02 : My Tutor's Son

1K 183 12
                                        

♫♫♫

Aku menaiki bus untuk pergi ke sekolah, duduk di kursi yang kosong dan memasang earphoneku.

Pada pemberhentian selanjutnya aku dapat melihat mulai banyak orang yang masuk, mataku menangkap seorang nenek tua yang memasuki bus dan terlihat cemas karena tak dapat tempat duduk.

"Nek" aku memanggil nenek itu dan mendekatinya.

"Duduk disini nek, aku bisa berdiri" ujarku pelan padanya. Ia terlihat lega lalu berterimakasih padaku.

"terimakasih ya.." ujarnya. Aku tersenyum dan membungkuk padanya setelah memberikan tempat dudukku dan memilih untuk menggenggam hand grip yang tergantung di atap-atap bus.

Saat aku sedang menatap pemandangan di depanku lewat jendela, aku merasakan tatapan seseorang yang memerhatikanku dari samping kanan. Mau tak mau akhirnya aku menoleh dan mendapati seorang lelaki berseragam sama denganku (aku dapat melihat dasi sekolahku dipakainya walaupun seragamnya tertutup oleh jaket), dengan mata sipit nan tajamnya tengah memperhatikanku secara terang-terangan.

Aku mengangkat alis, berharap ia melepaskan tatapan mengintimidasi itu, dan harapanku terkabul karena ia langsung mengalihkan pandangannya pada jendela bus tanpa butuh waktu lama.

♫♫♫

Aku sampai di sekolah dan orang yang kutemui pertama kali adalah Jeon Heejin, sahabat terdekatku. Kami berteman sejak kelas 2 SD dan selalu masuk ke SMP dan SMA yang sama, itulah kenapa kami selalu dekat satu sama lain.

Aku dekat dengan keluarganya dan yang paling penting adalah kakak laki-lakinya Heejin, Jeon Wonwoo, pria yang aku suka sejak lama.

Heejin sendiri sangat tidak mengerti bagaimana bisa aku suka pada kakaknya, aku juga tidak tahu, tatapan tajamnya yang bisa berubah jadi tatapan hangat jika disertai sunggingan kecil itu berhasil membuat duniaku terbolak-balik saat pertama kali melihatnya.

"Kau sudah menyelesaikan PR?" tanyaku. Heejin mengangguk, mulutnya mengunyah permen.

"masih pagi kok sudah makan permen?" tanyaku heran. Heejin mengangkat sebelah alisnya

"daripada aku merokok?"

"Hush!"

Heejin seringkali menggodaku dengan bilang bahwa ia akan merokok, memang cuma candaan sih.

"Ibu menyuruhku les dengan Bu Saemi" ceritaku padanya.

"oh ya? Senang dong?"

"kenapa senang?"

"kau bisa mendapat advantage dengan les bersamanya, bisa minta pr agar dikurangi, minta bocoran ulangan, dan lain-lain" ujar Heejin. Aku menggeleng-geleng kecil

"eyy, tidak mungkin lah"

"kau terlalu polos, Hyunjin" ujarnya sambil menatap diriku.

"..."

"aku tau kau stress belajar, tapi kau harus tau caranya memakai make up, tahu?? Kau cantik tapi kau akan lebih cantik lagi jika pakai make up!"

Oh, aku kira Heejin membicarakan polos soal sikapku, ternyata yang dia maksud adalah wajahku. Pasti ia lelah melihat ku yang selalu tampil dengan wajah pucat tanpa riasan.

"kau lihat teman sekelas kita? Semuanya full makeup, kenapa kau tidak? Aku hanya penasaran saja" celetuk Heejin. Benar sih, sebagian besar anak cewek di kelas memakai make up yang tak tipis. Minimal adalah BB Cushion, Liptint dan eyeshadow. Hanya aku yang cuma memakai lipbalm dan sunscreen saja, itupun tak terhitung make up.

Namesake | 2hyunjinTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang