🎶Maggie Lindemann - Pretty Girl
✥✥✥
07.15
Pagi itu langit tampak cerah, burung burung berterbangan, terlihat sekolah nan besar bernuansa warna abu abu. Sekolah ini bisa terbilang sangatlah besar. Karena, bukan hanya sekedar SMA melainkan terdapat gedung SMP yang bersebelahan dengan SMA. Fasilitas di SMA Cakrawala ini bisa dibilang sangat elit, terdapat 3 lapangan, 1 kolam renang untuk anggota ekskul renang, dan masih banyak lainnya. Pohon - Pohon rindang pun menambah suasana sejuk sekolah.
Kayra yang baru saja keluar dari mobil langsung menuju kedalam gerbang SMA Cakrawala. Dia terkejut karena sekolah ini cukup dibilang hampir sama dengan sekolahnya waktu di Amerika. Kayra adalah siswi kelas XI dia adalah murid jurusan IPS, dia mengambil jurusan ini karena kesukaannya terhadap pelajaran ekonomi. Sebelumnya dia sudah mengenal beberapa temannya yang bersekolah di SMA Cakrawala. Ada Luna yang merupakan saudara sepupunya, dan ada beberapa teman SMP nya dulu yaitu Raya,Kemal, dan..
Gevan.
"Maaf, mau tanya dong ruang kelas XI IPS1 dimana ya?" Tanya Kayra kepada salah satu siswi berbadan mungil, rambutnya dikuncir rapih, dan memakai jepitan. Yang menurut Kayra adalah adik kelas di sekolahnya ini. Siswi itu menunjukkan arah menuju kelas XI IPS1 yang ternyata terdapat di lantai dua. Kayra pun menaiki anak tangga untuk masuk ke kelasnya itu, beruntungnya, dia bertemu dengan seorang guru yang kebetulan ingin masuk ke kelas yang Kayra tuju.
Guru itu pun langsung memasuki kelas XI IPS1 yang daritadi ramai sekali dengan murid - murid yang bergosip, lari larian, ada pun yang contek menyontek mengerjakan tugas, ada juga yang hanya diam.
"Selamat Pagi anak - anak. Hari ini kalian kedatangan teman baru dari sekolah pindahan di Amerika." Ucap guru itu sambil mempersilahkan Kayra memasuki ruangan kelas. Ribut, itulah kata pertama yang ada di benak Kayra. Banyak yang berbisik bisik melihat Kayra dan ada juga yang sampai teriak histeris.
"Astagaa.. cantik banget!"
"Gila! manis woi kayak gulali."
"Pasti blasteran nih. Gebet bisa kali."
"Ya Allah.. nikmat tuhan manakah yang aku dustakan."
"Pinter gak ya? Pasti jago Bahasa Inggris nih."
Kayra yang melihatnya hanya bisa tersenyum lebar kepada teman temannya walaupun dia belum kenal dengan siapa yang membicarakannya tadi. "Hai, perkenalkan nama saya Kayra Vannesha, saya harap kita bisa berteman baik." Ucap Kayra sambil tersenyum paksa. Sebenarnya dia paling malas berkenalan seperti ini, toh apa untungnya jika mereka kenal dengannya? mau bayarin SPP nya?
"Kayraaaaa!" Ucap salah satu siswi dengan semangat yang terlihat dari matanya, dia sangat senang ketika tahu bahwa Kayra sekelas dengannya.
"Haaii!" Jawab Kayra sambil memberikan dua jari berbentuk 'V' kepada Luna, sepupunya. Guru yang mempersilahkan Kayra memperkenalkan diri pun kemudian mempersilahkan lagi untuk Kayra duduk. Kayra berjalan menuju bangku kosong yang terletak dibelakang, disebelah murid laki laki yang dari tadi sudah Kayra perhatikan. Ya, dia Gevan.
"Kay.. duduk sama gue aja" Luna menggeser tubuh teman sebangkunya itu hingga temannya kaget.
"Maksud lo ape? lo mau ngusir gue? tega lo." Jawab Raya sambil memelas kepada Luna yang sedari tadi hanya bisa cengar cengir melihat sikap Raya.
"Gausah deh, gue duduk samping Gevan aja." Gevan yang mendengar ucapan Kayra hanya terpaku kaget. Kayra langsung duduk disamping Gevan dan menaruh tas nya di gantungan kecil sebelah mejanya. Gevan hanya bisa diam mengetahui bahwa sekarang Kayra duduk disebelahnya, sudah lama sekali dia tidak bertemu dengan Kayra.
KAMU SEDANG MEMBACA
K A Y R A
Ficção Adolescente"Menyanyi sama Mendengarkan Musik itu hobi gue, gaada siapa pun yang bisa larang gue, kalau kalian gasuka, gue gapeduli." "Jangan cepat bilang sayang, gue takut lo juga cepet hilang." ------------ "Terkadang untuk melihat kenyataan, kita harus meras...
