untukmu pria di ujung sana,
yang bergumam tanpa didengar oleh siapapun
yang tersenyum semanis kismis
yang tak pernah menangis walau semesta meringis
aku mengaggumimu
mengintip malu-malu
dari balik rerimbunan
kau auriga dan aku lyra
kau di langit utara
dan kau di timur laut
yang tersenyum tanpa raut cemberut
semesta berkonspirasi dalam
mempertemukanku denganmu
tidak bermaksud menggangu
jadikan ini angin lalu
yang terbawa oleh pilu
jangan khawatir aku hanya memujamu
bukan memujimu
