lanjut😅

51 0 1
                                        

"Sahabat sahabat sahabat apa arti sahabat untuk kalian ????"

***
Setelah dari jalan pagi sama kak reza aku bersih-bersih setelah itu aku minta ijin sama kak reza untuk jenguk ica yang lagi sakit
" kak aku mau jenguk ica dulu" pamit ku ke kak reza dan pergi si rumah ica

Kak reza hanya mengangguk dan fokus pada leptopnya

Aku sekarang ada di depan pintu rumah ica " assalamualaikum" kenapa tidak ada jawab salam aku, aku ketuk juga nga ada yang bukaain pintu, bismilah aku buka saja pintunya, aku membuka pintu rumah ica sambil mengucapkan salam " assalamualai...." belum sempat aku menyampaikan salam ku, aku melihat kak rendra sama sherin ada di sofa lagi....aku nga mau bahas itu
" maaf kak, aku mau jenguk ica permisi"kata ku yang masih shok melihat kak rendra sama sherin lagi itu aaaa tidak...aku tidak mau mikirin, aku berjalan dan masuk di kamar ica

Aku menghampiri ica yang terbaring di kasur" ica kamu nga papakan " tanya ku ke ica

" ini al aku lagi demam, al aku mau minta tolong ,kamu bisa nga nginep lagi disini temenin aku, kak rendra tidak mau merawat aku " kata ica minta tolong ke aliya

" iya ica aku temenin, tapi aku minta ijin dulu sama kak reza, ica kamu sudah makan" tanya ku

Ica hanya menggeleng, "tunggu aku bikinin bubur dulu, ooo iya ica kamu tau nga siapa perempuan di luar sama kak rendra " kata ku ke ica

" ooo itu kata kak rendra sih pacarnya, aku males banget sama kak rendra ini pertama kalinya bawa perempuan ke rumah nginep lagi kalau bunda sama ayah ku tau kak rendra pasti di marahi" jelas ica panjang lebar

" hmmm iya udah kalau gitu aku ke dapur dulu bikinin kamu bubur terus minum obat" kata ku ke ica lalu keluar kamar menuju ke dapur membuatkan ica bubur

"Astafirullah" kaget ku kak rendra tiba-tiba ada di belakang aku

" kenapa " tanya rendra dengan tatapan sinis

" nga kak, aku mau kedapur bikinin ica bubur" kata ku lalu berjalan ke dapur

" gi mana pacar aku cantik kan" kata rendra

Langkahku terhenti" cantik kak" kata ku

" kamu seneng kan sekarang melihat aku begini hidup ku tidak jelas gini dan merusak diri aku sendiri ini kan yang kamu mau" kata rendra dengan nada kasar

Aku hanya diam dam tidak menjawab kak rendra aku bergegas ke dapur membuatkan bubur untuk ica, setelah selesai buat bubur aku membawakan bubur untuk ica dan mengambil obat penurun panas untuk ica

" ica bangun ini aku sudah buatkan bubur enak lo..." kata ku membangunkan ica

" hmmm makasih al sudah repotin kamu"kata ica yang bangun dari tidurnya dan duduk untuk makan

" pelan-pelan makannya masih panas" kata ku ke ica mengingatkan

"Ok al sekali lagi makasih yaa" kata ica

" iya ica sama-sama sudah semestinya aku membantu kamu, kita kan sahabat " kata ku dengan semangat

Ica memakan bubur dengan lahap lalu meminum obat penurun panas dan tertidur pulas, aku melihat ica sudah tidur aku keluar dari kamar ica, saat keluar kamar ica aku di kagetkan kak rendra yang tiba-tiba ada di belakan aku
" astafirullah " kata ku sambil mengelus dada

" kenapa istifar gitu apa aku menakutkan" kata rendra

" nga kok kak, aku hanya kaget aja, permisi kak aku mau pulang ica juga sudah tidur" kata ku

" pulang aja siap yang larang" kata rendra sinis

" tapi kaka halangin jalan aku" kata ku

" hmmm maaf, aku mau tanya sama kamu kenapa saat bicara sama aku kamu tidak menatap mata aku" tanya rendra

" masa sih kak" aku mengangkat kepalaku dan menatap mata kak rendra " ini aku lagi menatap mata kaka sudah kan permisi kak aku mau pulang, jangan hiraukan aku lagi urus saja pacar kaka"kata ku dengan nada tinggi dan berlari keluar rumah

Rendra hanya diam ingin rasanya rendra menghalangi aliya pulang namun rendra mengurungkan niatnya itu, rendra masuk ke kamarnya merasa frustasi memikirkan apa yang lakukan hari ini apa lagi di lihat sama aliya bukannya aku senang dan bahagia kenapa jadi stres sendiri , aliaya kapan hati kamu bisa terbuka untuk kaka

Aliya yang sudah sampai di rumah meliahta kak reza lagi duduk di sofa, aku melangkah mendekati kak reza " kak pengen curhat" kata ku manja ke kak reza

" curhat apa" kata reza

" hmmmm nga jadi" kata ku lagi

Reza mengerutkan keningnya melihat aliaya jadi plin plan" punya masalah yaa dek" tanya reza ke aliya

" hehehe nga kok kak, kak aku mau minta ijin nginep di rumah ica boleh kan kak" kata ku

" nga boleh" kata reza

" kenapa tidak boleh kak, kasian ica kak lagi sakit tidak ada yang temenin" jelasku

" hehe boleh dek, kaka cuma becanda " kata reza cengengesan

"Aku sayang kaka" kata ku memeluk kak reza

" kaka juga sayang sama kamu dek, kamu kenapa meluk kaka tiba-tiba gini kangen yaa sama kaka yang tampan ini" kata reza memuji diri sendiri

Reza bingung kenapa adiknya tidak ketawa kalau aku memuji diri sendiri gini " dek kamu kenap" tanya reza

Aliya hanya diam tidak menjawab kak reza, aku juga tidak mengerti kenapa aku cengeng gini nangis tampa sebab yang pasti

" dek kamu nangis " tanya reza lagi

Aku tidak jawab kak reza tangisan ku semakin pecah" hi hi hi hi hi hi hi hi hi" isak ku

" naah loo kenapa tamba nangis cup cup cup adek kaka lagi punya masalah apa bisa nangis gini" kata reza sambil menepuk lembut punggung adiknya

Aku hanya nangis sambul memeluk kak reza tampa bicara apa pun, tampa sadar aku mulai memejamkan mata ku dan tertidur

" dek kenapa tidak jawab kaka" tanya reza lagi, reza yang merasa tangan aliya tidak melingkar lagi di perutnya, reza melepas pelukannya dengan pelan , reza hanya senyum melihat adiknya ternyata tertidur " dek dek kamu lucu banget sih masa nangis bisa ketiduran gini " kata reza, reza mengangkat adiknya ke kamar dan membaringkan di tempat tidur

###

Sekian dulu ya gais tunggu aja lanjutannya yang semangat bacanya hehehe

Assalmualikum

Sahabat Terbaik Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang