°Chapter 6°

4.2K 241 3
                                        

Happy reading~~

Suatu pagi di kerajaan mamon putri putri cantik sedang sibuk dengan tugas mereka masing masing, karena hari ini ada uji coba kekuatan dan fisik.

Rose dengan muka khawatir terus berkomat kamit supaya uji coba cepat selesai.

"Tenang ae rose, masih ada uji fisik"- jennie

"Tapi jen, gue kangen sama kekuatan lama gue"- rose

"Mungkin blm saat kekuatan luh balik"- jisoo

"Nah bener banget tuh kata jisoo, jadi sabar ae rose"- lisa

Rose hanya mengangguk setidaknya dia masih bisa menggunakan fisiknya untuk bertarung, walau dia sangat rindu kekuatannya.

Sekarang giliran jisoo untuk menguji kemampuannya setelah jennie berhasil mematahkan pohon besar dengan satu kakinya. Jennie sangat enggan menggunakan kekuatannya, karena dia lebih suka dengan bela diri.

Jisoo mulai berkonsentrasi merasakan kekuatan yang sangat dia rindukan berlari ke seluruh tubuh seperti ank ayam yang mencari induknya, lalu jisoo menyatuhkan kekuatannya kearah tangan kanannya. Dan

Buuum💥🔥

Seperti bom, sebagian hutan hangus terbakar. Tanpa berlama lama lisa maju dan mendekat kearah sungai dengan mengatur tangan, dia mampu mengatur air dan melemparnya kearah api yang sedang membakar hutan.

Seperti sihir hutan yang tadi memarah karena api sekarang sudah hangus karena sudah dipadamkan dengan air. Namun sedetik kemudian lisa jatuh lemas.

Jennie dan rose yang berada dekat dengan lisa langsung membawanya ketempat peristirahatan, jisoo dengan cepat mengambil air untuk lisa.

"Luh gpp lis?"- jisoo

"Haha iye, gpp kok"- lisa

"Masih sempet²nye ketawa?!"- rose

"Udh lisa biar gue yang urus"- jennie

"Rose sekarang giliran luh"- jisoo

Rose dengan ragu berjalan kearah uji coba, rose memulai berkonsentrasi dia mencoba memukul batang pohon namun hasilnya nihil batang pohon itu sama sekali tak patah ataupun hancur.

"Rose kamu harus serius!"- raja mamon

"Ini aku juga sedang berusaha appa"- rose

Rose mulai takut, namun perasaannya takutnya segera dia buang jauh jauh, dia mulai berkonsentrasi kembali. Dan dalam sekali pukul batang pohon itu berhasil hancur.

"Baiklah, sekarang kalian boleh istirahat"- raja mamon

"Baik appa"- serempak

Sementara di kerajaan baal

Raja baal merasa sangat kecewa akan kekalahan anaknya, raja baal sudah mengetahui kekalahan anaknya.

Karena namjoon sama sekali tidak bisa menyembunyikan lengannya yang patah.

"Kami minta maaf appa atas kekalahan kami"- jin

"Baiklah, karena sekarang appa sedang tidak mau berdebat"- raja baal

"Tapi appa tidak perlu khawatir, kami bisa balas dendam kapan saja"- jungkook

"Itu memang harus, jangan mempermalukan kerajaan kita lagi!"- raja baal

"Sekarang lebih baik appa istirahat"- suga

Raja baal pun masuk, mereka semua menatap tajam namjoon dengan tatapan membunuh.

BlackTanTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang