08: the unexpected

610 133 13
                                        

happy reading!

〰️〰️〰️

Keesokan harinya tentu saja aku kembali bertemu dengan Hyunjin dan sepertinya mulai hari ini dia telah cair padaku, dalam artian tak ada lagi tatapan tajam dan wajah datar yang dia berikan padaku setiap kami berinteraksi.

canggung dan aneh sih, aku jadi selalu gugup setiap menjawab pertanyaannya.

"bisa ajari aku soal matrix ini?" Tanya Hyunjin, ia bahkan sekarang duduk di sebelahku, ya, menyebrangi meja. Begini saja aku gugup, huh.

"...jadi begitu, mengerti kan?" Aku menjelaskannya sebatas pengetahuanku. Ia mengangguk-ngangguk lalu mengulang penyelesaian soalnya dengan teliti.

Hari itu tutornya selesai tepat waktu dan saat aku hendak pulang tiba-tiba Hyunjin memanggilku.

"Kau mau langsung pulang? Apa tidak boleh telat sebentar?" Tanyanya. Aku mengerutkan kening bingung, dan tentu saja sedang menerka-nerka kenapa ia bilang begitu.

"Memang ada apa?"

Hyunjin terdiam menatapku. Ia terlihat ragu.

"Hm? Ada apa?"

"Temani aku.." tuturnya. Aku memiringkan kepala menunggunya melanjutkan kata-kata.

"Beli sundae" lanjutnya. Aku menatapnya tak percaya.

"Malam-malam begini? Sundae?" Tanyaku sambil tertawa kecil. Hyunjin hanya mengangguk polos.

"Akan aku antar balik ke rumah, temani aku saja" ujarnya, aku melirik jam tanganku dan jam menunjukkan pukul 21:02.

Kutatap sosok Hyunjin dan jam tangan bergantian dengan ragu. Tatapan Hyunjin memelas, bagaimana bisa aku menolaknya? 😭

"baiklah aku akan izin dulu"

Aku sebenarnya sangat bingung sekarang, mengapa ia tiba-tiba memintaku menemaninya hampir tengah malam begini, lalu sundae? sepenting itu kah sundae untuknya sampai mencarinya keluar malam-malam begini?

Namun aku segera memberi pesan pada Ibu bahwa aku ingin membeli Sundae dulu sebelum pulang. Lalu kami benar-benar pergi dengan motornya untuk mencari Sundae dalam gelapnya malam ini.

"Apa kau sangat suka sundae?" Tanyaku penasaran di tengah perjalanan.

"enak kan untuk dimakan malam-malam sebagai cemilan" jawabnya. Aku mengangguk-anggukan kepala sedikit setuju.

"Kalau kau kim? Siapa yang kau suka?" Tanya pria itu. Aku tertegun bingung, sepertinya Hyunjin salah pertanyaan.

"Makanan? Aku suka roti"

"Biarkan aku mengulangnya. Siapa yang kau suka?"

Aku terdiam mencoba mencerna pertanyaannya.

"Hah, Bagaimana? Sedang bahas makanan kan?" Aku kembali bertanya tak yakin akan pertanyaannya.

"Huft.. lupakan deh. Aku mengerti kau suka roti"

Sebenarnya aku juga menghindari pertanyaan itu sambil menerka tujuan pria itu.

Ya maksudku, informasi itu tak akan penting kan bagi Hyunjin? Lagipula aku juga tak tahu siapa yang aku suka sekarang.

Setelah percakapan random itu tak butuh waktu lama untuk kami menemukan kedai Sundae di dekat Myeongdong, Hyunjin segera memesan sundae-nya dan aku juga memesan beberapa porsi untuk Kijun yang kebetulan pencinta sundae.

Namesake | 2hyunjinTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang