lanjut ☺

36 1 0
                                        

" Sahabat hmmmm kata sahabat begitu sederhana namun memiliki arti yang sangat sangat penting "

Hahahah autdor lagi bingung mau tulis apa membingunggkan   lanjut cerita aja kalau gitu

***
Sekarang aku sudah berada di ruangan pak dosen jutek yang bikin geram ini...seandainya kalau membunuh orang tidak berdosa aku bunuh juga ni orang

" HEI AKU AJAK KAMU DI SINI BUKAN UNTUK BENGONG " kata pak dosen

Astaga ini orang pake teriak lagi " hmmm maaf pak " kata ku dengan masi sopan

" pak...sebenarnya bapak ada urusan apa panggil saya" kata ku dengan masi sangat sopan

" hmmm gini apa kamu anak dari om Rahmat " kata pak dosen jutek

Kok pak dosen tau kalau aku anak pak Rahmat " bbb eetul  pak, emangnya ada apa pak" kata ku dengan ragu ragu

pak dosen kenapa lagi ni sampai lihat aku sampai segitunya

"Oooo gitu" kata pak dosen sambil angguk angguk " kamu bisa pulang " kata pak dosen lagi

Aliya hanya mengerutkan kening mendengar pak dosen jutek, yaa ampun ni dosen cuma mau bilang itu aja kiraain mau bilang yang serius

Aku melangkah keluar dari ruangan pak dosen yang nyebelin ini dan lagi lagi pak dosen panggil aku, apa lagi coba

" Aliya..." kata pak dosen dengan nada teriak

Aku menoleh ke pak dosen dan ke sabaran ku sudah habis menghadapi ini orang " APA LAGI PAK , EMANGNYA HANYA BAPAK YANG BISA TERIAK TERIAK SAYA JUGA BISA, SAYA PERGI BAYY" teriakku ke pak dosen yang menyebalkan

Aliya meninggal kan ruangan pak dosen dengan emosi sampai ngos ngosan lagi

Pak dosen yang melihat aliya teriak merasa terkejut dan senyum senyum sendiri, ada apa dengan pak dosen

"Kita akan ketemu nanti malam aliya " guman pak dosen dalam hati

Aliya melangkah keluar kampus tiba tiba aliya mendengar namanya di panggil ia pun menoleh dari sumber suara dan ternyata marcel, aku tidak menghiraukan panggilannya siapa suruh tadi tinggalin aku mending pulang

Dan sekarang aku sudah di rumah, hari ini hari yang sangat melelahkan, aku merebahkan tubuh ku ke sofa sambil menghembuskan nafas kasar

" sudah pulang sayang" kata mamah

" iya mah.." kata aliya sambil memejamkan  mata

Mamah aliya menghampiri anaknya " kelihatannya anak mamah kecapean banget" kata mamah aliya sambil mengelus kepala putrinya

Aliya bangkit dari sofa duduk di smping mamah nya" mamah aliya tadi ketemu sama orang nyebelin banget mah nyebelin nya tingkat akut " kata ku dengan nada kesal

Mamah aliya hanya senyum mendengar anaknya " sayang nanti malam temen papah ngajak kita makan malam, jadi sekarang pergi mandi dan siap siap  nga boleh nolak" kata mamah lalu pergi ke kamar

" tapi mah.." kata ku pelan

Kenapa hari ini semua orang nyebelin semua guman ku, aku melangkah kan kaki ku dengan malas ke kamar

***
Sekarang pukul 8 malam
" aliya sayang cepat turun kita akan berangkat sekarang" panggil papah

" iya pah tunggu" kata ku kemudian menurungi anak tangga

" kenapa lama sekali sayang"kata mamah

" mamah ku sayang ini baru jam 8 , kenapa harus buruh buruh sih mah" kata ku

" nga enak sayang sama temen papah masa kita yang di undang kita yang telat datang keacara " kata mamah

" hmm terserah mamah aja deh kalau gitu, mah papah mana?" tanya ku ke mamah

" sudah ada di mobil sayang , cepetan kita berangkat sekarang" kata mamah

" iya iya iya" kata ku sambil berjalan keluar rumah

Sekarang aku sudah sampai kerumah temen papah "pah ini rumah temen papah" tanya ku

" iya aliya ini rumah temen papah" kata papah

" hmm pah temen papah yang mana sih" tanya ku kepo

" rumah syarif" kata papah

Apa rumah om syarif berarti rumah pak dosen jutek juga dong, aduu gimana ni malas ketemu sama dosen yang juteknya stadium akhir

Pintu rumah pun terbuka terlihat pasangan suami istri yang menyambut kami dengan senyum yang bersahabat

" selamat malam pak rahmat, ibu miranda, nak aliya" kata om syarif

" malam pak syarif" kata papah, aku sama mamah hanya tersenyum

" silahkan masuk" kata istri om syarif

Kami masuk ke dalam rumah yang super wow mewah banget, kami langsung ke ruang makan, aku bisa bernafas legah karena tidak melihat pak dosen jutek, kami pun di persilahkan duduk, om syarif dan istrinya rama banget kenapa anaknya bisa jutek gitu hmmm bodo aa

Sebelum makan papah dan om syarif berbincang bincang mengenai bisnis yang mereka kerjakan dan mamah dan tante nindi lagi seruh banget bahas oppa oppa hmmm bukannya bahas cara mendidik anak dengan baik lah...ini ngomongin artis korea ini nih yang di bilang ibu ibu jaman now

Kalau gini mending di rumah aku ikut lah...di kacangin, para pelayan menyiapkan berbagai macam hidangan yang bikin ngiler coy.....dan saat yang di tunggu tunggu om syarif mempersilahkan kami makan

Aku mulai ambil anccang ancang mengambil makanan dan kegiatan ku terhenti mendengar om syarif

" mah...pangil bian turun " kata om syarif ke istrinya

" oooo iya pah..mamah hampir lupa" kata tante nindi
Menaiki anak tangga

***

Sekian dulu para readers jangan bosan baca karya ku

Maaf kalau part ini pendek banget, autdor lagi sibuk hehehe tunggu yaaa part berikutnya, selamat membaca

Assalamualaikum

Sahabat Terbaik Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang