Kali ini aku tak hanya mendengar suaranya, tetapi juga melihat sesosok anak perempuan yang tampak samar di balik jeruji besi, di tempat yang sama dengan yang tadi.
“Tempat apakah itu? Kurasa ada seseorang yang membutuhkan bantuan kita di dalam sana,” kataku pada Nancy seraya mengarahkan tanganku ke tempat yang kumaksud.
“Entahlah, Aku tak pernah pergi ke tempat itu sebelumnya!” ujarnya seraya mempercepat langkahnya.
“Mungkin kita harus memastikan tidak ada seseorang di dalam sana! Tempat itu sangat gelap dan pengap,” usulku pada Nancy.
Perlahan kuarahkan langkah kakiku mendekati jeruji besi itu.
“JANGAN! Kau menghambat rencanaku, Melly. Ayo cepat pergi!” seru Nancy seraya menyambar lenganku dan berlalu dengan cepat.
Meskipun aku kecewa dengan Nancy, aku harus bersabar. Aku telah merencanakan ide yang akan kulaksanakan nanti malam –ketika nancy dan para prajurit tak lagi terjaga.
“Melly… kumohon tolonglah aku!” terdengar suara itu semakin pilu. Membuat hatiku tersayat.
Tengah malam menjelang dini hari…
Aku mengendap-endap perlahan menyisiri lorong panjang. Beruntung aku membawa lentera dari kamar, jika tidak entah semencekam apa suasana malam ini.
“Apakah ada seseorang di dalam sana?” tanyaku ketika tepat di depan jeruji besi.
“Melly, kaukah itu?” suara seseorang di dalam penjara terdengar semakin lemah.
“Bagaimana kau mengenalku? Aku berasal dari negeri yang jauh!” tanyaku.
“Tentu saja aku mengenalmu,” ia tertawa renyah. “Bahkan aku telah menantimu sejak lama,” lanjutnya.
“Maksudmu?”
“Kau adalah seseorang yang hadir untuk menyelamatkanku. Begitulah menurut ramalan leluhur klan air.”
“Bagaimana mungkin? Bahkan aku tak mampu menyelamatkan diriku sendiri yang tersesat di sini!”
“Apa? jadi kau tidak tahu cara menyelamatkanku? Bukankah kau sudah membaca Novel Perseteruan Dua Klan? Disitulah awal hingga akhir kisah perseteruan klan air dan klan api dijelaskan. Jika kau belum menamatkannya, baca hingga akhir sehingga kau tahu bagaimana cara membebaskanku dan mendamaikan klan air dan klan api!”
“Aku tak bisa melakukannya. Jika aku melakukan apa yang kau perintahkan maka aku menghianati Putri Nancy, sehingga ia tak mau menolongku kembali ke dunia nyata.”
“Kumohon lakukanlah! Apa kau tega melihatku terkurung tak berdaya di sini sedangkan rakyat negeri air luluh lantak atas kekejaman Putri Nancy?”
“Akan kupertimbangkan permohonanmu. Meskipun demikian, aku sudah berniat untuk menamatkan membaca novel itu. Mungkin di sana ada kisah yang menentukan apakah aku bisa kembali atau tidak.”
“Aku sangat berharap padamu, Melly. Karena hanya kaulah yang bisa menyelamatkanku dan mendamaikan klan air dan klan api.”
“Baiklah aku akan segera kembali ke kamar dan membaca buku itu,” kataku sembari beranjak pergi. Namun, aku merasa melupakan sesuatu.
“Siapa namamu?” tanyaku seraya membalikkan badan.
“Panggil saja aku Putri Lucy.”
Putri? Gumamku. Mengapa dari percakapan tadi aku tak menyadari bahwa ia telah menyinggung statusnya sebagai seorang putri. Sekarang terang sudah, mengapa aku harus berada di sini.
~~~***~~~
Terima kasih sudah membaca. Nantikan part selanjutnya ya!😊
KAMU SEDANG MEMBACA
Dunia Ilusi (Hiatus)
FantasíaMelly namanya. Seperti kebayakan remaja lainnya, dia belum mengenal jati dirinya yang sesungguhnya. Berawal dari kegemarannya membaca buku di perpustakaan kota, dia "diharuskan" berpetualang megunjugi klan tetangga. Perdamaian keempat klan dipertaru...
