CANGGUNG

1 1 0
                                    

Bel tanda istirahat Telah berbunyi,Airi menatap buku pelajarannya dalam diam seolah-olah dia tidak menikmati lagi waktu sekolah.

Sahabat karibnya Mei juga tidak ada bersamanya lantaran dia sakit,Airi menghembuskan nafas dengan kasar dan beranjak pergi dari kelas untuk ke kantin.

Di perjalanan Airi melihat Rei yang membawa makanan pergi ke tempat biasanya,ingin sekali Airi menyapanya dan mengajaknya ngobrol tapi teringat akan dirinya yang telah di hajar babak belur oleh bodyguard ayahnya karena di tuduh menculiknya,Airi memutuskan untuk tidak menyapanya dan berlalu menuju kantin.

***

Rei memakan makanannya dengan lambat seakan-akan dia tidak nafsu untuk memakannya walaupun itu makanan kesukaannya sekalipun,matanya terfokus pada satu titik dan mengkhayal entah sampai dimana.

Kicauan burung yang biasanya sering terdengar kini telah menghilang seakan-akan mereka tau kalau temannya sedang dalam masalah yang cukup rumit.

"Apa yang harus kulakukan,ya ?"

"Aku tidak tau."

"Masalah itu memang rumit,tapi yang jadi kendala adalah keinginan untuk menyelesaikan masalah tersebut.jika memang ingin di selesaikan akan terasa mudah dan jika tidak mungkin hanya menunggu orang ketiga untuk membantu menyelesaikannya."

Aku ingin bersamanya.

Aku ingin mengenalnya.

Aku ingin terus berada di sisinya.

Senyumannya dapat merubahku.

Merubahku,menjadi lebih baik lagi.

Seakan semua kegelapan dalam hatiku ini menghilang.

Jika kau pergi,aku mungkin akan kembali.

Kembali menjadi bayang.

Bayang yang hanya dapat dilihat,oleh orang-orang yang menganggapku ada.

Aku tak bisa.

Walau sekuat apapun diriku untuk menghalaunya atau menahannya,

Aku tak akan sanggup.

Aku membutuhkanmu,sangat membutuhkanmu.

Sudah lama sekali Rei tidak membuat kalimat seperti itu kalimat yang selalu dia keluarkan setiap ada masalah atau sedang senang sekalipun.

Rei kembali memakan makanannya dalam diam sambil menikmati udara segar yang menerpa dirinya.

Rei membuka kembali matanya setelah angin segar berlalu sambil memasukkan bungkus makanan yang sudah habis kedalam kantung plastik lalu berlalu meninggalkan tempat kesukaannya tersebut.

Airi menatap punggung Rei yang lebar dari kejauhan, dengan mata yang teramat sedih karena tidak bisa berbicara dengannya ataupun berada di sampingnya sebagai sahabat.

Airi juga menyesal karena dia tidak bisa menepati janjinya untuk selalu menjadi sahabatnya,Airi menundukkan kepalanya ke bawah sejenak lalu berlalu meninggalkan tempat kesayangannya itu.

***

Kringgggg

Bel tanda pelajaran telah berakhir telah berbunyi,semua siswa di tempat Airi langsung menghilang dari kelas yang tersisa hanya Airi yang berada di sana.

Enggan rasanya bagi Airi untuk meninggalkan sekolah karena tempat ini sangat menyenangkan baginya,Dia dapat bebas di sini tidak di rumah,yang selalu menuntut seorang Airi untuk tampil cantik dan berwibawa saat tamu ayahnya atau ibunya datang ke rumahnya itupun hampir setiap hari karena masalah bisnis mereka atau hanya untuk memperkenalkan putra mereka.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: May 09, 2018 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

Negatife dan PositifTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang