"Ya! Anaconda, berlarilah memutariku." Perintah bocah berusia dua belas tahun itu kepada teman perempuannya.
Mungkin cukup aneh jika dibilang teman. Pasalnya hubungan pertemanan mereka tidak seperti anak sekolah dasar lainnya. Sedikit kejam. Tidak, memang kejam.
Anak perempuan yang semula berdiri dengan kepala tertunduk kini mulai berlari mengelilingi berandal kecil itu.
Lingkungan di gang ini terbilang cukup sepi untuk orang yang lalu lalang. Dan juga kumuh, hanya ada bilahan kayu bekas pakai dan genangan air yang terdapat di beberapa tempat. Gang ini sebenarnya hanya ruang di antara dua bangunan tua. Ini memudahkannya melancarkan aksinya sebagai berandal.
Entah, berandal kecil itu hanya senang melihat temannya menderita. Cukup memuaskan pikirnya. Hiburan dikala suntuk.
"Berhenti," kata bocah itu.
Bocah yang dipanggil Anaconda tersebut langsung menghentikan langkah kakinya. Yang tersisa hanyalah ia jatuh terduduk dengan deru napasnya yang cukup cepat.
"Taehyung-ah, tidakkah kita harus kembali ke rumah? Ibuku bisa curiga kalau siang ini aku pulang telat lagi." Ucap bocah lainnya yang sedari tadi bersandar diantara dinding bangunan tersebut.
Kumohon, pulanglah kalian berdua. Batin anak perempuan itu.
"Kau benar kook, aku tidak bisa membiarkan bibi marah padaku hanya karena seorang gadis menumpahkan minumannya ke sepatu ku,"
"Ayo kita pergi." Lanjut Taehyung.
Taehyung pergi lalu melangkah dengan sengaja menendang kaki bocah perempuan tersebut.
Ketakutannya kini berangsur-angsur memudar. Meskipun rasa sakitnya hampir tak bisa ia tahan. Ia bisa saja mengadukan ini pada siapapun jika ia ingin di keluarkan dari sekolah milik keluarga 'Kim' tersebut.
Sayangnya tekanan neneknya yang mengharuskan ia bersekolah di sana sampai lulus, mengurungkan niatnya itu.
Sekadar info, nenek bocah perempuan itu memang cukup keras terhadapnya. Semenjak sepeninggal kedua orang tuanya, mau tidak mau ia harus di urus oleh nenek dari pihak ayahnya itu.
Punggung Taehyung kini sudah tak terlihat. Menyisakan dua orang yang kini saling bertatap muka.
Jungkook mengulurkan tangannya berniat membantu bocah perempuan itu supaya berdiri. "Maafkan kelakuan hyung ku."
Bocah perempuan yang di ketahui bernama Yoon Anna tersebut menerima bantuan kecil dari Jungkook.
Entahlah, sikap Jungkook jadi sedikit berbeda jika Taehyung tidak ada di sampingnya. Mungkin karena dia takut, atau memang rasa empatinya sangat tinggi.
Omong kosong.
Kalau benar rasa empatinya tinggi, dia sudah menyelamatkan Anna sedari tadi.
Anna tidak mengharapkan apapun pada Jungkook, selepas itu ia pergi meninggalkan Jungkook dengan senyum gigi kelinci yang terpasang di wajahnya.
____
"Kim Taehyung adalah seorang pembully." bisik Aru.
Entah kebetulan atau apa, dua laki-laki kini berdiri tepat di meja Anna dan Aru tempati sambil membawa nampan berisi menu makanan hari ini.
"Boleh aku duduk disini?" Ucap Taehyung dengan senyumnya terpampang jelas.
Hell...
Anna tidak siap untuk bertemu dengan Taehyung sekarang. Dia malu setengah mampus.
KAMU SEDANG MEMBACA
SCAREY
FanfictionPertemuan setelah tiga tahun itu tidak seharusnya terjadi. Kedamaian hidupnya mulai hilang semenjak bertemu kembali dengan mantan seorang pembully kelas teri, Kim Taehyung. Perasaan gelisah, takut, trauma selalu menghiasi pikiran gadis itu. Namun, t...
