[8] : Penyesalan

796 45 0
                                        

"Ryan, kau sakit nak? Kenpa tidak bilang pada mama kalau kau sakit?" Ucap Rena pelan sambil mengelus rambut Ryan yang tengah tertidur dengan tenang.

Setelah mendapat kabar dari Rion bahwa Ryan sakit, Rena langsung bergegas pergi kerumah sakit bersama Doni.

Doni sedang keluar membelikan makan sementara Rion berkata ingin menemui seseorang jadilan Rena sendiri disini menemani Ryan yang tertidur pulas.

"Maafkan mama sayang, kamu pasti tersiksa dengan perlakuan mama, mama sadar selama ini yang mama lihat itu bukan kamu tapi Bima, mama tidak melihat kamu sebagai dirimu sendiri tapi sebagai Bima, mama sadar setelah kamu pindah keapartemen, mama minta maaf, bagi mama kamu tetaplah malaikat penolong mama, mulai sekarang mama akan melihat kamu sebagai Ryan buka sebagai Bima, maka dari itu, kamu harus sembuh". Rena menangis dengan menahan isakannya, ia takut Ryan terganggu karenanya.

Tapi tanpa diduga Ryan mendengar semuanya, Sebenarnya Ryan sudah bangun sejak Rena meminta maaf padanya, air matanya luruh dengan mata yang masih terpejam, perasaan lega menghinggapinya.

Ryan membuka matanya, mata yang tadinya terlihat tegas semakin sayu, Ryan tahu ini tidak akan lama.

"Mama gak perlu minta maaf, seharusnya Ryan yang minta maaf, sebenarnya Ryan sama sekali tidak amnesia, Ryan baik baik aja saat itu, Ryan hanya ingin kabur dari rumah, maafin Ryan ma, Ryan---"

"Sttt, mama gak papa Ryan, seharusnya mama berterimakasih, kamu hadir disaat mama terpuruk akan kepergian Bima, mama berterima kasih pada kamu karena mau ikut mama" Rena memeluk Ryan yang dibalas pelukan hangat dari Ryan,

"Terimakasih Tuhan karena sudah mendatangkan kebahagiaan"

"Ryan harus sembuh ya, nanti mama masakin makanan kesukaan Ryan". Rena melepaskan pelukannya dan menatap Rya teduh.

Ryan bingung harus menjawab apa,"iya ma Ryan bakal berusaha sembuh tapi...."maaf ma aku gak bisa janji, penyakit ini terus menggerogotiku.

Rena menunggu kelanjutan ucapan Ryan, Ryan menggeleng," tapi saat Ryan sembuh, Ryan bakal tagih ucapan mama tadi" lanjutnya Rena tersenyum lalu kembali memeluk Ryan.

"Iya sayang"

*********

Rion berjalan dengan cepat kekelasnya, matanya menyapu pada orang orang yang berada dikelasnya, setelah menemukan Nita gadis yang ia cari langsung saja ia menarik gadis itu menuju Roftoop.

"Apa? Kenapa kau menariku kesini?" Tanya Nita Heran.

"Kau sudah tau kabar Ryan?" Tanya Rion dengan nada menahan amarah.

Nita mengerutkan keningnya,"Tidak, aku tidak mendapat kabar apapun tentang Ryan". Terangnya.

Rion tersenyum meremehkan,"Jadi hanya sejauh ini perjuanganmu? Aku tidak menyangka Ryan menyayangi gadis iblis sepertimu" ucap Rion.

"A-apa maksudmu?" Tanya Nita gugup.

"Kau tau? Ryan sudah mengetahui sisimu yang sebenarnya, dia sudah mengetahui topeng yang selama ini kau pakai, walau begitu ia tetap berkata jika ia menyayangimu, sebesar apapun ia disakiti oleh mu, Ryan berkata jika ia akan tetap menyayangimu, aku tidak menyangka selama ini kau hanya bersandiwara, Ryan sakit, ia hampir menyerah karena orang yang ia sayangi perlahan meninggalkannya" Rion menghembuskan nafasnya.

"Jika kau ingin Ryan terus berada disini, maka cepat akhiri sandiwara ini, kau sudah menyakitinya terlalu dalam dan menambahkan kepingan yang hancur dihatinya" Rion melangkah menuju tangga.

"Jika kau masih tidak ingin mengakhiri sandiwara ini, maka setidaknya datanglah ke ruamah sakit dan bersandiwara sedikit lagi untuk membuat Ryan bahagia, meskipun itu hanya sementara"

Blam

Pintu Roftoop tertutup meninggalkan Nita yang masih berdiri mematung mendengar penuturan dari Rion.

Apa yang harus kulakukan?

To be Continue

Hurt > He Is A Fail?[END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang