9. kak mark

1.2K 227 20
                                        

"itu alasan aku punya kulit yang pucat dan rambut yang tipis." kata herin sambil tersenyum mendongak menatap langit-langit.

mark tidak bisa membayangkan betapa sakit dan lelahnya seorang perempuan di sampingnya ini.

ia benar-benar terlihat sangat rapuh walaupun ia selalu mengembangkan senyumnya sedari tadi.

mark tiba-tiba menggenggam tangan kanan herin. herin yang terkejut hanya menoleh melihat mark.

"kamu yang kuat ya... aku yakin kamu pasti sembuh"

herin yang terpaku pun tiba-tiba tersenyum. mark yang melihatnya ikut tersenyum

"oh iya, kamu umur berapa?" tanya mark

"16 tahun, kamu?" tanya herin balik

mark tersenyum, "19 tahun"

herin membelalak, "EH MAAF KAK AKU GAK TAU KAKAK LEBIH TUA. MAAF KAK!!" herin tiba-tiba bangkit dari duduknya dan membungkuk pada mark.

"eh iya-iya gapapa yaampunnn" ujar mark sambil ikut berdiri dan tertawa

mereka pun kembali duduk kemudian.

"herin, udah sore. mau pulang bareng? aku takut dicariin ibu kalo kelamaan" kata mark

"yaudah kak, ayo"

mark dan herin pun berjalan berdampingan.





.°.°.°.°.°.°



saat tiba didepan rumahnya, herin melihat ibunya yang berdiri mondar-mandir didepan rumahnya.

tanpa ditanya pun sudah pasti, sedang mencari herin.

beberapa saat kemudian, ibunya yang melihat kedatangan herin pun membelalakkan matanya, bergegas mendatangi herin dan memeluk herin sambil menangis.

"mama kira kamu pergi..." lirih nana -ibunya herin- disela-sela tangisannya.

"herin tadi ketaman, herin bosan dirumah, maaf mah" herin membalas pelukan

"harusnya kamu bilang sama mama herin..." ucap nana sambil melepaskan pelukannya dan memegang kedua sisi kepala herin.

"kalo herin ngomong ga mungkin mama bolehin kan?"

nana kembali memeluk herin dan melirihkan kata maaf. tanpa penjelasan pun herin mengerti kenapa ibunya melarangnya untuk keluar rumah.

herin mudah sakit. herin tak bisa lelah.

dan mark masih setia berada disana.

"mah, ini kak mark" ucap herin. sontak pelukan nana itu terlepas darinya.

mark tersenyum canggung pada nana.

"eh? mark?" kata herin dan reflek menyembunyikan herin dibelakang tubuhnya.

herin menghela napas

"mah, kak mark yang tadi nemenin herin. bukan orang jahat."

lantas, mamanya itu pun tersadar dan menghela napasnya.

mamanya berbalik menghadap herin, "rin, kamu masuk dulu ya. mamah mau ngomong sama kak marknya."

herin tersenyum dan mengangguk. setelah itu herin masuk ke dalam rumahnya.

sementara mark diajak oleh nana untuk berbicara sebentar disana.

tbc

about herin ;mark herinTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang