#3(Melayani Bersama)

129 17 0
                                        

Beberapa menit kemudian setelah kejadian dimana Gio membantu memisahkan teman-temanya, Gio pun ke rumah Reta dan tibalah Gio di rumah Reta, lalu mengetuk pintu rumah Reta.

"maaf lagi gak terima tamu ya, mas nya bisa pulang?" Ucap Reta dengan nada malas nya dan langsung menutup kembali pintu rumahnya tapi dengan cepat Gio langsung menahan pintu itu.

"ehh tunggu Ret, jangan marah dong"ucap Gio dengan memasang muka sok cute yang dibuat-buat.

"apaan sih muka lu"ucap Reta sambil menarik tangan Gio untuk masuk ke dalam rumah nya.

"sorry ya tadi gak bisa anterin beli novel soalnya tadi ada urusan sama 3J" ucap Gio sambil duduk di sofa single.

"iya"ucap Retta cuek

"yahh marah, yahh ngambek, yahh bete. Pacarnya siapa sih ini suka ngambek mulu?"tanya Gio sambil menghampiri Retta.

"gak usah deket-deket ihh!" ucap Retta sambil berpindah tempat duduk.

"ohhh gitu yaudah aku pulang dulu lahh pacara nya aja lagi ngambek gitu"ucap Gio sambil berpura-pura berjalan pulang.

"iss nyebelin banget sihh kamu!" ucap Retta sambil menarik tangan Gio agar tidak pergi.

"hahahaha, lucu bangett sihh muka nya pengen nyium deh rasanya kan lagi sepi rumah nya"ucap Gio mencoba menggoda nya karna yang iya tau Retta sangat anti sekali  yang seperti ituan.

"disini emang gak ada orang selain kita, tapi ada Tuhan yang liat awas aja kamu
Kalau sampe berani!"ucap Retta tegas.

"hahaha, bercanda sayang aku juga masih takut sama Tuhan, jadi gak bakal berani apa-apain kamu beda hal nya kalu kamu udah jadi wife aku"ucap Gio sambil mengelus kepala Retta.

"yaudah ya aku mau pulang mau mandi nanti malam kan ada acara pemuda di gereja kamu ikut kan?"tanya Gio.

"pasti nya ikut dong kan aku WL nya masa gak hadir, kamu jadi yang main drum nya kan?"tanya Retta.

"jadi kok bi, yaudah aku mandi dulu ya nanti  tunggu aku di depan, kalau belum ada masuk aja ke rumah ada mami kok"ucap Gio yang di angguki oleh Retta.

****
Malam pun tiba Retta sudah cantik dengan dress pink selutut miliknya, malam ini dia akan pergi bersama Gio ke gereja karna ada acara pemuda dan juga malam ini Gio dan Retta mengambil bagian dalam acara tersebut.

"Gioo... Main yuk" teriak Retta sambil mengetuk pintu rumah Gio.

"bentar lagi pake sepatu" teriak Gio dari dalam rumah.

Setelah selesai mengunakan sepatu, Gio keluar menghampiri Retta yang sudah siap dengan mengunakan kemaja pink berlengan pendek dan celana levis berwarna hitam dan tak lupa jam tangan kesayangannya agar menambah kesan keren nya.

"ihh kok baju kita couplean sih?" ucap Retta heran.

"iya juga yaa, ya mungkin ini yang nama nya jodoh" ucap Gio sambil menaik turunkan alisnya.

"yaudah yuk berangkat" ucap Retta sambil mengenggam lengan Gio.

Setelah menempuh perjalan yang tidak terlalu lama, Gio dan Retta pun memasuki Gereja secara bersamaan dengan tangan Gio yang selalu megengam tangan mungil Retta, setibanya didalam gereja mereka langsung di sambut oleh teman-temannya sambil menggoda pasangan yang kompak malam ini.

"wihhh, mamen gua kompak bener sama calon bini"ucap Abraham teman Gio sambil memeluk Gio ala cowo.

"hahaha bisa aja lu Ham. Gimana udah beres semua, Sound udah diperiksa?" tanya Gio kepada teman-temannya.

JERCLATempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang