4

704 114 6
                                        

Semenjak Hanbin menerima telephone dari seseorang yang diketahui oleh Jinhwan. 'Hyua'. Jinhwan merasa agak aneh dengan sikap Hanbin seharian ini.

Biasanya ia akan jerit-jerit hal yang tidak penting. Dan sekarang ia malah banyak melamun dan bengong.

Jinhwan? Tentu saja ia merasa damai dan tentram. Jeritan dan tingkah konyol Hanbin selalu bisa membuat sisi Jinhwan yang tidak pernah marah-marah, sekarang sering kali amarahnya akan keluar sendiri.

Jinhwan mencoba untuk tidak ikut campur dengan urasan pribadi Hanbin. Karena Jinhwan tahu. Meski mereka sudah berbagi kamar selama lebih dari dua minggu ini. Hubungan mereka tetaplah tak lebih dari orang luar, meski mereka cukup dekat.

Tapi Jinhwan juga gerah sendiri jika ia harus di kamar bersama Hanbin dalam keadaan kosong begini. Kamarnya terasa dingin dan memiliki aura aneh.

Jinhwan memutuskan pergi keluar dari kamar yang dingin ini. Saat ia mengambil mantelnya yang tergantung di pintu lemari. Hanbin tetap ditempatnya. Duduk di ranjangnya dengan mata menatap kosong ke arah tv.

"Hanbin..." panggilan Jinhwan membuyarkan lamunan Hanbin. Ditolehkannya kepala Hanbin ke arahnya yang berdiri tepat disampingnya.

"Apa?" tanyanya singkat dan tak ada minat untuk bertanya.

Jinhwan menelan ludah susah payah karena melihat reaksi Hanbin yang tak biasanya.

"Mau ikut?" alis Hanbin terangkat mendengar pertanyaan Hyung imut didepannya. "Aku ada tempat bagus. Mau?" jelas Jinhwan lagi.

Hanbin menatap Jinhwan lama. Lalu ia berdiri dan mengambil hoodienya dan tak lupa dengan sebuah topi. Ia menatap Jinhwan yang masih menatap Hanbin dalam diamnya.

"Yuk!" Hanbin menarik tangan Jinhwan keluar dan melupakan siapa yang pertama kali mengajak keluar.

Dalam perjalanan yang entah mau kemana. Hanbin kembali menjadi dirinya yang biasanya. Ia berbicara panjang lebar. Tak sesekali Jinhwan harus tersenyum karena lucu melihat ekspresi yang diperlihatkan.

"Hyung kita mau kemana?" sejak keluar dari kos Hanbin baru bertanya. Dengan gemas Jinhwan menyentil dahi Hanbin. "Hyung kok aku-"

"Baru tanya heh? Setelah kamu geret aku?" Jinhwan pura-pura cemberut. Hanbin menggaruk tengkuknya dengan wajah tidak enak.

"Hehehe maaf." ucapnya menyesal. "Jadi kita mau kemana?"

Setelah itu giliran Hanbin yang diseret oleh Jinhwan. Hanbin hanya mengikuti hyungnya yang akan membawanya entah kemana.

Dan mereka menuju ke sebuah danau yang tak jauh dari kos mereka. Hanbin mengerutkan keningnya karena bingung kenapa Jinhwan mengajaknya ke sini.

Jinhwan memaksa Hanbin duduk di bangku dekat danau. Hanbin menurutinya meski bingung.

"Hyung mau kemana?" teriak Hanbin ketika Jinhwan tiba-tiba pergi meninggalkannya.

"Tunggu aku di situ!" Hanbin menurut.

Ia lalu menatap ke arah danau yang tenang. Entah kenapa ekspresi bingungnya menjadi datar dengan tatapan kosong.

Suasana sepi disekitar danau membuat Hanbin teringat oleh sesuatu. Atau lebih tepatnya seseorang.

"Melamun lagi?" Hanbin terkejut. Ia menoleh ke arah Jinhwan.

Saat ia menghadap ke hyung imutnya ini. Wajah Hanbin berpapasan oleh sebuah bungkusan yang memiliki aroma manis.

Jinhwan lalu duduk di samping Hanbin. Dibukanya bungkus tersebut. Seketika Hanbin menelan air liurnya yang hampir menetes.

Melihat Hanbin yang tergoda oleh bungeoppang yang diambil hyungnya. Jinhwan terkekeh.

Seperti Drama - iKON✓Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang