[1] : Awal yang menyakitkan

1.5K 69 0
                                        

"Hey bodoh!!apa kau tidak bisa sedikit sopan pada yang lebih tua darimu?" teriakan bercampur amarah itu berasal dari seorang lelaki bertubuh gempal berambut pirang di hadapanku, tatapan matanya seolah sudah siap melubangiku,

"M-maaf senpai a-aku tidak sengaja" Aku berusaha meminta maaf pada kakak kelasku ini, alasan kenapa aku meminta maaf padanya adalah karena aku tidak sengaja menabraknya, terlebih dia adalah anak pemilik sekolah ini tentu saja dia memiliki wewenang yang bebas dan tidak akan ada yang melarang meskipun ia melanggar peraturan sekolah.

"APA KATAMU!!MAAF!!JANGAN BERCANDA!!!"

"Ughh"

Tarikan dikerah leherku menjadi bukti bahwa dia memang sedang marah, aku sih tidak masalah dengan semua ini. Hanya saja yang jadi masalahnya adalah kami sedang disaksikan oleh seluruh siswa sekolah ini yang kebetulan sedang berada dikoridor.

"Hey, kau dasar manusia gagal, apa selama ini yang kulakukan padamu itu tidak cukup?kau masih ingin mencari gara-gara dengan ku, Hah!!!"

"T-tidak senpai..m-maafkan aku...su-sungguh aku tidak sengaja" Aku mencoba memohon agar dimaafkan ughhh tarikan dikerah leherku membuatku tidak bisa bernafas dengan baik.

"Dasar manusia tidak berguna...kau hanyalah bocah berumur 13 tahun, kau ingin melawan seniormu yang dua tingkat diatasmu, iya?!!"

"Ku-kumohon maafkan aku senpai a-ak-"

"Diam kau, akan kuberi kau pelajaran karena kurang ajar dengan seniormu"

Ichibara Shin itulah senior yang sedang menyeretku entah kemana setelah memotong ucapanku.

Ya benar apa yang dikatakan Ichibara-senpai aku hanyalah seorang anak laki-laki yang sedang didiskriminasi oleh seniorku. Itu memang sudah biasa terjadi padaku semenjak aku memasuki sekolah ini 4 bulan yang lalu, bukan hanya disekolah ini aku diperlakukan tidak manusiawi, tapi diseluruh tempat yang kudatangi aku selalu diperlakukan layaknya hewan. Bukan aku menjelek-jelekan diriku sendiri tapi memang itulah kenyataannya,

Bughhh...

Bughhh...

Bughhh...

"Rasakan itu wahai manusia gagal,itu adalah balasan karena kau tidak sopan pada seniormu,hahaha" Tawa meledak dari Ichibara-senpai dan teman-temannya, ya mereka sedang menertawakanku setelah aku tak berdaya karena pukulan dan seretannya kehalaman belakang sekolah.

Ughhh... Tubuhku sakit, rasanya semua tulangku patah karena pukulannya, yang bisa kulakukan sekarang hanyalah berbaring diatas rumput dengan keadaan yang cukup buruk.

"Cih...kau memang manusia tidak berguna... Apa hanya segini yang bisa kau lakukan? payah" Katanya lalu pergi meninggalkanku bersama teman-temannya.

"Apa hanya segini saja? Aku memang tidak berguna kau tahu. Lalu kenapa kau terus menyiksaku yang tidak berguna ini?" Aku hanya bisa menggerutu dibelakangnya, jika aku berani menggerutu dihadapannya sudah dipastikan mungkin aku tidak bisa lagi melihat hari esok, asal kalian tahu Ichibara itu mengerikan.

