Para murid yang mengikuti uji kompetisi untuk mendapat beasiswa memasuki ruangan yang sudah ditentukan. Jola berjalan menuju ruangannya dan mengambil tempat duduk paling belakang dan dibagian sudut kelas. Ruangan itu lega hanya di isi enam orang dari berbeda kelas.
Hening.
Beruntung guru yang bertugas segera datang.
"Pagi ..., " sapa Putri guru yang bertugas di saat itu.
"Pagi Bu ...," suara murid terdengar kurang semangat begitu mengetahui kalau guru yang terkenal killer itu yang bertugas mengawasi mereka.
Putri menarik napasnya sambil menggelengka kepala melihat raut muridnya yang ditekuk.
Putri berjalan membagikan lembar soal."Oke, Bahasa inggris sebanyak enam puluh pertanyaan di kerjakan dalam waktu dua jam. Di mu la i!" ujar Putri sembari kembali ke mejanya.
☣️☣️☣️
Jopan menghapiri Tio yang sedang bermain gitar di taman belakang sekolah. Ia cukup lama mendengar petikan demi petikan gitar yang dimainkan Tio hingga petikan terakhir. Jopan bertepuk tangan, Tio cukup mahir memainkan gitar apalagi ia membawakan lagu Perfect milik penyanyi Ed Sheeran yang menjadi artis lewat mengamen.
"Aku suka lagu itu, kau mahir memainkannya." Puji Jopan membuat Tio sedikit gugup. Jopan mengambil posisi duduk di samping Tio. Tatapan mereka sama-sama menghadap depan.
"Sejak kapan kau menyukainya?" Jopan mulai bicara. Tio menautkan alisnya, bingung maksud dari pertanyaan guru di sampingnya itu.
"Bermain gitar?" tanya Tio sambil mengangkat bahunya sebelah.
"Mmm ... "
"Entahlah, aku kira sudah lama,"
"Aku dengar ... pria yang pandai memainkan gitar, biasanya disukai banyak gadis. Jika itu benar aku sangat iri pada mereka yang pintar bermain gitar."
"Padaku juga?"
"Mmm ... padamu juga," ujar Jopan membuat Tio tersenyum.
"Lalu kenapa gadis itu tidak pernah tertarik padaku. "Lirih Tio sekilas mengingat Jola.
"Gadis yang mana?" Jopan menepuk bahu Tio yang entah membawa pikiranya kemana.
"Ah tidak ada Pak?"
"Sejak kapan kau menyukai gadis itu? Jopan mengerti siapa yang di maksud Tio.
"Saat pertama kali aku mengenalnya. Sebelas tahun yang lalu."ucap Tio mengingatkan pertemuannya dengan Jola.
cukup lama batin Jopan.
"Cukup lama juga, kau di tolak?"
mendengarnya Tio terkekeh. Ditolak? Pria ini hanya memposisikan dirinya sebagai teman. Tidak lebih. Tio menggelengkan kepalanya."Oh ... aku mengerti. Cinta sepihak,"
"Bukan? hanya saja aku belum memulainya."
"Me-memulainya? Maksudnya?"
"Di antara kami untuk saat ini hanya sebatas teman. Tapi, Bapak tahu kan? Kalau teman bisa saja berubah jadi pacar." Jopan menelan salivanya dengan susah payah. Benar. Status Tio bisa saja berubah menjadi pacar di mata gadis yang ia sukai saat ini.
Drrrttttt drrrttttt ...
tiba-tiba saja ia dikagetkan suara ponselnya sendiri, melihat itu Tio berdecak heran pada gurunya yang satu ini.
"Pak, Jola pingsan," suara dari seberang mengagetkan Jopan.
"Apa?" melihat ekspresi panik Jopan, membuat Tio penasaran.

KAMU SEDANG MEMBACA
WALI KELAS
Teen FictionCerita pertama terinspirasi dari drama School 2017. Alur cerita sangat berbeda. Silakan di baca dan beri dukungannya dengan cara : Baca - Komen - Vote. _______________________________________ Apa yang membuat Jopan seorang guru penasaran pada muri...