Hari-hari berikutnya muncul perbedaan sedikit karena sekarang aku telah mengenal Hyunjin, mataku kerap mencari-cari dirinya di sekolah, saat bertemu rasanya aneh sekali, antara senang dan gugup.
Aku tak tahu apa alasannya tapi aku yakin aku penasaran dengan pria ini, atau hanya kagum karena kami punya nama yang sama?
Sore itu aku kembali bertemu dengannya di koridor lantai 1, dan kondisinya aku sedang membawa tumpukan buku yang kau tak akan bisa bayangkan betapa beratnya sebelum melihatnya sendiri.
Jadi, Guru Min menyuruhku untuk membawa buku ini bersama seorang teman untuk diantar ke kelas 3-3, tapi karena aku takut membebani yang lain, akhirnya aku hanya datang sendirian dan dengan terpaksa membawa semuanya sendirian pula.
Aku sedang berusaha untuk setidaknya masih dapat membawanya hingga ke lantai 3 dimana kelas 3-3 berada.
Saat sedang susah payah membawanya, diriku menangkap sosok Hyunjin yang sedang berjalan dari ujung lorong mengarah padaku atau tepatnya pada tangga, karena aku sedang berada di depannya kini bersusah payah untuk menaikinya. Aku ingin sekali meminta bantuannya tapi sangat gengsi. Lagipula dia kan tak kenal denganku.
Saat matanya menangkap diriku, disitulah aku ambruk, aku juga tak tahu kenapa, tapi yang jelas saat ia menatapku tiba-tiba keseimbangan diriku langsung hancur dan aku pun jatuh bebas ke lantai disertai buku-buku yang berserakan.
Malu sekali ㅠㅠ
Setelah meluncur bebas, aku mendengar derap kaki seseorang mendekatiku.
Tolong jangan bilang itu Hyunjin karena aku tak akan bangun dari tempatku sekarang, memalukan! kalau perlu tiba-tiba Lubang hitam muncul dan menyedot diriku juga tak apa-apa! Aku bisa bersumpah kalau aku malu sekali sekarang.
"Apa kau baik-baik saja?" sebuah suara terdengar, aku menggigit bibir kencang sambil mengumpat dalam hati lalu dengan perlahan mengangkat diriku bangun.
Sial,
Dia Hyunjin.
"Ah.. i..tu.. buku-bukunya lebih berat dari perkiraan" jawabku asal penuh rasa gugup, aku memberanikan diri menatapnya, kini ia tengah berjongkok sambil menatapku heran, iya heran.
"biar kubantu. Kemana?" tanya nya. Aku membulatkan mataku.
Diam-diam aku sangat bersyukur karena Hyunjin berniat membantu, bukan apa-apa tapi yang jelas aku tak akan kuat jika membawa semua buku ini sendirian.
"ke kelas 3-3. Kelasmu, kan?" jawabku. Ia mengangguk dan mulai mengumpulkan buku-buku yang berserakan tersebut. Aku juga langsung ikut mengumpulkannya.
Sekarang buku-buku itu terbagi dua, satu tumpuk di tanganku dan satu tumpuk di tangannya. Kami naik tangga bersama dalam diam, tak ada yang memulai pembicaraan, aku tak berharap juga sih karena aku sudah tahu bahwa dia itu bukan pria yang suka sok kenal dan sok dekat.
"siapa yang menyuruhmu?" tanya Hyunjin membuka pembicaraan. Aku agak tertegun, bingung akan pertanyaannya lalu sadar bahwa yang ia bicarakan adalah buku-buku ini, lalu aku menjawabnya
"Gu-guru Min" jawabku. Hyunjin hanya mengangguk setelahnya.
Wah, bagaimana bisa aku tak menyadari keberadaan Hyunjin di sekolah? Saat berjalan bersamanya saja aku kerap merasakan banyak murid perempuan yang lewat dan menatap Hyunjin dengan penuh tatapan kagum atau sekedar tak akan melewatkan sosoknya jika lewat, membuatku berpikir bagaimana bisa hidup dengan semua tatapan seperti itu dari orang yang bahkan tak kukenal sama sekali.
Sunyi lagi sampai akhirnya kami sampai di kelasnya dan ia hanya mengisyaratkanku untuk menaruh buku-buku itu di meja guru. Aku menurutinya lalu setelah itu pergi dari kelasnya.
Ya ampun bahkan aku lupa untuk bilang terimakasih padanya, padahal kalau tidak ada Hyunjin saat itu pasti aku akan kesusahan.
Aku harus membalasnya lain kali :)
Ah, kalau dipikir-pikir itu adalah pertama kalinya aku berbicara dengan Hyunjin.
----
Hari ini hari jumat, aku baru saja menyelesaikan kelas malam dan sekarang jam telah menunjukkan pukul 9 malam.
Tiba-tiba ponselku menyala bersamaan dengan suara ringtone tanda panggilan masuk, nama Ibu tertera disana. Aku buru-buru mengangkatnya, sepertinya ia akan bicara soal menjemput Kijun yang belakangan ini terkadang ikut kursus hingga malam, walau tak semalam waktuku pulang ke rumah.
"Ya, bu?" tanyaku saat mengangkat telpon.
"Kijun telah menunggu di hakwon, jemput dia ya" perintah ibu diseberang sana. Aku mengiyakan.
Aku memang tak ada hakwon setiap hari jumat karena kelas malam selesai cukup larut, aku biasa menjemput Kijun yang ikut Hakwon sebelum pulang.
Hakwon yang ia datangi cukup dekat dengan sekolah jadi untuk sampai ke Hakwon-nya tak butuh waktu lama dengan berjalan.
Aku menjemputnya dan kami naik bus bersama.
"kau tak keberatan tiap hari menunggu aku seperti ini?" tanyaku sambil menatap Kijun yang kelihatan kelelahan.
"tak apa-apa, saat besar nanti juga akan kemana-mana sendiri" ujarnya. Aku tersenyum melihatnya, sedikit terkejut melihat dirinya yang terlihat dewasa di umur 10 tahun itu.
"Kim Kijun memang yang terbaik!"
Kijun hanya tertawa kecil.
to be continued...
Kalau suka tolong vote dan comment nya ya sayangku!
KAMU SEDANG MEMBACA
Namesake | 2hyunjin
FanficTentang kita yang senama. starring: - kim hyunjin (loona) - hwang hyunjin (stray kids) from: April 2018-present disc in bahasa, baku.
