Rumit

166 66 155
                                    

                      Happy Reading

Di dalam taksi Jola berdecak sebal pada dirinya. Kenapa harus bersikap tak sopan pada pria itu, sebenarnya ia bisa saja bersikap manis tapi, ia jengkel  mendengar alasan Jopan menemui Ibunya.

Taksi yang ditumpangi Jola berhenti di depan pintu masuk perumahan elit yang ada di kota besar itu, dan langsung di sambut security atas nama keamanan.

"Sore ..." sapa security, saat Jola mengeluarkan kepalanya lewat jendela mobil sambil memberikan kartu sebagai akses masuk ke perumahan itu.

"Rumah Pak Cristian, ya?"Jola mengangguk dan kembali mengambil kartu itu dari security,  gerbang terbuka memberi izin masuk.
.
Jopan yang penasaran kemana akan perginya Jola, ternyata mengikuti dari belakang. ia berhenti di pos security dan menurunkan standar motornya kemudian menghampiri penjaga pos perumahan itu.

"Sore pak ..., " sembari membuka kaca helmnya.

" Sore, ada yang bisa kami bantu?"

"Taksi yang baru masuk tadi ....,"

"Maaf nama Anda boleh saya tahu, demi kenyamanan pengunjung kami." Jopan menggaruk dagunya, bingung menyebutkan namanya atau tidak.

"Saya teman gadis itu,"

"Gadis yang di dalam taksi itu? Dia tamu tuan Cristian penghuni komplek ini. Boleh tahu nama Anda?"

"Saya temanya, kalau boleh tahu dia ngapain ke sini?"

"Anda kan temanya kenapa nggak tanya langsung?" Security mengangkat tanganya memberi kode untuk menelpon. "Nama Anda?" tanya security itu lagi.

"Ah lupakan! Ini bukan apa-apa Pak," Jopan akhirnya kembali ke motornya meninggalkan security memasang rawut curiga padanya.

Jopan merasa kehidupan gadis itu seperti teka-teki yang harus dipecahkan.

Setelah berkendara menjauh dari komplek itu Jopan menepikan motornya, Ia mengeluarkan ponsel dari saku dan mencari nama seseorang di benda itu kemudian menghubunginya.

Tersambung ...
              
                              ☣️☣️☣️

Jopan menatap gadis yang berada di hadapanya itu. Kaget? Tentu. Tapi,  bukan hanya dia, gadis itupun sama kagetnya melihat Jopan mengunjungi rumahnya.

"Apa aku salah alamat? Tidak mungkin tapi ... kenapa dia ada di sini? "tanya Jopan dalam hati,  memperhatikan anak didiknya itu dengan seksama.

"Apa yang ia Lakukan di rumahku?" Pikir gadis itu, ia terlihat seksi dengan balutan kaos polos dan celana jeans pendek, memamerkan kaki jenjangnya.

Hening ....

"Fatris? Kau ada di sini?" tanya Jopan akhirnya.

"Seharusnya aku yang bertaya pak, ada apa Bapak ke rumahku?"

"Rum-rumahmu?"

"Siapa Fatris?" ujar seorang perempuan dari dalam, "Eh, Pak Jopan, silakan masuk pak!" sambungnya lagi begitu melihat kedua orang itu saling tatap dengan mimik bingung.

Fatris membuka lebar pintu dan segera meninggalkan mereka masuk ke dalam.

"Tidak susah mencari alamat rumah saya kan, Pak Jopan?" tanya Hinaya sambil mempersilakan Jopan duduk di sofa.

"Tentu saja Bu, siapa yang tidak tahu perumahan elit seperti ini."

Hinaya tertawa, "Bisa saja Bapak, mau minum apa nih?"

WALI KELAS Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang