🎶Chen (EXO), Punch - Everytime
✥✥✥
Hembusan angin menerpa rambut indah Kayra. Gevan mengendarai motor hitamnya dengan kecepatan sedang. Langit yang cerah sehabis hujan, sore yang sangat indah ini bisa menjadi momen yang menyenangkan untuk Kayra dan Gevan.
"Mau kemana Kay?" Tanya Gevan kepada Kayra.
"Mau ke Taman Menteng aja?" Jawab Kayra yang masih setengah memeluk tubuh Gevan.
"Yaudah."
Taman Menteng terletak di Jl. HOS. Cokroaminoto, Menteng, Jakarta Pusat. Terdapat sekitar 1000 pohon dari 30 jenis tanaman hias sebagai sarana penghijauan disana, terdapat arena bermain, olahraga, serta wisata kuliner. Tempat ini sangat cocok untuk dijadikan sebagai sarana olahraga, jalan jalan, ataupun bermain.
Sesampainya di Taman Menteng, keadaan lumayan ramai banyak yang bermain ataupun jogging. Kayra dan Gevan berjalan jalan menyusuri taman itu melihat lihat sekitarnya.
"Gak cape? duduk dulu." Ujar Gevan duduk di bangku taman itu, tepat di depan lapangan basket.
"Gue gak pernah kepikiran kalau ternyata gue bakalan kesini lagi. Udah lama banget gila." Ucap Kayra.
"Nah, karena gue sudah dengan baik hati mengajak lo kesini, menghabiskan bengsin motor kesayangan gue, lo harus bayar gue." jawab Gevan sambil merebahkan tubuhnya di kursi itu.
"Dih, gue gapunya uang, lupa gue bawa." Jawab Kayra sambil mengerucutkan bibirnya.
"Yah ngambek, dasar cengeng."
Gevan berjalan menuju ke arah bangku disebelahnya Kayra hanya menatap Gevan dengan diam. Dia melihat Gevan berbicara dengan seorang anak yang mungkin sekitaran 14 tahunan.
"Kak, ini tadi kakak itu nitipin saya kunci motornya katanya suruh kasih ke kakak." Ujar seorang anak itu kepada Kayra sambil menyerahkan sebuah kunci motor.
"Hah? trus orangnya kemana?" Jawab Kayra bingung.
"Gatau deh kak tadi sih ke arah rumah kaca." Lalu anak itu pergi meninggalkan Kayra.
"Kurang asem Gevan, dia ninggalin gue gitu? suruh gue naik motornya? emangnya dia mau ngapain? pacaran ama banci menteng?" Celoteh Kayra sambil mencari Gevan yang katanya kearah rumah kaca.
Takkan pernah terlintas
Kutinggalkan kamu
Jauh darimu
Kasihku
Karena aku milikmu
Kamu milikku
Separuh Nyawaku, Hidup Bersamamu
Suara yang sering dengarkan, suara yang baru saja dia dengarkan sebelumnya. Gevan, dia bersama bemilikku
penyanyi jalanan lainnya. Dia menatap Gevan bingung,kaget,males, campur aduk.
Berdua kita lewati
Meski hujan badai takkan berhenti
Sehidup semati
Mentari pun tahu ku cinta padamu
Percaya aku takkan kemana mana
Aku 'kan selalu ada temani hingga hari tua
Percaya aku takkan kemana mana
Setia akan ku jaga
Kita teman bahagia
Gevan memberi Kayra gulali berwarna biru muda yang dari tadi dia simpan di belakang tangannya. Kayra mengambilnya dengan tatapan bingung, maksudnya apa semua perbuatan Gevan ini?
"Makasih." Ujar Kayra mengambil gulali nya itu.
"Sama Sama, gimana seneng gak?" Tanya Gevan sambil menatap Kayra dengan matanya yang indah itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
K A Y R A
Teen Fiction"Menyanyi sama Mendengarkan Musik itu hobi gue, gaada siapa pun yang bisa larang gue, kalau kalian gasuka, gue gapeduli." "Jangan cepat bilang sayang, gue takut lo juga cepet hilang." ------------ "Terkadang untuk melihat kenyataan, kita harus meras...
