1

39 3 1
                                    

Seindah apakah hari esok?

Mengapa masa SMA sangat di nanti?

Kata mereka, masa SMA adalah masa yang paling indah.
Kata mereka, masa SMA adalah masa cinta pertama mu datang.
Kata mereka, masa SMA adalah masa yang tak terlupakan.

Kata mereka, masa SMA adalah masa kejayaan.
Kata mereka, masa SMA adalah awal dari masa depan.
Kata mereka, masa SMA adalah masa yang menyengkan.

Mari kita buktikan masa SMA menurut mereka melalui versi cerita ku.

Kenalkan. Nama ku Tamara Vionetta, artinya pohon yang tenang. Panggil saja Ara atau Rara.

Jauh berbeda dari arti namaku. Aku bukan lah tipe orang yang tenang. Aku suka melindungi orang sekitar ku, aku tidak ingin mereka terluka jadi aku lebih suka di sebut sebagai pohon yang sibuk.

Ini adalah hari terakhir ujian nasional di tingkat SMP.

"gue greget, ini hari terakhir Ra."

"sama gue juga", balas ku.

Kata pihak sekolah kami dalam masa percobaan. Entah apa maksud nya, aku tak mengerti. Yang jelas ini adalah jenis UN berbasis komputer yang pertama kali dilaksanakan di sekolahku.

Kami semua berbaris di lapangan, bersiap untuk masuk ke dalam lab.komputer.

***

"akhirnya, gue bisa bernafas dengan lega, kita gak perlu stress mikirin ujian lagi", ucap Jesi.

"syukur lah, akhirnya kita libur juga", ucap ku.

Itulah hari terakhirku UN.
Hari itu kami semua merasa sudah bebas.

Tidak ada lagi tugas-tugas yang harus di selesaikan. Tidak ada lagi soal-soal yang perlu di diskusi kan. Tidak ada namanya lagi mengahafal. Tidak ada lagi namanya menghitung, dan lainnya.

Pikiran kami yang terlalu polos itu membuat kami senang.

Masa SMA sudah di depan mata.
Kami semua, berbondong-bondong menantikan datang nya hari itu, hari di mana kami akan di ospek oleh kakak abang osis.

Bermimpi akan menjadi seindah apa hari itu. Berharap itu bukan hanya ekspentasi saja.

"gue gak sabar MOS", ucapku malam itu melalui via telepon kepada Yola.

"sama gue juga", balasnya.

"gue harap, MOS nya kayak yang ada di novel-novel teenfiction."

"hahaha iya, semoga nanti gue sama ketos pacaran yekan !", ucap Yola.

"hahaha, kita kok ngenes ya."

"eh 2 hari lagi lo mos kan?", ucap Yola.

"iya. "

"cieeeee"

"apa cie-cie lu kata gue pacaran, cie-cie", balasku.

"liat aja, klo nanti pas mos gue di suruh pake-pake tali, ikat rambut kaya orang aneh, gak bakal gue lakuin", ucap ku tengil namun Yola tau itu mustahil ku lakukan, ya kecuali jika ku ingin di bully mati-matian satu sekolah.

"bacod lu", balasnya.

"tapi biar kayak di novel-novel Yol", jawabku sambil cengingiran.

"hahaha, biar pemes njir", ucap nya.

"hahaha.. "

"tapi klo gue jadi kakak kelas yang lo lawan, gue cucuk pantat lo !", ucapnya.

"f*ck!", balasku.

"hahahahaha", tawa nya menggelegar di udara.

"kalo gitu, gue cucuk balek pantat lu", balasku.

"eh tapi kenapa lo bilang gitu? "

"eh maksud gue, ngapain juga lo ngelanggar peraturan?", tanya Yola.

"ya gue ga suka aja, mos kan tujuan nya supaya kita lebih mengenal hal hal dan fasilitas sekolah, bukan nya jadi babu kakak kelas, kalo mereka bilang itu untuk melatih mental, mental apaan yang dilatih sampe buat orang mati, atau ketakutan and bla bla semacamnya. "

"sehhhh.. Ustajah", ucap Yola.

"hahaha, gue ngomong apaan sih, ga jelas yak, hahaha. "

"akankah khayalan kita di novel jadi kenyataan ?", ucap Yola.

"aminnn..", balas ku ngenes.

"nantikan pas gue mos, gue kecapean trus pingsan, datang ketua osis ganteng di gendong nya gue, trus di bawa ke pelaminan, dah tamat", ucap Yola.

"anjir ngenes kali mimpi lu, hahaha."

"Gue juga mau ew.. ", sambungku.

"klo Lo pas mos kecapean trus pingsan, trus datang si Udin ngasih nafas buatan,  hahaha", ucap Yola.

"bangs*t", balasku.

Udin.Dia adalah temen sebangku Andin sahabatku waktu kelas 3 smp. Kalo liat muka dia itu bawaan nya pengen di tonjok, trus di ceburin ke empang.

Udah gitu gaya nya perasaan di cintai,  sok ganteng, minta di sepak tuh orang.

Sapri pesbuker masih lebih ganteng dari dia. Pfft:v i'm just kidding Din.

Dan akhirnya jam menunjukkan pukul 11 malam. Ku putuskan tuk mengakhiri telepon, sebenarnya bukan aku yang memutuskan, tapi pulsa ku lah yang mengkibatkan telepon kami terhenti.

Malam ini terasa sangat indah, tapi akankah esok adalah hari yang indah?


💌 AUTHOR 💌
HAI..
gimana? komen dong..
Suka ga?
Maaf ya kalau ada kata kasar, aku sih nulis cerita ini ngikutin zaman.
Makasih yg udh baca.


Catatan SMATempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang