Happy Reading
Note:Menerima krisan yang membangun.
☣️☣️☣️
Part sebelumnya
"Baiklah, aku akan menemui kepala sekolah. Tapi, tolong jangan sampai Jola mengetahuinya," Jopan mengangguk setuju meski masih bingung kenapa perempuan itu ingin merahasiakannya dari Jola putrinya sendiri.
🔜🔜🔜Perempuan itu melihat wajah Jopan seperti menuntut alasan atas permintaannya dan hingga akhirnya Hinaya menjelaskan.
"Maaf, ini privasi keluarga kami, Pak ...aa—"
"Jopan."
"Aduh, sorry saya lupa memperkenalkan diri, " Perempuan itu tersenyum sambil mengulurkan tangannya. "Panggil saja Hinaya." Sambungnya dan disambut ramah oleh Jopan.
"Saya minta maaf tidak bisa bercerita lebih."
Jopan mengangguk setuju. Ia mengerti tak ingin melewati batas. Lagipula mendengar Hinaya datang saja sudah membuat bebannya berkurang.
☣️☣️☣️
Pagi itu, kepala sekolah mengumpulkan murid kelas XII, beserta wali kelas masing-masing di aula sekolah. Kepala sekolah melangkah menuju podium.
"Pagi," sapanya lewat microphone dengan suara tegas.
"Pagi pak ..." balas muridnya serentak dan lantang. Kalau tidak? Pria yang memiliki sikap otoriter itu tidak akan segan menggertak dan mengomel hingga membuat para murid menggigil ketakutan.
"Tidak perlu basa –basi. Saya hanya ingin menyampaikan 'selamat' untuk murid yang terpilih mengikuti uji kompetisi mendapatkan beasiswa, masuk universitas bergengsi yang ada di negara ini."
Kepala sekolah menekan remote projector yang ia genggam, Kemudian tangannya menunjuk ke arah layar raksasa yang berada di belakangnya. Sesaat para murid berdecak kagum kala mereka melihat nama universitas ternama yang bersedia memberi beasiswa khusus murid berprestasi.
"Uji kompetensi ini akan dilakukan satu minggu lagi, dan tentu ujian ini di peruntukkan untuk murid yang mengantongi peringkat satu sampai tiga pertiap kelas."
Lanjut kepala sekolah. Tentu kabar ini menjadi kabar baik buat para pejuara di sekolah itu. Mereka akan berkompetisi untuk mendapatkan tiket mengikuti ujian langsung ke gedung Universitas ternama itu.
Jopan tersenyum mengingat muridnya adalah salah satu pemengang juara satu umum dari tujuh kelas. Ia mengedarkan pandanganya mencari sosok murid yang membuatnya bangga.
Namun tak terlihat. Anggi dan yang lainya masih fokus mendengarkan kepala sekolah berbicara. Entah kenapa pandanganya spontan mencari sosok pria yang ia rasa dekat dengan Jola. Ada rasa lega. Tio yang ia maksud ternyata berada di antara muridnya.
Jopan mengerutkan dahi yang masih mengedarkan tatapanya mencari Jola di antara barisan murid lainnya dan hasilnya benar-benar nihil.
"Baiklah, kalau ada yang kurang jelas kalian bisa bertanya pada wali kalian masing-masing, terima kasih."ujar kepala sekolah mengakhiri kemudian meninggalkan podium.
Saat bersamaan murid membubarkan diri, Jopan segera meninggalkan aula dan rekan kerjanya yang lain, untuk mencari Jola. Pria itu berkeliling ke beberapa tempat dan berakhir di taman belakang sekolah.
Astaga apa yang aku lakukan? Berlari kesana-kemari untuknya?" Rutuknya

KAMU SEDANG MEMBACA
WALI KELAS
Novela JuvenilCerita pertama terinspirasi dari drama School 2017. Alur cerita sangat berbeda. Silakan di baca dan beri dukungannya dengan cara : Baca - Komen - Vote. _______________________________________ Apa yang membuat Jopan seorang guru penasaran pada muri...