26. ruangan herin

802 163 23
                                        

"ini kamarnya" kata jeno setelah mereka tiba didepan ruangan bernomor 186 anggrek ini.

tapi bukannya masuk, mereka berempat serentak menoleh pada mark yang kini sedang berdiri melamun di barisan paling belakang.

"mark.." panggil renjun

mark sadar dari lamunannya dan menatap keempat sahabatnya ini.

jeno membuka pintunya.

dan nampaklah herin yang sedang disuapi oleh nana. ibunya.

"oh? mark?" nana menyambut kedatangan herin dan menaruh mangkuk makanan herin ke nakas samping ranjang herin.

mark dan yang lainnya mendekat, "maaf baru kesini tante" mark menunduk

"mark nggak liat kabar dari ibu"

nana menepuk pelan pundak mark, "tante tau. gak apa-apa, kenapa harus minta maaf? lagian kamu sudah disini sekarang" nana tersenyum

nana pun mengambil handphone yang berada di atas nakas kamar herin

"tante keluar dulu ya" ucap nana sembari tersenyum pada mereka berlima dan pergi keluar meninggalkan mereka.

mereka berlima masuk dengan berat hati

"herin.." haechan lah yang membuka suaranya pertama

herin tersenyum bahagia, "hai haechan!"

deg

hati haechan terasa sakit tiba-tiba.

kenapa herin harus bertingkah seperti dia sangat kuat?

haechan mendekat terlebih dahulu pada herin. diikuti yang lainnya dan mark yang kembali pada barisan paling belakang.

haechan duduk pada tepi kasur herin

"kenapa bisa?" lirih haechan

"gak papa tau, cuma kecapean kok! bentar lagi juga keluar, percaya deh. udah biasa kaya gini doang mah!" kata herin sembari memperlihatkan sepasang lesung pipinya.

haechan memeluk herin dan menangis.


herin tak pernah memperlihatkan rasa sakitnya pada siapapun.



"rin, di sekolah kita..." suara jaemin

jaemin meghela napasnya berat
"ada study tour.."

"wah! seru dong! bawa oleh-oleh ya buat aku!" seru herin


"herin, itu artinya kita semua bakal ninggalin kamu" sahut renjun cepat.

"euleuh-euleuh selama apa sih?" kata herin dengan nada mengejek sambil tertawa

"renjun, disini tuh ada mamah, ada papah, ada ibunya kak mark, aku juga punya banyak temen!"

"pokoknya selama kalian seneng-seneng aku juga seneng! percaya deh! bentar lagi aku bakal keluar dari sini! nanti langsung aku kabarin pokoknya! ya?" sahut herin

jeno yang sedari tadi memperhatikan herin pun perlahan membungkuk dan memegang tangan herin.

"kuat kan?" tanya jeno sambil menepuk punggung tangan herin

herin mengangguk semangat, "iya lah! aku memang kuat!" kata herin sambil mengepalkan kedua tangannya seperti sedang bersemangat.

jeno kembali berdiri tegap dan melirik ke arah teman-temannya.

mereka yang mengerti pun langsung keluar meninggalkan mark dan herin berdua di ruangannya.

herin kini tersenyum melihat mark

"kakak kenapa?" tanya herin

mark hanya menatap herin dengan tatapan kosong sedari tadi

mark pun melangkah mendekat ke samping ranjang herin dan duduk di kursi samping ranjang herin.

"gausah khawatir kak, herin masih sehat. herin masih baik baik aja. take your quality time." ucap herin sambil tersenyum

mark menghela napasnya, "tapi aku bakalan ada disana sampai 8 hari, rin"

"haduhh aku kira malahan bakal sampai 2 mingguan, ternyata cuman 8 hari doang?" herin kini tertawa kecil

"kamu beneran gapapa?" tanya mark untuk memastikan

"kak, dulu sebelum kenal kakak herin bahkan tiap hari bolak balik rumah sakit. rumah kedatangan dokter tiap seminggu sekali. yang beginian doang mah herin udah terlalu biasa kali ih!" ucap herin sambil terkekeh

mark menghela napasnya kasar

"tapi kamu harus janji satu hal" ujar mark

herin menaikkan kedua alisnya

"kamu harus sembuh" lanjut mark lagi

herin mengangguk, "pasti! herin janji bakal keluar dari sini secepatnya! percaya sama herin!" ucap herin dengan raut wajah meyakinkan

mark terkekeh

dan ia juga baru sadar satu hal

"herin tumben pake jilbab?" tanya mark dengan senyumnya yang masih merekah

"hehehe, aneh ya?" tanya herin balik

"nggak, cantik banget tau rin"

herin tersenyum lalu menarik jilbabnya, membuat mark mengernyit bingung.

"kalau begini masih cantik?"

mark melotot kaget, "h-herin, rambut kamu?"

herin mengangguk, "iya kak, herin cukur habis tadi malam" lalu ia menampilkan sederet giginya

"kenapa?"

"herin gak mau sedih ngeliat rambut herin yang tiap hari rontok secara pelan-pelan. jadi sekalian aja herin cukur semua biar sedihnya juga sekalian hehehe" katanya sambil tertawa memperlihatkan sepasang lesung pipinya

"herin.."

"eh kak mark jangan salah sangka dulu! herin nyukurnya ikhlas kok! emang herin dari di panti dulu itu pengen nyukur rambut, cuman baru kesampaian sekarang aja, soalnya kalau botak takut gaada yang mau ngasuh hehehehe"

"gimana kak mark! herin masih cantik gak?" kata herin sambil membentuk pistol dengan tangannya yang ia letakan didagu.

mark perlahan memegang kepala herin dan memajukan wajahnya, "dimata kakak, herin selalu cantik"

"sekarang, tugas herin cuman satu. harus sembuh, terus keluar dari sini secepatnya. oke?"

herin membuat pose hormat pada mark, "siap bos!"

mark terkekeh dan pamit untuk keluar dari ruangan.












































iya kak. herin bakal keluar dari sini kok. sebentar lagi.

tbc

about herin ;mark herinTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang