anak kecil

" hmmmm iya kak" kata ku dengan muka murung

"Kenapa dek, tidak seneng aku ajak jalan-jalan dari tadi kaka perhatiin muka kamu murung terus" kata rendra

" masa sih kak, aku tidak murung kok"

" akhirnya sampai juga ayoo kita makan dulu " kata rendra

Aku dan kak rendra masuk ke rumah makan, saat makan aku tidak bicara sedikitpun setelah selesai makan aku dan kak rendra pergi ketaman, sesampai di taman aku sama kak rendra duduk di bangku yang ada di taman tersebut " kak aku mau minta maaf" kata ku memandang kak rendra

" maaf untuk apa" tanya rendra mengerutkan keningnya

" tangan kaka gimana " kata ku mengalihkan pertanyaan kak rendra

"Sudah sembuh" rendra memperlihatkan tangannya " dek maaf untuk apa tadi" tanya rendra lagi

" kenapa tangan kaka bisa luka gitu" tanya ku langi aku tidak mau menjawab pertanyaan kak rendra

" dek kamu kenapa dari tadi tanya terus sekarang kaka tanya kenapa kamu minta maaf" kata rendra menatap aliya

Handfon aliya berbunyi, aku melihat dilayar kak choki menelfon " kak aku jawab telfon dulu" kata ku ke kak rendra

Rendra mengangguk mempersilahkan

" halo kak, kenapa tidak balas pesan aku tadi , apa kaka marah" kata ku ke kak choki dalam saluran telfon

"Maaf  al tadi aku lagi bantu abang aku, al apa kamu tidak salah kirim pesan tadi di pesan kamu, kamu panggil aku sayang "

" hmmm iya " kata ku dengan wajah merah karena malu

"Beneran ni...al aku mau dengar kamu panggil aku sekarang sayang" kata choki bahagia

"Tapi kak, aku...." aku melihat kak rendra aduh gimana ni nanti kak rendra marah lagi

"Halo al kamu masi di situ kan halo..halo ." kata choki tidak mendengar suara aliaya

Sahabat Terbaik Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang