short story!!
pikir2 lagi sebelum anda membaca cerita ini.
urban legend bisa menghantui pikiran dan jiwa anda..
saran jangan melihat kebelakang atau kebawah kasurmu..
siapa tau dia sedang menunggu MU disana!!
Tahun 2007, di sebuah kawasan pabrik di Jawa Barat. pukul 01.00 dini hari.
Aku dan dua rekan kerjaku mengobrol didepan pabrik ketika hendak pulang bersama. Kami mengobrol tentunya menggunakan bahasa daerah kami, bahasa sunda. Namun di dalam cerita ini akan tetap menggunakan bahasa Indonesia.
Teman ku Dani tidak membawa kendaraan, sehingga ia akan menebeng motor Aji, temanku yang satunya.
"Kalo aku pulang mengantar si Danu, masa ku pulang sendirian ? Gelap banget daerah situ. Kamu ikut anter yu Bas, biar ada temen. " Ajak Aji kepadaku
Tadinya aku ingin langsung pulang, karena sudah lelah bekerja sampai selarut ini. Tapi kasian juga di Aji harus sendirian.
"Okelah, berangkat." Jawab ku Aji pun tersenyum sambil menyalakan motornya.
Setelah perjalanan kurang lebih 15 menit ditempuh, akhirnya kami sampai didepan perumahan tempat tinggal Danu. Tapi ternyata perumahan tersebut masi belum jadi. Hanya ada gapura penanda perumahan tersebut. Selebihnya hanya ada batu-batu yang besar yang belum dilindas oleh kendaraan besar, sehingga motor kami berdua sangat sulit untuk melewati jalan tersebut.
"Jalan nya begini amat nu, bisa-bisa gembes ni ban motor" Celetuk aji
"Ahh gakan asal pelan-pelan aja aman." Jawab danu.
Kami pun melanjutkan perjalanan dari depan perumahan hingga hampir ke bagian blok paling belakang perumahan tersebut. Kami berjalan dengan sangat pelan dan hati-hati , takutnya ban motor bocor atau bisa saja kami tergelincir, karena penerangan pun sangat sedikit, hanya mengandalkan dari lampu motor saja.
"Masi jauh gak? " Ucapku
"Itu disono gang nya udah deket ko. " Danu menunjuk gang rumahnya , aku pun melihat gang yang ditunjuk Danu memang sebebtar lagi.
"Eh bas,.. " Tambah danu
"Apa? " Ucapku
"Mending kita makan mie rebus dulu, disono ada tenda warmindo, dibayarin dehhh.. "
Akupun melihat kearah tenda tempat ngopi.. Aku si ingin nya cepat pulang.. Tapi gaenak juga kalo nolak langsung.
Sambil menunggu pesanan indomie kami mengobrol dengan penjualnya, kami tanya-tanya tentang perumahan baru tersebut, ya sekedar basa basi saja supaya menghidupkan suasana yg sepi.
Ketika asik mengobrol, datang lah sekitar 4-5 orang pegawai proyek yang bekerja diperumahan tersebut, kami pun bergeser mempersilahkan mereka ikut duduk..
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.