**********

Saat ini aku masih berada dihalaman belakang sekolah dan membolos pelajaran,bukannya aku tidak mau belajar,tapi badanku sakit semua atas tindakan yang dilakukan Ichibara padaku,aku hanya bisa berbaring untuk mengurangi rasa sakit yang mendera seluruh tubuhku,ngomong ngomong namaku Ryan Almora seorang anak berumur tigabelas tahun yang sedang menjalankan sekolah JHS,aku orang indonesia sebenarnya tetapi karena orang tuaku,ughh bahkan aku masih ragu mereka orang tuaku atau bukan,orang tuaku ada keperluan bisnis disini di jepang,setidaknya itu yang kudengar dari mereka sesaat sebelum kami pindah dari indonesia menuju negeri sakura ini,jika kalian bertanya kenapa aku meragukan orang tuaku tentu saja karena memang aku meragukan mereka,alasannya?apakah ada orang tua yang tega menyiksa putra mereka sendiri?apakah ada orang tua yang tega menjadikan putra mereka sendiri sebagai pembantu?apakah ada orang tua yang membiarkan putra mereka yang masih dibilang anak-anak bekerja untuk menghidupi dirinya sendiri?apakah ada orang tua yang tega membiarkan putra mereka didiskriminasi disekolah tanpa dibela sama sekali?jawabannya tentu saja orang tuaku yang berani melakukannya. Pada awalnya aku memang diperlakukan layaknya anak pada umumnya,diberi kasih sayang layaknya seorang anak,dimanja,dicintai tapi saat aku sudah berusia sekitar 5 tahun entah karena apa perlakuan mereka berubah padaku,kasih sayang mereka berubah menjadi sebuah amarah,aku juga tidak tahu alasannya dan sampai sekarang pun perlakuan mereka semakin menjadi jadi padaku,kenapa mereka tidak membuangku saja padahal mereka berlaku kasar,tentu saja jika mereka membuangku mereka tidak punya pembantu yang gratis,mereka tidak mungkin sudi membuang uang karena menyewanya,padahal yang selama ini mereka lakukan termasuk membuang-buang uang sebenarnya.
Oke kembali ke topik...

Ichibara Shin dia adalah anak pertama dari Ichibara Toka sekaligus pemilik dari sekolah yang kutempati saat ini,entah karena alasan apa Ichibara Shin sepertinya mempunyai dendam kesumat padaku,saat itu saat aku masih berstatus murid baru entah dari mana datangnya,dia menunjukku sebagai pembantunya,setelah itu setiap hari dia selalu memintaku untuk mengerjakan tugas sekolah miliknya,awalnya memang aku menolak tapi setelah itu aku mendapat bogem mentah darinya,jadi tidak ada alasan untuk aku menolak permintaannya,lagian aku termasuk murid yang lumayan pintar...kurasa.

Dan setelah itu hari hariku dimulai sampai detik ini,sekitar 4 bulan aku selalu menuruti perintahnya dan tadi adalah hari sialku,aku tidak sengaja menabraknya,TIDAK SENGAJA! tapi yasudahlah meskipun aku membela diri tetap saja aku yang salah.

"Huh.... Aku harus kembali kekelas,Ayumi-sensei pasti akan menghukumku karena tidak mengikuti pelajarannya. Sebenarnya kapan masalahku berakhir??".

**********

Huh akhirnya penderitaanku disekolah berakhir bersamaan dengan bel waktu pulang berdentang.

Ya hanya disekolah tidak menutup kemungkinan dirumah atau ditempatku bekerja masalah akan berdatangan.

Jika kalian berfikir kenapa aku tidak mengeluh? Aku sudah sering mengeluh, hanya saja doaku belum terkabul ternyata, mungkin aku masih banyak kekurangan sehingga Tuhan masih menguji seberapa sabar diriku. Tak apa aku akan menunggu hingga kebahagiaan datang padaku.

Akhirnya aku sampai dirumah yang sudah kutinggali selama beberapa bulan terakhir.

Aku membuka pintu rumah,dapat kudengar orangtuaku sedang berdebat.

Lagi?

"Kemana anak sialan itu?? Apa sebegitu lamanya dia sekolah?? Kurang ajar sekali dia!! "

"Mana kutau anak itu kemana? Memangnya hanya kau saja yang mencarinya? Aku juga mencarinya!! Jangan salahkan aku"

"Ku bunuh saja dia jika pulang nanti! Apa segitu pentingnya sekolah dibandingkan orangtua?"

"Hah terserah kau saja, aku tidak peduli"

Aku yang awalnya ingin menghampiri mereka seketika terbelalak kaki ku lemas dan tanpa kusadari aku berlari menjauh dari rumah itu.

"Apa sebegitu hinanya diriku dihadapan mereka?"

To be Continue

Hurt > He Is A Fail?[END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang