[3] : Malaikat Penolong

673 52 0
                                        

"SUSTER!!DOKTER!! TOLONG!!CEPAT BAWA DIA! DIA KEHILANGAN BANYAK DARAH!"

Derap langkah kaki bersahut sahutan saat mendengar suara histeris seorang wanita. Orang orang berpakaian putih dengan sigap membopong seorang anak kecil keatas blankar lalu mendorongnya keruang ICU.

Wanita yang membawa anak itu menangis mengikuti dokter yang membawa seorang anak yang berlumuran darah.

"Maaf bu, ibu tidak diperbolehkan masuk, biar kami yang menanganinya" ucap suster kepada wanita itu, wanita itu mengangguk dengan masih berlinang air mata.

Beberapa saat kemudian

Dokter keluar dari ruangan itu menemui wanita yang sedari tadi menunggunya.

"Maaf apa anda keluarga pasien?" Tanya Dokter diabalas gelengan oleh wanita itu.

"Saya bukan keluarganya dokter, dia yang menyelamatkan saya saat saya hampir kecelakaan tadi, saya tidak tahu dimana orangtuanya, tapi jika dokter izinkan biar saya yang mengurus semuanya.

"Baiklah, pasien tidak apa apa, untung saja benturannya tidak terlalu keras sehingga tidak menyebabkan hal yang fatal, tapi mungkin pasien akan mengalami amnesia ringan pasca kecelakan, selebihnya semuanya baik baik saja, pasien akan sadar kurang lebih 2-3 hari kemudian, setelah itu kami akan memeriksa keadaanya lebih lanjut" jelas dokter itu membuat wanita itu menghela nafas lega.

"Baiklah dokter, terimakasih". Dokter itu mengangguk lalu berlalu pergi.

********

Ini sudah hari kedua pasca kecelakan itu, tapi anak itu masih betah menutup matanya.

Wanita itu dengan setia menunggu anak itu, suaminya bahkan datang dari Indonesia ke Tokyo untuk bertemu dengan seseorang yang telah menyelamatkan nyawa istrinya dari satu hari yang lalu.

Kelopak mata itu bergerak perlahan sampai beberapa detik kemudian matanya terbuka sempurna, matanya mengedar memperhatikan sekitar dengan sesekali alis berkerut.

Cklek...

Seseorang membuka pintu, lalu tertegun saat melihat orang yang beberapa hari ini masih menutup mata kita tengah memperhatikannya dengan alis berkerut.

Wanita itu, yang yang membuka pintu adalah wanita yang diselamatkan sianak.

Wanita itu mendekat kearah anak itu lalu dengan cepat menekan tombol darurat.

"Nak? Apa kau baik baik saja? Apa ada yang sakit?" Tanya wanita itu dengan panik yang ditanya tidak menjawab malah semakin mengerutkan keningnya.

Tak lama dokter beserta suster datang dan memeriksa anak itu.

"Dia tidak apa apa, semuanya normal" pernyataan itu mampu membuat si wanita lega.

"Nak apa kau mengingat namamu?" Tanya si wanita yang mendapat anggukan dari anak itu.

"Ryan... Ryan Almora" jawabnya pelan.

Si wanita tersenyum lalu melanjutkan pertanyaan nya.

"Apa kau mengenal siapa orangtua mu?"

Ryan terdiam beberapa saat lalu setelahnya menggeleng membuat senyuman si wanita sedikit luntur, merasa bersalah atas kejadian ini.

"Dokter"

Mengerti dokter memeriksa kembali Ryan.

"Seperti yang saya bilang sebelumnya, pasien kemungkinan akan mengalami amnesia ringan, yang membuat ia tidak bisa mengingat beberapa hal, ini tidak berbahaya tapi usahakan jangan terlalu dipaksa untuk mengingat karena akan berbahaya bagi pasien" jelas dokter, "baiklah kalau begitu saya permisi dulu" setelah mendapat anggukan dokter pergi dari ruangan tersebut.

"Apa kau tidak ingat mama nak? Ini Rena, mamamu". Ucap Rena pada Ryan.

"Mama?" Tanya Ryan, Rena mengangguk lalu memeluk Ryan, sudah diputuskan bahwa Ryan akan ia anggap sebagai anaknya, pengganti Bima yang sudah meninggalkanya lebih dulu.

"Iya nak, Ini mama, mama kamu" ucap Rena disela pelukannya, Ryan tersenyum lalu membalas pelukan Rena.

"Terimakasih sudah mendatangkan malaikat penolong".

To be Contine

Hurt > He Is A Fail?[END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang