10

466 25 0
                                        

Kini Naruto ada di UGD, sementara Shikamaru dan Sasuke berada di luar sambil berharap cemas dengan keadaan Naruto yang tiba-tiba drop. Shikamaru tidak mengira Naruto akan drop begitu parahnya.

"Tuhan, aku memang bukan hambamu yang bertakwa, tapi aku mohon... untuk kali ini saja, sembuhkanlah dirinya. Jangan ambil dia dari pelukanku, aku mencintainya Tuhan... aku mencintainya." Pinta Shikamaru dalam hati. Ia menunduk dalam sambil memejamkan mata untuk menahan air yang sudah mendesak ingin keluar dari pelupuk matanya.

"Tuhan, sembuhkanlah Naru-chan... tolong kembalikan dia ke pelukan kami, jangan ambil dia Tuhan... aku menyayangi dia Tuhan." Sasuke meminta dalam hatinya. Ia mondar- mandir menunggu dokter keluar dari UGD dan memberitahukan keadaan Naruto.

Setelah hampir 2 jam menunggu, akhirnya lampu UGD mati dan seorang dokter keluar dari ruangan itu.

"Siapa anggota keluarganya?"

"Kami berdua, dok." Jawab Sasuke mendahului Shikamaru.

"Ikut saya ke ruangan." Dokter itu berjalan ke ruangannya yang tidak jauh dari ruang UGD di ikuti oleh Sasuke dan Shikamaru.

Dokter itu menyuruh Sasuke dan Shikamaru duduk di hadapannya. Dari raut wajahnya, dokter itu menampakkan keseriusan.

"Bagaimana keadaannya, dok?" Tanya Shikamaru.

"Kankernya sudah memasuki stadium akhir, dan..." Dokter itu menghela nafas. "Dia hanya memiliki waktu sekitar 3 bulan lagi."

"3 bulan!? Dokter bercanda kan?" Sasuke menggebrak meja, air matanya mengalir dari ke pipinya. "Naru-chan adalah perempuan yang kuat!! Dia tidak akan selemah itu dalam melawan penyakitnya!!"

"Maafkan saya, tuan. Tapi Naruto juga memiliki riwayat jantung lemah, kalau saja dia tidak memiliki riwayat penyakit itu, kemungkinan bertahannya dia akan semakin lama..."

"A-apa itu benar Shika!?" Sasuke beralih menatap Shikamaru.

"Iya, itu benar. Naru-chan juga memiliki riwayat jantung lemah." Shikamaru menunduk.

"Aku harus menemui Naru-chan!!" Sasuke beranjak dari tempat duduknya dan berlari keluar ruangan itu. Ia memasuki ruang UGD dengan perasaan kalutnya.

Digenggamnya tangan Naruto sekuat tenaganya. Ia menangis sambil mencium tangan Naruto.

"Naru-chan... jangan tinggalkan aku!!" Sasuke menangis sejadinya.

"Rrr~" Naruto membuka matanya perlahan. Ia memberikan senyum tipisnya pada Sasuke. "Aku tidak akan meninggalkanmu, Sasu-kun.." Tangannya menggenggam balik tangan Sasuke.

"Naru-chan..." Sasuke mendekap tubuh mungil itu erat.

"Sasu-kun, maaf ya... aku jadi membuatmu khawatir seperti ini." Naruto tersenyum tipis.

"Tidak, seharusnya aku yang meminta maaf Naru-chan! Aku yang membuatmu seperti ini, dan aku pun baru tahu apa yang terjadi padamu. Maafkan aku..."

"Tak ada yang salah disini, hanya saja Kami-sama mungkin memberi sedikit ujian untuk kita." Shikamaru memeluk Sasuke dan Naruto. Air mata itu tak lagi bisa ia bendung.

"Jangan menangis... aku tidak ingin di sisa hidupku ini aku melihat air mata kalian." Naruto menyeka air mata di pipi Shikamaru dan Sasuke bergantian. Tangannya sedikit bergetar karena harus menahan sakit.

Shikamaru menggenggam tangan Naruto saat tangan itu berada di pipinya. "Jangan mengatakan seperti itu, usiamu masih panjang... kau akan terus bersama kami."

"Tidak, Shika-kun... kaa-san telah menantiku, itu tandanya sebentar lagi aku bersama dia disana."

"Tolong jangan katakan itu lagi Naru-chan..." Ucap Sasuke dengan suara bergetar.

Naruto mengangguk pelan, mungkin hanya itu yang bisa ia lakukan sekarang untuk menenangkan hati kedua idolanya ini. "Sasu-kun, Shika-kun... aku boleh minta tolong?"

"Minta tolong apa Naru-chan?"

"Tolong ambilkan buku dan pulpen itu, juga balonnya. Dan bawa aku ke taman..."

"Mau apa kau ketaman? Kau kan masih lemah Naru-chan..." Jawab Sasuke sembari mengambil buku, pulpen, dan balon yang ditunjuk Naruto tadi.

"Aku mau menulis surat." Naruto tersenyum.

"Kenapa tidak disini saja?" Sasuke memberikan semua benda itu sementara Shikamaru mengambil kursi roda di pojok ruang UGD.

"Aku ingin menikmati pemandangan terakhirku." Naruto masih tersenyum sambil menatap langit-langit kamar. "Oh ya, tolong suruh Sanae-nee kesini juga ya. Aku ingin memberikan sesuatu untuknya."

"B-baiklah." Shikamaru mengambil ponselnya dan mengirim pesan ke Sanae agar Sanae secepatnya ke Rumah Sakit.

Sasuke menggendong Naruto ke kursi roda sambil tersenyum miris. Ia menyadari surai sahabat kuningnya itu banyak yang rontok ke tangannya, membuat Sasuke kembali meneteskan air matanya. Sasuke dan Shikamaru membawa Naruto ke tempat yang ia inginkan, ke taman.

.

.

.

TBC

Stay With(out) Me #Wattys2018 [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang