Atmosfir disana menyeramkan bagi seorang Jaehwan.
Ia meraba tengkuknya yang meremang.
'Mereka bertiga kenapa sih??'
Baru saja ingin bertanya, tangannbya ditarik oleh seseorang.
"Hyunie~!" Jaehwan berbisik senang.
Mengikuti orang yang menarik tangannya. Sebelum keluar mereka berdua mengisi daftar peminjaman buku.
"Mereka itu kenapa? Kukira mati lampu, habis auranya gelap sekali disana"
Jaehwan tertawa pelan sambil mengangkat bahunya tanda tidak tahu.
"Seseram itu ya? Ahahaha"
Mereka berdua tertawa mengingat peristiwa tadi.
Mata Jaehwan tertarik melihat tulisan di cover novel yang dipangku temannya itu.
"Jonghyunie, itu novel apa?"
Jonghyun memperlihatkannya kepada Jaehwan "Goodbye Summer, tentang persahabatan, Cinta dan keluarga. Ini novel keluar sebelum kita lahir"
Jaehwan mengangguk "Goodbye... Summer" matanya memandang langit.
"Perasaan apa ini..." Gumamnya.
"Sedang apa kalian disini?" Guanlin membuka percakapan diantara mereka bertiga.
Minhyun mendecih "Seharusnya aku yang bertanya padamu playboy manja"
Daniel hanya terdiam menatap dua orang yang saling menatap tajam. Ia memutar bola matanya jengah.
"Ketua OSIS yang dipandang berwibawa ternyata memiliki sisi buruk kkk~" Daniel tertawa sinis "Jaga Image sekali, tuan muda sombong ini"
"Permainan macam apa ini, cih" celetuk Guanlin.
"Jae, ayo ki-- Loh? Kemana dia?"
Daniel celingukkan mencari sosok chubby itu. Begitu pula dengan Minhyun dan Guanlin.
Mereka bergegas keluar perpustakaan. Namun, tidak dengan Daniel. Ia terlebih dahulu melihat daftar peminjaman buku.
Ia tersenyum menemukan nama Jaehwan di nomor terakhir. Membaca nama diatasnya.
"Ah..."
"Kau serius akan melanjutkan sekolah perawat di Amerika, Jae? Oh, ayolah itu terlalu jauh!"
Jonghyun memelas menatap wajah sahabat karibnya itu.
Taman tempat mereka istrirahat menjadi ramai semenjak bel istirahat berbunyi.
"Eomma yang menginginkanku untuk sekolah disana, Hyunie"
"Setelah memaksamu untuk menyetujui perjodohan bodoh itu, sekarang bibi kim mengatur sekolahmu? YAA!! Aish!"
Jaehwan memukul kepala Jonghyun memakai buku tebal yang baru dipinjamnya.
"Mau bagaimana lagi, dulu diantara 3 anaknya hanya aku yang diberi kebebasan. Sekarang saatnya bagiku untuk menuruti kemauan Eomma..."
Jonghyun memalingkan wajahnya dengan tangan terlipat di dada.
Jaehwan yang melihatnya hanya mampu menghela nafas "Andaikan Appa masih hidup... Mungkin nasibku berbeda" lirihnya.
"A-aku juga ingin meraih mimpiku seperti anak yang lain... Tanpa perjodohan, tanpa kemauan eomma... Tanpa dikekang... Aku ingin Hyun hiks"
Jonghyun yang sadar sahabatnya itu menangis langsung memeluk tubuh berisi itu.
Mengelus punggungnya, mencoba menenangkannya.
"Hiks... Seandainya waktu itu Appa tidak berlari untuk menyelamatkanku, pasti Appa sekarang masih hidup hiks... Eomma tidak akan seperti ini"
"Pantas jika eomma bersikeras menjodohkanku hiks, agar hak asuhku jatuh ke tangan Minhyun hyung hiks dengan begitu eomma tidak perlu repot menyingkirkanku... Aku benarkan Hyunie?"
Mereka berdua menjadi tontonan murid yang sedang beristirahat disana.
Bahkan ada yang mengira jika Jonghyun yang menyebabkan Jaehwan menangis.
"Mereka bertengkar ya? Pasti Jonghyun yang mulai lagi"
"Sudahlah Sohye, habiskan bekalmu"
Jaehwan terisak dibahu Jonghyun. Tangannya meremas seragam Jonghyun.
"Aku kesal hiks..." Jonghyun mengangguk.
Ia paham situasi yang dialami sahabatnya itu. Karena dia mengalaminya juga, tapi ia bukan tipe anak penurut seperti Jaehwan.
Ia bahkan terang-terangan akan mengganti marga dan pergi dari sana jika orangtuanya masih bersikeras memaksanya.
"Psst, uljima ne" Jonghyun menangkup pipi bulat Jaehwan. Menghapus air mata yang mengalir disana "Jangan menangis sahabat tembamku... Nanti aku diomeli Daniel lagi, ayolah~"
Jaehwan mengangguk. Menghapus air matanya menggunakan dasi.
"Terima kasih, Hyunie" Jonghyun tersenyum.
"Terima kasih kembali karena telah membuatku menjadi Jonghyun yang lembut"
Mereka berdua tertawa lalu berpelukkan satu sama lain. Saling menggoyangkan badan ke kanan dan kiri.
"Tinggal sedikit lagi, akan ku pastikan kau lepas dari mimpi burukmu itu"
Daniel tersenyum menatap dua sahabat itu saling berpelukkan.
Ia akan berterima kasih kepada Jonghyun dengan meneraktirnya Ramen.
TBC
Maafnya dikit banget, abisnya pas mau di up sebagian ceritanya ilang😭😭😭 bahkan 4 chapter lanjutannya raib... Ih wattpad kenapa sih!? Ngeselin banget.
KAMU SEDANG MEMBACA
Goodbye Summer [ END ]
FanficKetika peristiwa dimasa lalu menyeretmu menuju lubang neraka. Apakah ada harapan untuk mencegahnya?
![Goodbye Summer [ END ]](https://img.wattpad.com/cover/149193188-64-k834511.jpg)