KAYRA - 4

46 12 1
                                        

🎶Ed Sheeran - Photograph

✥✥✥

17 Mei 2010

Tok tok tok

"Ohh iya pak silahkan masuk." Ucap seorang wanita paruh baya kepada seorang bapak yang ditemani dengan seorang ibu ibu.

Mereka duduk di sofa ruang tamu. Valerie menyiapkan minuman dan beberapa cemilan untuk tamunya itu.

"Jadi saya kesini untuk membicarakan tentang perjodohan Kayra dengan Vero. Bagaimana? apakah ibu setuju tentang perjodohan ini?" Ucap bapak itu kepada Valerie.

"Bagaimana ya pak, saya tidak bisa memaksa jika anak saya tidak menginginkannya. Lagipula untuk perjodohan di umur yang masih muda sepertinya saya harus mempertibangkannya dengan matang." Jawab Valerie kepada Pak Dauhlan.

"Begini Bu Valerie saya juga sudah membicarakannya dengan bapak, sebaiknya mungkin nanti saja membicarakan ini jika umur mereka sudah cukup. Tapi bapak meminta untuk dijodohkan dari sekarang agar tidak pusing nantinya." Lanjut seorang ibu ibu yang merupakan istri dari Pak Dauhlan.

"Bagaimana yaa.., saya harus membicarakannya kepada keluarga. Terutama Kayra, saya tidak ingin dia malah tertekan dengan perjodohan ini."

"GAKMAAAUU!!" Teriak seorang gadis kecil dari pintu ruang tamu.

"Kayraaa gak mau di jodoh jodohin! Kayra gak mau sama Vero! Kayra gak suka sama Veroo! Kayra gak mauu!" Ucap gadis kecil itu penuh penekanan, Ia menangis sejadi  jadinya, dia tidak ingin di jodohkan.

Seorang anak laki laki turun dari bawah tangga, ia berlari menghampiri Kayra dan memeluknya dengan erat. Anak laki laki yang melihat Kayra menangis pun ikut menangis, dia tidak ingin Kayra tersakiti.

"Bunda, jangan setuju dengan perjodohan itu.. Gevan mohonn, Gevan g-gamauu liat Kayra nangis. Gevan gamau liat Kayra seperti ini." Ucap anak laki laki itu sambil memeluk Kayra yang masih menangis.

Semua yang ada disana terdiam, bunda Kayra juga tidak ingin menjodohkan Kayra seperti ini. Namun, dia tidak enak kepada Pak Dauhlan sebagai tetangganya sendiri.

"Kayra gamau sama Vero bunda! Kayra lebih b-baik bersama dengan Gevan dibanding Vero." Ucap Kayra sambil menangis.

"Sepertinya memang lebih baik dipertimbangkan kembali dulu ya Pak Dauhlan, saya tidak bisa memaksa anak saya. Saya minta maaf." Ujar Valerie kepada keluarga Pak Dauhlan.

Mereka pun segera kembali kerumahnya karena tidak enak juga kepada Kayra yang daritadi menjerit dan menangis. Rumah keluarga Pak Dauhlan memang tidak jauh dari rumah Kayra, selisih 2 rumah saja.

Valerie menghampiri Kayra yang daritadi menangis tetapi masih dalam pelukan Gevan. Valerie tersenyum hangat melihat Gevan yang mencoba menenangkan Kayra. Sangat Manis.

"Bunda, kalau misalkan nanti saat dewasa Kayra masih tidak mau sama Vero. Gevan bakalan selalu temenin Kayra kok, bunda tenang aja." Ucap Gevan kepada Valerie.

"Kayra ingin bersama Gevan, Selamanya bunda." Lanjut Kayra seakan tidak ingin berpisah dengan Gevan, Sebagai teman kesayangannya itu.

"Iyaa.. selamanya." Jawab Valerie sambil memeluk kedua pangeran dan putri kecilnya itu.

✥✥✥

Hujan membasahi Kota Jakarta, udaranya dingin, bunyi rintik hujan yang jatuh ke tanah sangat terdengar keras. Namun Valerie tetap menyuruh Kayra untuk memberikan bingkisan itu kepada keluarga Gevan.

K A Y R ATempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang