"Sahabat ....aku tidak bisa hidup tampa seorang sahabat yang selalu mendukung kita, sahabat merupakan keluarga kedua "
***
Setelah sholat mangrib aku pergi ke rumah ica di anterin kak reza pastinya hehe he, sekarang aku sudah sampai di depan pintu rumah ica
Tok..tok.tok
" assalamualaikum"aku mengetuk pintu rumah ica dan mengucapkan salam, kenapa tidak ada yang buka pintu apa jangan jangan ica kenap kenapa lagi aku cepat bergegas membuka pintu dengan tergesa gesa aku masuk dan berlari masuk ke kamar ica " ica kamu tidak apa apa...." belum sempat menyelesaikan ucapan ku terhenti melihat ica sedang makan dan di suapi kak rendra
" eee aliya masuk, kenapa kamu pulang tadi aku bosan tau dirumah sendiri " kata ica dengan suara serak
aku mulai mendekati ica yang sedang makan " maaf yaa ica tadi aku ketiduran"
" al mata kamu kenapa bengkak gitu" kata ica melihat mata aliya yang bengkak tidak mungkin hanya karna tidur bisa bengkak gitu
" haaa masa sih ica mungkin ini karena aku tadi tidur dan baru bangun jam segini" elakku agar tidak ketahuan kalau tadi aku nangis
" jangan bohong al masa karna tidur bisa bengkak gitu kamu habis nangis yaa" kata ica curiga
Rendra hanya fokus menyuapi ica sambil mendengar percakapan dua bidadari itu
Aku hanya nyengir tidak jelas " hehehehe, ica, muka kamu makin pucat" kata ku sambil menatap waja ica yang pucat
" masa si..al" sambil memegangi wajahnya " kak muka aku pucet yaa" tanya ku ke kak rendra
" iya dek, kita ke rumah sakit yaa nanti demam kamu tamba parah " kata rendra
" iya ica ke rumah sakit aja" kata ku
Pada akhirnya ica mengangguk mengisyaratkan 'iya' aku memopan tubuh ica keluar rumah sedangkan kak rendra mengeluarkan mobilnya dari garasi, dalam perjalanan menuju rumah sakit hanya ada keheningan di dalam mobil sesekali aku melirik kak rendra melalui kaca spion mobil
" kenapa??" kata rendra yang merasa dari tadi di lirik oleh mata cantik aliya
" hmmmm apa..kak" kata ku panik
" malah balik nanya kenapa dari tadi lirik kaka" kata rendra yang fokus dedapan
" masa sih..perasaan kaka aja dari tadi aku nga lirik kaka" kata mengelak
" kalau sayang bilang aja dek tidak usah sok menjauh" kata rendra dengan senyum di bibirnya
Aku hanya diam tidak menanggapi perkataan kak rendra, aku menoleh ke ica wajahnya di penuhi oleh keringat sementara tangannya sangat dingin
" ica kamu nga papakan " kata ku ke ica yang memejamkan matanya dari tadi
" ica " aku mulai panik kenapa ica tidak merespon aku menoleh ke arah kak rendra " kak, ica pingsan " kata ku cemas
Rendra ngerem mendadak berbalik ke belakang melihat adiknya dengan wajah panik dan penuh kecemasan " ica...ica..ica" panggil rendra sambil menepuk pipi adiknya dengan lembut
" kak jalan cepetan kasian ica" kata ku cemas
Rendra segera menginjak gas mejalangkan mobil dengan kecepatan penuh
***
Sekarang ica berada di ruangan UGD berbaring diranjang dan di tangannya terdapat jarum himfus yang terpasang
Sekarang sudah pukul 5 pagi aku menemani ica di rumah sakit aku segera menelfon kak reza" halo kak, aku tidak kesekolah hari ini karena ica masuk rumah sakit kasian ica sendiri jadi aku mau jagaain boleh kan kak" kata ku lewat telfon
KAMU SEDANG MEMBACA
Sahabat Terbaik
HumorKehidupan aliya yang penuh kebahagiyaan selalu mendapatkan kasih sayang dari kedua orang tuanya, merasa hampa...aliya sering berandai-andai seandainya aku punya kaka hmmmm, di suatau hari kedua orang tua aliya memberikan kejutan ke anak semata wayan...
