"Duduklah." Perintah Shikamaru saat sudah berada di meja yang ia pesan sejak beberapa hari lalu pada Naruto.
"Ha'i." Tanpa senyum yang lepas dari bibirnya, Naruto duduk dengan anggun. Ia menatap Shikamaru untuk menyuruhnya duduk juga.
"Kau mau memesan apa?"
"Hum... aku bingung, Shika-kun. Makanan disini sepertinya enak-enak." Naruto membolak balik daftar menu makanan itu dengan raut bingungnya.
"Kalau begitu," Shikamaru menatap pelayan yang berdiri di samping mejanya. "Aku pesan makanan terlezat disini."
"Ha'i. Silahkan menunggu, tuan." Pelayan itu sedikit membungkuk pada Shikamaru sebelum berlalu untuk membuatkan pesanan Shikamaru.
"Naru-chan?" Shikamaru beralih memandang Naruto, tangannya menggenggam tangan Naruto.
"N-nani Shika-kun?" Naruto yang mendapat sentuhan itu langsung blush.
"Aku ingin memberikan sesuatu padamu." Shikamaru melepas salah satu genggaman tangannya dan merogoh kantung celana, lalu mengeluarkan sebuah wadah berbentuk hati. "Semoga kau suka ya, ini kenang-kenangan dariku sebelum kita berpisah." Shikamaru membuka tutup wadah itu perlahan.
"B-berpisah? Kau mau kemana Shika-kun?" Naruto menatap wajah sedih Shikamaru dengan mata berkaca-kaca. Ia belum mau berpisah dengan siapapun sekarang, ia masih ingin menikmati dunianya bersama orang-orang yang ia sayangi.
"Aku akan berkuliah di Osaka Univesity setelah kelulusan nanti. Tou-san menyuruhku kuliah disana agar aku bisa mendapatkan pelajaran tanpa terganggu bisnisnya di Tokyo." Shikamaru menatap iris shappire itu dalam, ia mampu melihat kesedihan yang tersirat dari iris indah itu. "Jangan bersedih ya Naru-chan... aku akan sering menghubungimu nanti agar kau tidak kesepian." Shikamaru mengelus pipi tan milik Naruto yang mulai basah karena menangis.
"Hiks, kenapa kau juga mau meninggalkanku hah?" Naruto menerjang tubuh Shikamaru dengan pelukannya sambil menangis.
"Ssstt... aku tidak meninggalkanmu, Naru-chan. Aku hanya akan menempuh pendidikan disana, lalu setelah itu aku akan kembali ke Tokyo untuk menemuimu." Shikamaru mengelus rambut Naruto perlahan, ia ingin menenangkan sosok penyemangatnya selama ini.
Naruto Pov
Aku memeluk Shika-kun seerat yang aku bisa. Jujur saja, dia adalah idolaku selama ini dan penyemangatku ketika aku sudah putus asa terhadap semua ini. Aku tersenyum hanya untuknya dan Sasuke-kun, Tapi kenapa dia malah meninggalkanku?
Ku pejamkan mataku saat dia mulai meletakkan dagunya di kepalaku, rasanya nyaman. Namun kenyamanan itu seketika lenyap saat rasa sakit itu kembali, rasanya aku ingin membenturkan kepalaku ke tembok kali ini. Sakit...
Aku tidak bisa mengelak kenyataan kalau penyakitku ini akan semakin menggerogoti tubuhku dan perlahan akan membunuhku. Aku membiarkan sakit itu, tapi makin lama makin menjadi. Sampai sesuatu yang hangat itu keluar dari hidungku, membasahi pakaian Shika-kun. Dan suara terakhir yang ku dengar adalah teriakan Shika sebelum semuanya menggelap.
Naruto Pov End
.
.
.
TBC
Huft... part ini benar benar pendek ya... efek capek habis kelulusan'-')
KAMU SEDANG MEMBACA
Stay With(out) Me #Wattys2018 [END]
Non-Fiction"Aku harus pergi, maafkan aku jika aku pernah melukai hati atau fisikmu dan yang lain... jangan bersedih karenaku, aku menyayangi kalian semua.." . . . (inspired by the true story with the name change of the story owner to the name of the anime char...
![Stay With(out) Me #Wattys2018 [END]](https://img.wattpad.com/cover/150770490-64-k145166.jpg)