Hari sudah mulai gelap saat Ahra berjalan dengan lesu menuju ruangan Profesor Oh, dosen pembimbing tugas akhirnya.
Sebenarnya Ahra merasa sangat jengkel saat ini.
Bagaimana mungkin semua hal terjadi secara sangat kebetulan? Dia yakin kalau laki-laki menyebalkan itu memanipulasi daftar pembagian dosen pembimbing. Lagipula Sehun itu 'kan adik ipar dari rektor Universitas ini, Ahra yakin kalau Sehun bisa saja punya kewenangan soal hal ini.
Tadinya Ahra berniat untuk mengajukan keberatan, tetapi dia baru saja mendapat kabar bahwa temannya yang juga mengajukan permintaan pergantian dosen pembimbing ditolak mentah-mentah. Mereka bilang keputusan itu tidak bisa dinganggu gugat.
Jadi Ahra bisa apa selain pasrah menerima nasib? Dia hanya bisa berdoa semoga stok persediaan kesabarannya masih cukup untuk menghadapi laki-laki itu menyebalkan itu.
Saat Ahra memasuki ruangannya, Sehun terlihat sedang serius dengan beberapa lembaran kertas diatas mejanya. Laki-laki itu segera mendongak saat mendengar pintu terbuka dan ditutup kembali. Dia lalu tersenyum sumringah menatap gadis itu. "Aku sudah menunggumu sedari tadi." Ucap laki-laki itu dengan senyuman menyebalkan di wajahnya.
Ahra berhenti sebentar untuk membungkuk kepada Sehun, sedikit menunjukkan formalitas pada laki-laki itu, walau bagaimanapun juga Sehun tetaplah dosennya. Ahra harus menghormati laki-laki itu.
"Jadi.. bagaimana? Bukankah ini suatu kebetulan yang sangat kebetulan?" ucap Sehun dengan nada mengejek, seolah dia adalah anak kecil yang baru saja memenangkan sebuah permainan dari temannya.
"Saya tau ini adalah perbuatan anda, Sir. Tidak seharusnya anda memanipulasi hal sepenting ini hanya karena masalah pribadi." Ahra mencoba menghadapi laki-laki itu dengan tenang. Dan Sehun hanya tersenyum. Dia mengaitkan jari-jarinya sambil memperhatikan Ahra dengan seksama.
"Kau terlihat sangat cantik saat memakai pakaian berwarna navy," dia malah berkomentar jauh dari pembicaraan mereka.
Ahra sedikit menunduk guna melihat dirinya sendiri, lalu baru tersadar kalau dia hari ini memakai sebuah dress pendek berwarna navy.
"Aku jadi teringat saat.. kau tau, malam itu." Lanjut Sehun lagi dengan senyum kecil yang berusaha dia sembunyikan.
Ahra langsung bersemu merah.
Dia sudah tau kalau akan jadi beginilah situasinya, tapi kenapa dia masih saja tidak bisa mengendalikan dirinya sendiri dan masih saja menjadi malu dan memerah di depan Sehun?
Ugh, menyebalkan.
"Saya tidak ingin berbasa-basi lagi. Jadi langsung saja,"
Sehun tersenyum kembali saat kepribadian Ahra yang 'langsung-tembak-saja' muncul, kali ini dia menegakkan tubuhnya dan menumpukan kedua sikunya di atas meja. "Okay. Jadi.. apa topik yang akan kau pakai untuk tugas akhirmu?" tanyanya.
Ahra membuka tas yang dia bawa dan memberikan sebuah map plastik kepada laki-laki itu. "Ini adalah topik yang saya pilih. Silakan anda periksa."
Sehun langsung menerima benda dari tangan Ahra, membuka lembarannya dan terlihat memeriksanya dengan serius. Dalam hal ini, jika Sehun menolak topik yang akan dia pakai, Ahra masih punya beberapa topik alternatif di belakang.
"Well," Sehun mengucapkan sepatah kata dan menatap Ahra, dia sengaja membuat jeda yang cukup lama untuk menatap gadis itu sebelum kembali berucap, "Topikmu sangat membosankan, nona Choi. Selain itu juga sudah ada beberapa mahasiswa yang mengajukan topik yang sama padaku."
'Memangnya salah siapa aku berada di urutan terakhir pada bimbingan pertama?!' rutuk Ahra sambil menekan kuat-kuat keinginannya untuk menjambak rambut Sehun.
KAMU SEDANG MEMBACA
Been Through · osh✔ [ TELAH TERBIT ]
Fiksi Penggemar[ Sudah tersedia di KaryaKarsa ] [ Novel cetak tersedia di toko oren @anpublisher ] ©caramel-hun,2017🔞 [ C O M P L E T E D ] Bertemu kembali dengan pria yang mengambil kegadisannya dalam sebuah one night stand bukanlah ide yang bagus untuk Ahra, ap...
![Been Through · osh✔ [ TELAH TERBIT ]](https://img.wattpad.com/cover/149661412-64-k780244.jpg)