Seokjin memasuki ruangan, tempat si pemuda Park dirawat. Jihyun masih berada di gendongan, lelaki paruh baya ini mendekati Jimin yang sedang duduk bersandarkan bantal sembari memandang jendela. Menyadari kehadiran seseorang, membuat sosok rupawan ini memutar kepala. Jimin mengukir senyum, menganggukkan kepala singkat pada Seokjin.
Seokjin menghela napas panjang, ia balas senyuman pemuda itu. Lelaki ini duduk di kursi, memangku Jihyun yang sudah terlelap. Keadaan hening, Seokjin tidak melontarkan perkataan apapun. Masih sibuk berkutat dengan segala hal yang terjadi, semua yang terjadi tanpa terduga olehnya. Lelaki paruh baya ini menatap Jimin, lalu ia berakhir menatap tangan pemuda itu yang dibalut oleh gips. ”Bagaimana keadaanmu? Sudah lebih baik?” tanya Seokjin.
”Ya,” sahut Jimin singkat. Pemuda ini menganggukkan kepala, sembari ia melemparkan senyum pada Seokjin. Kemudian, sepasang hazel kelam Jimin tertuju pada Jihyun yang sudah terlelap di pangkuan Seokjin. Senyum itu luntur, hanya melihat Jihyun yang terlelap. ”Maafkan saya, Tuan Kim. Saya benar-benar menyesal karena....”
”Jangan meminta maaf padaku,” kata Seokjin. Lelaki paruh baya ini segera memotong ucapan Jimin, sepasang mata lelaki ini menyendu. Salah satu tangan mengelus rambut Jihyun, ia menghela napas. ”Kau harus minta maaf pada puteriku dan cucuku, Jimin. Bukan aku yang terluka, tapi puteriku dan cucuku.”
”Puteriku melewati masa-masa sulit, saat ia mengandung Jihyun tanpa ada suami yang mendampinginya. Puteri kecilku mendapat hinaan karena hamil diluar nikah. Bahkan setelah ia melahirkan, ia harus menunda masuk perguruan tinggi agar bisa merawat Jihyun. Kimmy berjuang seorang diri, Jim. Aku sebagai seorang Ayah, hanya bisa membantu sedikit.”
Air mata melesak keluar tanpa seizin Jimin, mendengar cerita perjuangan Hyeon Na dari Seokjin. Pemuda ini menunduk, rasa penyesalan yang hinggap di hati semakin membesar. Perasaan bersalah semakin melebar, ia merasa sangat buruk sekarang. Jimin bukan lelaki baik untuk Hyeon Na, bukan Ayah yang bertanggung jawab untuk Jihyun.
”Saat aku melihatmu untuk pertama kalinya, aku merasa janggal dengan dirimu. Kau begitu mirip dengan Jihyun,” kata Seokjin. Lelaki paruh baya ini tertawa, menghapus air mata di sudut mata. ”Aku tidak pernah tahu, siapa pria yang telah membuat Kimmy hamil. Kimmy tidak bercerita padaku, ia menyembunyikan jati diri lelaki yang tidak bertanggung jawab itu dariku. Dan ternyata, kau adalah Ayah biologis Jihyun.”
”Aku mendengar semua pertengkaran kecilmu dengan Hyeon Na saat kau menjenguk Jihyun,” kata Seokjin. Ia menghela napas, mengusap wajah kasar. ”Rasanya aku ingin memukul wajahmu saat itu, karena kau baru muncul setelah lima tahun. Tapi aku tidak melakukan hal itu, karena aku tidak punya hak untuk ikut campur urusan kalian.”
Seokjin beranjak dari kursi, lelaki ini menggendong Jihyun kembali. Seokjin tersenyum tipis, menatap Jimin yang telah berlinang air mata. ”Buktikan padaku bahwa kau sudah menyesali perbuatanmu, Park. Lakukan apapun, supaya Kimmy mau membuka pintu maaf untukmu. Dia yang paling terluka di sini,” kata Seokjin.
**
Jimin tersenyum lebar, memandangi Jihyun berdiri di ambang pintu ruang rawat. Ia melambaikan sebelah tangan, mengisyaratkan pada Jihyun untuk menghampirinya. Tampak ragu, Jihyun menghela napas panjang. Bocah tampan itu berjalan, mendatangi Jimin yang duduk sambil bersandar pada tumpukan bantal.
”Naiklah ke sini,” kata Jimin. Pemuda ini menepuk-nepuk tempat kosong di ranjang, meminta Jihyun untuk duduk di sana. ”Apakah kau bisa naik sendiri, Jihyun? Butuh bantuan?” tanya Jimin.
Tidak mendapatkan jawaban, bocah itu bungkam. Menaiki kursi susah payah, kemudian duduk di ranjang Jimin. Jihyun terkejut, saat Jimin tiba-tiba mengangkat tubuh dengan sebelah tangan. Mendudukkan Jihyun pada pangkuan pemuda itu, Jihyun menghadap dada bidang Jimin.
KAMU SEDANG MEMBACA
Accident [Lengkap]
Romance"Jimin," panggil Hyeon Na. Gadis ini menggigit bibir bawahnya, menatap sosok tampan itu. Matanya bergerak gelisah, terlalu takut untuk melihat ekspresi Jimin nantinya. "A-aku..." "Ya?" "Aku hamil," ujar Hyeon Na. Gadis ini kembali menggigit bibir ba...
![Accident [Lengkap]](https://img.wattpad.com/cover/145684425-64-k125516.jpg)