✬✬✬
"Oh?"
Hwang Hyunjin terdiam memandangiku dengan senyum merekah.
"kenapa?" Aku bertanya karena ia tak juga mengalihkan pandangannya.
"Ah tak apa-apa. Ayo berangkat," tukas Hyunjin. Ia berjalan duluan membuatku harus mengejarnya.
"Kau mau cari hadiah dimana?" Tanyaku saat kami telah memasuki pusat perbelanjaan di Myeongdong itu.
"En..tah. Menurutmu apa yang bagus untuk Ibu?" Tanya Hyunjin, ia menghentikan langkahnya membuatku ikut berhenti dan berpikir.
"Sebenarnya aku pikir sebuah tas bagus, apalagi ia harus bawa laptop setiap harinya, kan." Kutunjuk sebuah toko tas dan sepatu di dekat kami.
"hm, betul juga. Tas ibu sepertinya sudah bertahun-tahun belum di ganti" gumam Hyunjin.
Akhirnya kami memasuki toko tersebut dan mulai melihat-lihat berbagai macam tas jinjing untuk hadiah Guru Yoon.
"Bagaimana? Harganya juga tak buruk," ujarku setelah menunjuk tas pilihanku . Hyunjin mengangguk-ngangguk sambil mengecek tas tersebut
"hm.. bagus. Aku ambil yang ini saja deh" Hyunjin segera memanggil staff disana dan melakukan pembayaran.
Ternyata pembelian hadiahnya selesai jauh lebih cepat dari yang kukira, sekarang aku bingung akan melakukan apa karena waktu kursus masih 2 jam lagi.
Hyunjin muncul kembali sambil menenteng tas kertas berisi hadiah milik Ibunya.
"Ayo" ujarnya. Aku mengangkat alis, kemana lagi?
Aku hanya mengikutinya sampai ia memasuki variety store dan mulai melihat bermacam-macam bantal leher.
Ah, benar juga. Sepertinya Guru Yoon akan butuh bantal leher karena seharian mengajar para murid.
"Pilih deh." Perintah Hyunjin sambil menunjukkan dua bantal leher, yang satu berwarna pink bermotif donat dan yang lain pink polos dengan ujungnya yang berbentuk seperti telinga kucing.
Aku agak bingung karena pilihan Hyunjin untuk ibunya terlalu 'imut'.
"Yang kucing.., tapi kau serius mau memberi ini pada Guru Yoon?" Tanyaku tak yakin, Hyunjin terlihat heran mendengar pertanyaanku lalu menggeleng.
"Bukan buat Ibu, kan sudah ada tas." Ujarnya singkat dan segera pergi ke kasir.
"aku tunggu di luar ya" entah kenapa diriku berinisiatif untuk menunggunya di luar. Hwang Hyunjin keluar dengan belanjaannya, ia menghampiriku.
"cepat juga ya" gumamnya sambil melirik jam tangan yang melekat pada pergelangan tangan kirinya. Aku mengangguk setuju.
"tutorku masih lama juga. Apa langsung pulang saja?" tanyaku tak yakin. Hyunjin melirikku sekilas lalu menggeleng.
"makan dulu, lah. Ayo" ujarnya cepat lalu berjalan mendahuluiku. Aku berlari kecil mengejarnya. Kami akhirnya mampir pada Lotteria terdekat untuk makan siang.
"Totalnya 40 ribu won" ujar kasir. Aku mengeluarkan dua lembar uang 20 ribu won untuk membayar bagianku dan hendak memberikannya pada kasir, namun ditahan oleh Hyunjin.
"Aku saja, kau sudah menemaniku" ucapnya. Aku mencoba menolak namun ia menggeleng pelan, "tidak apa-apa" lanjutnya.
Setelah itu kami memilih tempat duduk di sebelah dinding dan duduk disana. Rasanya aneh untuk makan berdua dengan laki-laki seperti ini, dan aku memang belum pernah melakukannya selama 18 tahun aku hidup.
KAMU SEDANG MEMBACA
Namesake | 2hyunjin
FanfictionTentang kita yang senama. starring: - kim hyunjin (loona) - hwang hyunjin (stray kids) from: April 2018-present disc in bahasa, baku.
