Perempuan Kebaya Merah

60 3 0
                                        


Tahun 2007, di sebuah kawasan pabrik di Jawa Barat. pukul 01.00 dini hari.

Aku dan dua rekan kerjaku mengobrol didepan pabrik ketika hendak pulang bersama. Kami mengobrol tentunya menggunakan bahasa daerah kami, bahasa sunda. Namun di dalam cerita ini akan tetap menggunakan bahasa Indonesia.

Teman ku Dani tidak membawa kendaraan, sehingga ia akan menebeng motor Aji, temanku yang satunya.

"Kalo aku pulang mengantar si Danu, masa ku pulang sendirian ? Gelap banget daerah situ. Kamu ikut anter yu Bas, biar ada temen. " Ajak Aji kepadaku

Tadinya aku ingin langsung pulang, karena sudah lelah bekerja sampai selarut ini. Tapi kasian juga di Aji harus sendirian.

"Okelah, berangkat." Jawab ku
Aji pun tersenyum sambil menyalakan motornya.

Setelah perjalanan kurang lebih 15 menit ditempuh, akhirnya kami sampai didepan perumahan tempat tinggal Danu. Tapi ternyata perumahan tersebut masi belum jadi. Hanya ada gapura penanda perumahan tersebut. Selebihnya hanya ada batu-batu yang besar yang belum dilindas oleh kendaraan besar, sehingga motor kami berdua sangat sulit untuk melewati jalan tersebut.

"Jalan nya begini amat nu, bisa-bisa gembes ni ban motor" Celetuk aji

"Ahh gakan asal pelan-pelan aja aman." Jawab danu.

Kami pun melanjutkan perjalanan dari depan perumahan hingga hampir ke bagian blok paling belakang perumahan tersebut.
Kami berjalan dengan sangat pelan dan hati-hati , takutnya ban motor bocor atau bisa saja kami tergelincir, karena penerangan pun sangat sedikit, hanya mengandalkan dari lampu motor saja.

"Masi jauh gak? " Ucapku

"Itu disono gang nya udah deket ko. " Danu menunjuk gang rumahnya , aku pun melihat gang yang ditunjuk Danu memang sebebtar lagi.

"Eh bas,.. " Tambah danu

"Apa? " Ucapku

"Mending kita makan mie rebus dulu, disono ada tenda warmindo, dibayarin dehhh.. "

Akupun melihat kearah tenda tempat ngopi.. Aku si ingin nya cepat pulang.. Tapi gaenak juga kalo nolak langsung.

"Gimana aji deh" Ucapku

"Boleh lah , itung-itung nenghangatkan diri. " Jawab aji.

Berangkat lah kita ke tenda tersebut.

"Permisi pak, mau pesan indomie rebus nya 3 pakai telur , sama kopi nya juga 3." Ucap danu kepada penjualnya

"Eh engga pak yg satunya teh manis anget aja" Serobotku

"Oke siap, duduk dulu mas.. " Ucap bapa penjualnya

"Gapernah ngopi bas? " Tanya aji.

"Jarang banget si kalo ngopi" Jawabku.

Sambil menunggu pesanan indomie kami mengobrol dengan penjualnya, kami tanya-tanya tentang perumahan baru tersebut, ya sekedar basa basi saja supaya menghidupkan suasana yg sepi.

Ketika asik mengobrol, datang lah sekitar 4-5 orang pegawai proyek yang bekerja diperumahan tersebut, kami pun bergeser mempersilahkan mereka ikut duduk..

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Sep 19, 2023 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

URBAN LEGENDTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang