Disini mereka berada, di taman rumah sakit tepat di bawah pohon sakura yang sedang bermekaran. Naruto memandang langit yang biru itu sambil tersenyum.
"Sasu-kun, sinikan buku dan pulpen itu.." Naruto mengambil buku dan pulpen dari tangan Sasuke.
"Kau mau menulis apa, Naru-chan?"
"Surat." Naruto tersenyum.
"Dear God,
Aku titipkan semua temanku padamu Tuhan, aku titipkan kakakku untukmu. Jika aku kembali ke sisiMu nanti, tolong jaga mereka semua. Jangan biarkan mereka bersedih, karena itu juga akan membuatku bersedih. Aku juga minta maaf atas semua kesalahanku Tuhan, Kau sudah tahu kalau waktuku sudah tidak banyak, jadi aku mengirimkan surat ini untukmu.
Uzumaki Naruto"
Naruto menggulung kertas itu dan mengambil sebuah balon dari tangan Sasuke, lalu mengikatkan kertas itu pada balon. Ia menerbangkan balon itu sambil menahan air matanya. Setelah balon itu melayang, Naruto kembali menulis di buku, tapi sebelum ia menulis, ada seseorang yang memeluknya dari belakang.
"Naru-chan..." Sanae menangis.
"Nee.." Naruto memeluk leher Sanae dan menempelkan pipi pucatnya di pipi Sanae. "Jangan menangis ya."
"Bagaimana aku tidak menangis sementara adikku ini tiba-tiba masuk Rumah Sakit hah!?" Sanae mengomel di tengah tangisannya.
"Nee... jangan menangis, ku mohon." Naruto tersenyum tipis. Bibir pucatnya itu membisikkan sesuatu yang mengejutkan bagi Sanae. "Jika aku pergi, Shika-kun dan Sasu-kun yang akan menjadi adikmu ya nee?"
"Tidak!!! Tidak ada siapapun yang bisa menggantikan posisimu Naru-chan!!"
"Nee.." Naruto menyeka air mata Sanae. Ia tersenyum, berusaha menghibur kakaknya itu dengan fake smilenya. "Mereka akan jadi adikmu yang baik nee... oh ya, Itachi-nii mana?"
"Ada apa Naru-chan?" Pria bersurai senada dengan Sasuke itu kini berada di samping Sanae.
"Aku titip nee ya," Naruto tersenyum. Ia menuliskan beberapa kata pada bukunya.
"Dear all,
Terima kasih untuk segalanya yang kalian berikan padaku... terima kasih atas seluruh kasih sayang kalian... terima kasih telah mendukungku sampai detik terakhirku... terima kasih telah mencintaiku...
Aku sangat berharap, kalian jangan sedih karena kepergianku. Aku sudah memberikan kenang-kenangan untuk kalian semua, kenang-kenangan itu ada di dalam laci bawah meja belajarku. Salah satu kenang-kenangan itu akan terus mengingatkan kalian pada sosokku yang paling menyebalkan ini ^-^
Ah ya, maaf ya untuk beberapa temanku yang mungkin pernah ku lukai, baik sengaja atau tidak sengaja. Aku melakukan itu hanya untuk melindungi diriku dan orang yang ku sayangi. Semoga kalian bisa memaafkanku ya :)
Uzumaki Naruto"
Naruto membalik halaman buku itu dan menulis di sisi kanan.
"Dear nee dan idolaku,
Jangan menangis lagi ya... air mata kalian terlalu berharga untuk menangisi bocah sepertiku.
Nee... jangan kebanyakan pikiran ya, nanti nee sakit. Nee tenang saja, disana aku aman bersama kaa-san, dan disini aku sudah menitipkan nee pada Sasu-kun, Shika-kun, dan Ita-nii. Mereka pasti akan menjaga nee sekuat yang mereka bisa.
Sasu-kun... terima kasih sudah pernah menjadi penyemangatku, terima kasih sudah mau menjadi sahabatku, perempuan dobe sepertiku. Maafkan aku yang selama ini selalu menyusahkanmu dan Shika-kun... aku mohon, carilah pasanganmu. Mungkin Sakura-chan adalah gadis yang tepat untuk menjadi penggantiku ^-^
Shika-kun... aku juga ingin meminta maaf kalau selama ini aku tidak peka dengan perasaanmu, tapi untuk sekarang aku mohon lupakan aku. Carilah pengganti yang lebih baik dari diriku. Hm.. mungkin kau bisa menjadikan Temari-chan sebagai pasanganmu. Dia itu baik loh! Dia selalu membantuku... tolong sampaikan salamku padanya ya jika kau bertemu dengannya Shika-kun ^-^
Dari orang yang paling menyayangi kalian
Uzumaki Naruto"
Naruto menutupi buku itu dan memberikannya pada Sanae.
"Kau menulis apa Naru-chan?" Sanae mengelus surai kuning Naruto lembut, ia tidak sadar helai demi helai surai seperti matahari itu rontok saat ia mengelusnya.
"Surat perpisahan, nee..."Naruto tersenyum. Ia memejamkan matanya karena rasa sakit itu datang lagi. Kali ini sakit itu benar-benar membuatnya tersiksa. Cairan hangat itu sukses mengalir dari hidungnya dan membuatnya pingsan kemudian.
.
.
.
TBC
KAMU SEDANG MEMBACA
Stay With(out) Me #Wattys2018 [END]
Non-Fiction"Aku harus pergi, maafkan aku jika aku pernah melukai hati atau fisikmu dan yang lain... jangan bersedih karenaku, aku menyayangi kalian semua.." . . . (inspired by the true story with the name change of the story owner to the name of the anime char...
![Stay With(out) Me #Wattys2018 [END]](https://img.wattpad.com/cover/150770490-64-k145166.jpg)