"harry lihat sini! tersenyum lah!"
"sudah apakah aku kurang cool?"
"hey you're cool enough honey"
"lets says cheseee"
"aw lihat, you're so cute!"
bisakah ini berulang lagi? bisakah dia kembali? bagaimana aku bisa melupakan kendall, oh god help me!
aku kembali menatap sudut ruangan tadi, tidak ada siapa2 apakah aku salah lihat?
"hey harry! long time no see ya" sesorang menepuk bahu ku, tubuh ku berputar melihat siapa yg di belakang ktubuhku berguncang hebat, bagaimana bisa aku bertemu orang yg tidak ingin ku temui belakangan ini! dia sekarang ada di depan ku dengan seseorang di sampingnya
"hah? h--hi kendall, yeah whats up" jawab ku gugup
"im fine, hey kenalkan harr uhm.. my boy finick" kata kendall dengan gugup
pandang ku beralih pada cowok di samping nya bahkan aku tidak menyadari keberadaan nya
"hello harry, nice to see you" kata finick
danmn bahkan dia lebih tampan dan gagah dibanding ku, dia juga kind guy i think
"hai finick me too"
"wah, kau sendirian saja ? aku bertemu liam di sebelah sana tadi.."
"iya aku minum" aku menunjukan gelas vodka ku
"oh baiklah harr, aku mau balik dulu yuk babe. bye harry" dia pun pergi seraya aku menjawab senyuman nya
dia tetap seperti waktu itu dengan tubuh yang proposional, ofc she's a vs models dengan dress abu2 itu dia tampak so fucking awesome dia tampak bahgia menggandeng finick how lucky finick?
shit. you a great foolish ever!
"sir 1one more" aku mengajukan gelas ku ke arah bar dan meminta 1gelas vodka lagi
.
.
pagi yang cerahh menngawali senyuman ku saat teringat wajah kendall ada di sana
'morning my barb!have a great lovely day sweety'
dengan kaget aku membaca balasan kendall
'okey thank you harr, cant we meet? at central park 10am see ya'
ini berbeda ada sesuatu yang berbeda pada dirinya, sesuatu yang aneh ini membuat ku sangat kawatir padanya
'ok, what happen to you love? something wrong?'
tidak ada balasan. aku hanya bisa menunggu jawaban kendall yang sebenarnya
aku sudah berada di central park menanti kedatangan kendall dan aku sudah melihat rambut nya dari kejauhan wajah nya pucat pasi. mata indah miliknya tertutup oleh kacamata hitam
KAMU SEDANG MEMBACA
I WOULD
Fanfictionketika tak ada satupun yang memahami kita. hanya terbebani oleh segudang ketakutan dan trauma. saling mengagumi satu sama lain tapi tak saling mengungkapkan. hanya ada satu rasa takut. takut untuk kehilangan sosok nya cerita di mana zayn malik akan...
