10. minta tolong

1.1K 224 10
                                        

<<masih dihari yang sama>>

"rin, kamu masuk dulu ya. mamah mau ngomong sama kak marknya."


herin tersenyum dan mengangguk. setelah itu herin masuk ke dalam rumahnya.

"mark" panggil nana

"ya tante?"

nana terlihat menghela napasnya pelan. wajahnya terlihat lelah. mark akui itu.

"herin... dia gak tante ijinin keluar rumah, karena—"

"iya tante, mark tau." potong mark karna mark melihat raut nana yang terlihat sangat tertekan.

lantas nana mendongak.

"tante gaperlu cerita. herin sudah cerita sama saya." mark tersenyum

nana perlahan mengembangkan senyumnya juga. ini pertama kalinya herin tak dijauhi temannya setelah tau tentang penyakitnya. bahkan di tempat tinggal mereka sebelumnya, teman-temannya sering mengusili herin sampai lelah dan herin pun jatuh sakit keesokan harinya.

"dulu herin selalu di olok sama teman temannya karna herin yang gak bisa capek. dia dijauhin karna dia dulu di cap aneh sama teman temannya karna dia selalu sendirian dan diam. tante minta maaf tadi sempet gak percaya sama kamu"

mark mengangguk paham, "gapapa kok tante, wajar" kata mark sambil tersenyum

nana mengembangkan senyumnya,
"mark, kamu tau kan, setiap siang rumah ini selalu ramai?" tanya nana

mark mengangguk. tentu saja ia tau. ini lah yang membuatnya selalu penasaran

"herin anaknya gak suka sendirian. sedangkan tante sama om sering pulang malam. jadi tante terpaksa pindah kesini supaya rumah tante dan rumah keluarga tante dekat. naksudnya supaya tante bisa minta tolong ke saudara-saudara tante buat nemenin herin setiap hari. tapi lama-lama tante juga gak enak. mereka ninggalin pekerjaan mereka demi herin.

jadi, mark, boleh kalau tante minta tolong satu hal?"

"iya?"

"mulai besok, boleh? kalau kamu aja yang nemenin herin setelah pulang sekolah?"

tbc

about herin ;mark herinTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang