Puan,
Aku mencintaimu;
Bagai detik
Yang setia pada waktu
Sampai berlalu
Bagai rindu
Yang kutitipkan pada waktu
Di setiap doaku
Sekuat karang
Yang di hantam ombak
Sampai hancur
Setenang air
Yang menari indah
Di setiap irama
Kau bagai angin
Membawa ketenangan
Meskipun sesaat
Kau bagai hujan
Membasahi tubuhku
Yang sedang merindu
Kau bagai dedaunan
Yang terhempas rindu
Menari-nari dengan indah
Dan kita,
Bagai pantai dan senja
Diciptakan sempurna dengan segala keindahan dan selalu di nantikan.
Temui aku di bawah senja, akanku ceritakan bagaimana bahagia di dunia, tanpa harus menjatuhkan perasaan orang lain.
Catatan:
Karena puisi indah namun sulit di mengerti, begitupun dirimu. Indah namun sulit untuk di pahami.
KAMU SEDANG MEMBACA
Usaha Melupakanmu
Short StorySementara kamu menyadari bahwa tidak ada cinta tanpa air mata, namun mengapa kamu masih ingin mengenal cinta?
