Chapter 2: Pncarian Pertama

177 22 0
                                    


Waktu masih menunjukan jam 5 pagi, bahkan matahari masih enggan menampakan dirinya. Tapi dua pemuda di rumah ini sudah disibukan dengan pekerjaanya masing-masing. Di area dapur seorang pemuda berambut hitam terlihat sibuk memotong sayuran yang akan dia buat menjadi sarapan pagi ini, sedangkan di sampingnya piring-piring berterbangan seolah membersihkan diri mereka sediri dengan aliran air yang entah mengapa mengikuti pergerakan piring-piring tersebut. Sedangkan di ruangnan lain seorang pemuda berambut pirang sedang asik membersihkan ruangan.

"Kris, aku sudah selesai membuat sarapan, bisa kau bangunkan xiumin dan sehun untuk sarapan ?" teriak Suho dari dapur yang langsung di tanggapi dengan patuh oleh Kris.

"Baik Hyung" kata Kris sebari berjalan menghampiri pintu kamar xiumin dan sehun yang tidak terlalu jauh dari tempatnya bersih-bersih tadi, tepat di depan pintu, dia mengambil kuda kuda dan menarik napas dalam dalam bersiap untuk berteriak sekencang yang bisa dia lakukan.

" Yah, kangaji, il-eona ..!!!, mau sarapan tidak, hyung sudah membuat sarapan, atau aku habiskan jatah kalian..!!!"

kemudian berbalik melanjutkan pekerjanya yang tertunda dengan ekpresi datarnya.

Sementara itu didalam kamar dua mahluk setengah serigala terlihat gelisah karena tidurnya yang terganggu. Salah satu dari mereka sudah terduduk, tanganya yang tidak berubah menjadi serigala mengosok gosok matanya, membiasakan diri dengan cahaya di ruangan tersebut, sementara telinga serigalanya masih terlipat ke samping pertanda dia sebenarnya masih ngantuk. Sedangkan yang lainya lebih memilih untuk melajutkan tidurnya dengan membuat kehangatan dari bulu-bulu lebat di ekornya yang dia lingkarkan di samping badannya.

"hyung, il-eona, kris hyung benar-benar akan menghabiskan jatah makanan kita jika kau tidak bangun" kata sehun, manusia serigala yang ternyata adalah pemuda tampan berambut coklat, dengan sepasang telinga serigala di atas kepalanya yang sekarang sudah tidak lagi terlipat ke samping sedangkan ekor belakanya dia gerak gerakan pertanda dia sedang gelisah karena hyungnya yang tidak kunjung membuka mata, tangan putihnya terus menggoyang goyangkan tubuh Xiumin.

Xiumin merenggangkan lilitan ekornya sebagai respon dari prilaku adiknya tersebut. mata bulatnya mengerjap membiasakan dengan cahaya yang masuk, sampai manik abu abunya bertemu dengan manik coklat milik sehun, dan di balas dengan tatapan membunuh oleh sang pemilik.

"baiklah, baiklah aku bangun sekarang" ucap Xiumin sebari bangkit dari tempat tidurnya "dan jangan pernah menatapku dengan tatapan seperti itu lagi oke" lanjutnya sebari mengusap lembut rambut coklat Sehun dan di balas dengan cengiran ala anak umur lima tahun oleh adiknya.

"emm, akan ku coba" jawab Sehun sekenanya yang berakibat mendapat tendangan ringan di pantatnya.

"yah, kalian seriusan tidak ingin sarapan" suara triakan Kris membuat mereka berlari keluar kamar.

***

Sekarang di sinilah mereka, di sebuah ruang makan yang terlihat minimalis dengan meja makan panjang berwarna putih susu dan 12 kursi kayu coklat mengelilinginya. Hanya Suho yang tau kenapa ada 12 kursi yang tersedia di meja makan mereka, padahal hanya mereka ber 4 penghuni rumah tersebut, tapi Setiap Xiumin, Sehun ataupun Kris bertanya padanya jawaban suho tetap sama

"akan aku ceritakan jika sudah waktunya"

Kata-kata itu membuat mereka semakin penasaran, rahasia apa yang sebenarnya di sembunyikan hyungnya tersebut, hingga harus menunggu waktu yang tepat hanya untuk bercerita pada mereka. Dan akhirnya waktu itu pun datang juga hari ini.

Setelah mereka menyelesaikan sarapan mereka, Suho dengan pengendalian airnya menarik piring-piring kotor tersebut ke dapur dan membersihkanya, tampa beranjak sedikitpun dari meja makan. Dia membuka sebuah gulungan kertas di atas meja yang entah sejak kapan ada di tanganya. Gulungan kertas itu tampak tua, terlihat dari warna kertasnya yang sudah menguning dan dipotong tidak rata di pingir-pinggirnya, terdapat noda hitam bekas terbakar di beberapa ujung kertas tersebut, sepertinya gulungan kertas itu pernah hamper terbakar entah karena sebab apa, tapi berhasil diselamatkan.

Forecast (EXO Fanfic)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang