Utamakan Bertahan

106 9 6
                                    

"Tuan, bangun tuan. Kita diserang" aku mendengar suara menteri Towns itu dipagi hari dan bukannya "gelombang" yang biasanya aku rasakan.

"Apa?? Gimana?? Siapa??" Jawabku dengan suara pelan.

"Saya serius tuan, ini situasi darurat" ujarnya sambil menarik tanganku. "Heii.. jauhkan tanganmu dariku" jawabku.

"Maafkan saya lancang tuan. Tapi ini benar-benar darurat. Bagian utara southgate diserang habis-habisan. Aku tidak tahu oleh siapa" jelasnya. Tiba-tiba..

BOOM

Aku mendengar suara bom yang sangat keras sampai menghancurkan kaca jendela dikamarku. "Aww. Apa itu tadi?" Tanyaku.

"Itu yang aku maksudkan tuan, kita diserang" jawab Towns.

"Bagaimana mungkin suaranya sampai terdengar sampai kesini? Sebesar apa bom itu" kataku dalam hati. "Apa yang harus kita lakukan tuan?" Tanya Anthony dengan wajah yang sangat panik.

"Evakuasi warga disekitar bagian utara, suruh mereka bangun posko di bagian selatan untuk mereka" jawabku berusaha menenangkannya.

"Baik tuan. Aku akan memberitahu pihak berwajib" ia pun bergegas meninggalkan kamarku. "INGAT, JANGAN SERANG BALIK, UTAMAKAN BERTAHAN" teriakku.

Aku pun langsung ganti baju dan menghubungi menteri pertahanan Towns. "Cari tau otak dibalik penyerangan ini. Gunakan semua orang intelijen yang kita punya. Laporkan padaku kalo kalian udah tau"

***
Serangan dihari itu berlanjut sampai sore hari. Hampir semua bangunan di bagian utara southgate rata dengan tanah.

Aku pergi ke posko yang dibuat dibagian selatan. Disana para korban yang terluka diobati dengan peralatan yang aku tidak tahu cara kerjanya seperti, tapi cukup efektif.

Aku menghampiri salah satu korban yang terluka cukup parah, ia menderita luka bakar.

"Sore pak" sapaku. "So-sore juga tuan" jawabnya dengan terengah-engah. "Boleh saya tau, bagaimana kronologi penyerangan dipagi hari tadi?" Tanyaku. "Maaf tuan presiden, ia butuh istirahat untuk saat ini" kata suster yang menanganinya.

Ahh dimana letak empatiku, bodohnya aku.

"Maaf sus, lanjutkan pekerjaanmu" kataku.

Tiba-tiba seseorang menghampiri ku. "Sore tuan, sebelumnya perkenalkan, saya Alfred, saya salah satu orang yang ada dan "selamat" dari kejadian tadi pagi. Bisa kita bicara berdua?"

Akupun menurutinya begitu saja. Kami pergi keluar dari posko itu dan mencari tempat yang agak sepi.

Akhirnya kita sampai, kita berada di sport center yang tak jauh dari posko tadi.

"Jadi, gimana kronologi kejadian tadi pagi?" Tanyaku sambil mengajaknya duduk di sebuah bangku. Ia pun menjelaskan, "Tadi pagi ketika sedang damai-damainya, tiba-tiba Snip (pengamat jarak jauh) kita yang berada di tower snip memberikan sinyal yang "tidak enak" pada kita para penjaga. Dan benar saja, tak lama kemudian, peluru-peluru plasma menghujani kami yang berada di perbatasan. Yang aku tau, mereka menggunakan pesawat yang sangat canggih dan cukup banyak. Anehnya tidak ada serangan dari darat sama sekali. Selang beberapa menit, mereka menjatuhkan rudal didaerah kita, banyak korban yang meninggal tuan"

"Oh, mereka menggunakan rudal? Bagaimana mungkin rudal bisa tembus ke kita? Bukannya kita memiliki anti-rudal didaerah utara??" Tanyaku heran.
"Itu dia tuan, anti-rudal kita tidak aktif disaat kita butuh" jawabnya. "Sial, tapi, yang membuat aku penasaran adalah, apa tujuannya? Dan siapa dalang dari semua ini?" Kataku.

"Aku mencurigai otak dari semua ini adalah presiden Northgate, tuan. Karena mereka sudah lama mengincar kita" jawabnya.

"Apa?? Kumohon, jelaskan lebih lanjut" kataku.

●●●●●●●●●●●●●●●●●●●●●●●●●●●●●

Halo🙌🙌
Author memperjelas.. kalo Gate-Gate / gerbang disini bukan dalam arti yang sesungguhnya ya😂😂
Gate disini merujuk sama suatu Negara/Benua😅.

Kalo ada pertanyaan-pertanyaan/Kritik-saran. Bisa di kolom komentar yaaa. Love u.♡

The LeaderTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang