❤32❤

186 29 23
                                    

Chapter Sebelumnya. . .

"hyung darah" kata sehun.

"hiks hiks aakkhh sakit hikss kalian pembunuh hiks." kata umji menatap kedua suami bejatnya.

" apa maksud mu." tanya chanyeol.

"hiks kalian pembunuh anak kalian sendiri hiks aakkhhhh sakit aaahhh" kata umji dan setelah itu umji berteriak dan pingsan.

Chanhun yang masih shock dengan jawaban umji segera tersadar saat umji jatuh pingsan dengan darah yang masih terus mengalir.

Dengan segera chanhun memakai pakaian mereka asal dan memakaikan pakaian untuk umji, mereka membawa umji menuju rumah sakit.

Tak pernah ada hentinya kedua namja tersebut mengucap maaf ke umji yang tidak sadarkan diri.

"apa yang kita lakukan hyung kita membunuh calon anak kita hyung hiks"

Kata sehun mengusap perut datar umji dengar air mata yang mengalir.

"tenanglah, tenang hiks." balas chanyeol.

Padahal dirinya juga merasakan betapa menyesalnya dia sekarang.






Chapter 32. . .

Chanyeol terus mengendarai mobilnya tanpa perduli jalanan disekitarnya, sekarang dipikirannya hanya umji, dan sebuah penyesalan tentunya.

Sedangkan sehun yang duduk dijok belakang tengah memangku umji dan terus merapalkan maaf ke tubuh umji yang tidak sadarkan diri.

Selang beberapa saat kemudian akhirnya mereka sampai dirumah sakit dengan tergesah chanyeol keluar dari mobilnya membuka pintu belakang dan membantu sehun membawa umji ke UGD rumah sakit.

"dokter dokter dokter cepat tolong isteri kami."

Suara chanyeol dan sehun menggema di UGD rumah sakit membuat suster jaga dan dokter kalang kabut menghampiri chanhun, paramedis membawa tubuh umji masuk kedalam ruangan untuk di ditangani sedangkan chanhun terjatuh lemas di depan ruangan tersebut.
Air mata penyesalan terus mengalir dari kedua mata mereka, bahkan chanyeol sudah memukuli kepalanya sendiri, dan sehun menonjokkan tangannya ke dinding rumah sakit.

Kilasan kilasan sebelum kejadian terlintas dikepala sehun.
Pantas saja isterinya itu tidak suka bau menyengat, selalu memegangi perutnya, bahkan selalu terlihat pucat akhir akhir ini, ternyata calon anak mereka tengah tumbuh didalam rahimnya.
Betapa bodohnya dia tidak menyadari itu semua, dan malah terhasut ucapan manis si ular betina yang menghancurkan segalanya.

"mian umjia mian bertahanlah beri aku kesempatan lagi untuk merubah segalanya ku mohon jangan menyerah."

Rancau sehun dengan isak tangisnya yang memilukan.

Sedangkan chanyeol sangat shock pandangan kosong dengan air mata yang terus mengalir tidak mau berhenti.
Memori tentang umji juga terus berputar dikepalanya.
Bahkan dia masih ingat betapa telatennya isteri manisnya itu mengurus kebutuhannya, tapi apa? dirinya hanya terus menyudutkan umjinya, membanding bandingkannya, berkata kasar padanya dan bahkan memukulnya, si ular betina  berhasil memanipulasi semua pikirannya.
Sekarang hanya sebuah penyesalan tiada akhir yang dirasakan chanyeol.

"kau marah pada ku jia, maaf bangunlah bertahanlah, izinkan aku yang bodoh ini memperbaikinya, ku mohon sayang."

Chanyeol terus saja merancau meratapi kebodohannya, ketidak becusannya menjaga malaikat mereka selama ini.

P.H.O + SEQUEL(📥✋)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang