Aku dan Nancy berjalan beriringan menuju perpustakaan kerajaan. Sebelumnya, kami harus melewati lorong panjang yang remang.
"Melly... Melly.... Tolong aku!" aku kembali mendengar suara rintihan gadis itu. Suara yang terakhir kali kudengar ketika berada di perpustakaan kota.
"Putri Nancy, apakah kau mendengar sesuatu dari arah situ?" seruku seraya mengarahkan telunjukku pada jeruji besi yang gelap.
"Entahlah, aku tak mendengar apa-apa. Ayo kita lanjutkan perjalanan kita!" mimik wajah Nancy tampak gugup.
Meski ada rasa penasaran yang berkecamuk dalam benakku, aku menuruti perkataannya. Semakin cepat kami tiba di perpustakaan kerajaan, maka permasalahan kami cepat terpecahkan.
Ribuan buku tertata rapi dalam rak. Peletakan buku berdasarkan bab yang terkandung di dalamnya. Segera kumencari buku yang memuat ramalan masa depan, sedangkan Nancy melenggang menuju rak yang berisi buku-buku strategi perang.
Nancy bertekad memimpin pasukannya untuk menyerang negeri air -untuk membalas dendam atas kematian ayahnya.
Sebenarnya disatu sisi aku merasa menghianati klan air karena membantu Nancy untuk meruntuhkan negeri air, sedangkan di sisi lain aku merasa hanya dapat bergantung pada Nancy, karena hanya dia seorang yang kukenal dan ia dapat membantuku kembali ke bumi.
"Apakah kau sudah menemukan buku yang kau cari, Melly?" tanya Nancy.
"Sudah. Apakah kau sudah menemukan yang kau butuhkan?" tanyaku balik.
"Belum. Dapatkah kau membantuku? Kurasa strategi yang ada disetiap buku ini sangat rumit. Aku tak memahaminya."
"Tentu!"
Tatkala sedang berkutat mencari buku yang sesuai dengan keinginan Nancy, aku menemukan buku tebal yang kurasa ditempatkan di rak yang salah. Perseteruan Dua Klan, itulah judul buku yang kutemukan.
Tunggu dulu! Bukankah novel ini yang kubaca di perpustakaan kota? Batinku tak percaya. Beruntung saat ini Nancy sedang sibuk memilah buku-buku yang dipilihnya, sehingga aku dapat dengan leluasa menyembunyikan novel ini ke dalam tas punggungku.
Aku tak berniat untuk mencurinya, hanya saja saat ini aku penasaran dengan akhir kisah dari buku ini. Mungkin dengan membacanya aku dapat melihat gambaran masa depan yang akan menentukan nasibku di sini.
"Apa yang sedang kau lakukan, Melly. Bantulah aku agar kita dapat segera melaksanakan misi pembalasan dendamku!" seru Nancy sebal.
"Baik. Maafkan aku," ucapku santai seakan aku tidak melakukan kesalahan apapun.
~~~***~~~
Bagi yang penasaran endingnya, simak sampai tamat ya!😉😊
KAMU SEDANG MEMBACA
Dunia Ilusi (Hiatus)
FantasiaMelly namanya. Seperti kebayakan remaja lainnya, dia belum mengenal jati dirinya yang sesungguhnya. Berawal dari kegemarannya membaca buku di perpustakaan kota, dia "diharuskan" berpetualang megunjugi klan tetangga. Perdamaian keempat klan dipertaru...
