Jangan lupa vote and komennya mentemen. Terimakasih
사랑해 :*
Sebelumnya di Forecast
"Seorang hiks pria... berambut hiks perak... membunuh... gadisku hyung.. " ucapnya susah payah menahan isakanya..
Semua orang di ruangan tampak kebingungan siapa sekiranya orang yang Sehun maksud, tapi tidak dengan Baekhyun, pikiranya mengarah pada satu nama yang dia kenal betul pasti dengan mudah mulakukan itu, Alien yang sangat dia kenal, Tao.
Sedangkan dalam pikiran Sehun kemarahanya mengacu pada satu nama Luhan, pria berambut perak yang sering dia lihat bersama gadisnya, dari sejak awal melihatnya dia sudah tau Luhan bukanlah manusia.
****
Suho POV
"Hyung aku tidak bisa merasakan detak jantungnya"
Chanyoel menatap waswas kearahku, jarinya masih menempel di leher gadis yang di bawa sehun tadi untuk memeriksa nadinya. Aku bertukar tempat denganya dan memastikan sendiri apa yang Chanyoel katakana, Chanyoel benar aku tidak bisa merasakan nadinya tapi telingaku yang tajam masih dapat mendengar suara jantungnya yang berdetak sangat lemah, begitu lemah persis seperti suara detak jantung ibuku, saat dia akhirnya berhenti berdetak.
Jika aku berbicara sebagai seorang dokter, tidak ada lagi yang bisa aku lakukan untuk gadis ini, dalam beberapa menit kedepan, dengan luka di kepalanya dan banyaknya darah yang keluar, detak jantungnya akan berhenti, sama seperti ibuku. Tapi diluar ruangan ini, salah satu adikku sedang menggantungkan hidupnya pada gadis ini. Apa yang akan terjadi jika aku gagal menyelamatkanya, mungkin saja Sehun akan menghancurkan seisi kota ini dengan anginnya, atau mungkin lebih buruk. Sebagai seorang anak Dewa aku bisa menyembuhkan diriku sendiri dengan air, tapi aku tidak tau apa aku bisa melakukanya untuk orang lain. Haruskah aku melakukan percobaan pada gadis yang sedang sekarat ?, aku tidak sejahat itu.
Aku berbalik menghadap Kyungsoo yang sedari tadi berdiri di ambang pintu memperhatikanku, atau mungkin dia hanya menunggu perintah apa lagi yang akan aku berikan, huhh.. benar benar hubungan yang rumit.
"Kyungsoo ya.. apa kau punya solusi untuk menyelamatkanya ?"
" Aku bisa menyembuhkanya dengan kekuatanku, selama dia belum mati" kyungsoo menjawab dengan muka datarnya seolah kita sedang tidak membicarakan mahluk bernyawa yang sebentar lagi kehilangan nyawanya.
"kau bisa melakukanya ?, lalu kenapa tidak kau lakukan sejak tadi, bukanya sejak tadi kau melihatku bingung mencari solusi"
"hey, kenapa kau berteriak pada ku, lagipula itu salahmu, kau tidak meminta apapun dariku"
"apa kau harus menunggu perintah dariku untuk menyelamatkan manusia yang sekerat, yang benar saja, dia sudah hampir mati, apa kau tidak punya rasa kemanusiaan ? "
kepalaku rasanya akan meledak menghadapi bocah satu ini
"aku iblis, ingat ?"
Dia benar, pertannyaan bodoh apa yang aku katakana, aku menarik nafasku untuk menetralkan emosiku yang meluap tadi.
"baiklah kyungsoo_si apa yang harus aku lakukan agar kau mau menyelamatkan gadis ini"
"perintahkan saja padaku hyung, seperti yang sudah ku ajarkan" kyungsoo memerkan seyum mengerikanya padaku.
Aku menarik napas untuk menenagkan pikiranku kemudian menatap manik biru kyungsoo.
"Do kyungsoo aku perintahkan kau untuk menyembuhkan gadis itu" kataku tegas, yang akan menjadi perintah mutlak untuknya.

KAMU SEDANG MEMBACA
Forecast (EXO Fanfic)
Fantasysebuah ramalan tentang kehancuran bumi membuat Suho harus terlibat dalam sebuah misi besar untuk menyelamatkan bumi atau nyawanya yang akan jadi penggantinya.