(18) pertemuan yang tak disengaja

14 3 0
                                    

Udah berapa bulan lu ngilang li?
Gue kangen sama lu li!!
Kenapa lu harus pergi saat gue udah mulai suka sama lu, udah mulai sayang sama lu? Kenapa li?!

Saat di tengah lamunannya, tiba tiba mama aji mengetuk pintu kamar aji

Tok... Tok...

"Aji...!" mama aji memanggil aji dari balik pintu.

"Ya bentar ma!!" sahut aji, dengan malas nya aji melangkah membuka pintu kamarnya.

Ceklek

"Ada apa ma?"

"Besok ikut mama ke jakarta ya!?" pinta mama aji.

"Ya" hanya itu jawaban yang keluar dari mulut aji, lalu melongos pergi masuk kekamar kembali.

"Gue harap, gue bisa ketemu sama lu lagi li, walau dalam mimpi"

*******

"Arrrggghh..  Gue bingung!!!" lian terus berteriak prustasi sambil menjambak rambutnya,

Beban yang dia pikul sudah tak dapat dia tanggung. Rasanya ingin dia mati sekarang juga. Cukup sudah penderitaannya. Ia, sudah tak sanggup.

"Besok kalau gue gak bisa bayar kost. Gue mau tinggal dimana?!" lian bertanya pada dirinya sendiri.

"Kalau lu perlu bantuan gue jangan sungkan buat nemuin gue li "

"Zikri...! Apa gue harus minta bantuan sama dia ya!?
Gak!!! Gue gak boleh nyusahin dia lagi!!" lian seperti orang gila saat ini bertanya pada diri sendiri dan menjawabnya sendiri.

Frustasi itulah yang ia rasakan, ia bingung harus meminta bantuan kemana lagi? Sedangkan dia tak ingin merepotkan zikri

"Gabut gue. Ke taman aja kali aja gue bisa lupai masalah ini!!" lian melangkahkan kakinya keluar kamar kost menuju taman.

Kesokan harinya

"Selamet!!! Ibu kost lagi pergi ke bandung!!" lian meloncat loncat kegirangan, sambil berteriak gak jelas.

*****

"Aji!!! Ayo buruan nanti kita ketinggalan pesawat!!" teriak mama aji dari bawah.

"Ya bentar ma!!" tak lama setelah itu aji turun ke bawah menemui mamanya, lalu mereka pergi ke bandara menuju jakarta.

*****

Dert...dert....

"Hallo!? Ada apa zik?"

"..."

"Ok otw gue kesana!!"

Ya benar yang menelpon lian adalah zikri.

Lian mengambil suiternya lalu pergi ke luar kamar kostnya.

Di tengah jalan lian hanya bernyanyi gak jelas dengan aerphone bertengger di kepalanya.

****
Sesampai di jakarta aji, meminta izin mamanya untuk berkeliling kota jakarta.

"Huft... Kota yang sangat ramai!!" aji terus berjalan sambil melihat sekelilinya.

Bruk...

"Auu" aji meringis kesakitan. Ya aji tak sengaja menabrak seseorang

"Lo bisa jalan gak sih!?" seseorang yang di tabrak aji itu bertanya dengan ketusnya.

"Suara itu..." aji terdiam sesaat dia sangat hafal sekali dengan suara itu.

Aji mengangkat kepalanya lalu melihat siapa yang ia tabrak dan ternyata..

"Lian...." hanya kata itu yang terucap dari mulut aji.

Lian kaget ralat sangat kaget dengan apa yang ia lihat. Ia sangat tak percaya bahwa ia akan bertemu kembali dengan aji. Tubuh lian menegang sejumlah memori yang pernah ia lalui bersama aji dan juga bagaimana keluarganya memperlakukannya terputar kembali layaknya sebuah kaset yang rusak.

"Li... Lu inget kan sama gue? Gue aji!!!" aji menggenggam tangan lian dengan perasaan yang sangat kacau balau.

Lian hanya diam tak merespond.

"Li... Gue kangen sama lu!!" tiba tiba aji memeluk lian. Tubuh lian serasa kaku, mulutnya serasa keluh untuk bicara.

"Ternya lu disi..." tiba tiba seseorang datang memecahkan suasana tersebut siapa lagi kalau bukan zikri.

Sontak lian mendorong aji lalu melihat ke arah zikri.

"Gue bisa jelas...-"

"Gak perlu li!!" dengan ketusnya zikri memotong perkataan lian, lalu melongos pergi dari tempat itu. Rencanya untuk membuat lian menjadi pupus. Hatinya serasa sakit.

"Lian tu cuman mau manfaatin lu doang. Dia itu cewek yang licik!!!"

"Lu bener zaka, dia cewek licik. Gue udah ketipu sama tampangnya!!"

*****

Lian mencoba mengejar zikri tapi apa daya dengan cepat zikri menyalakan motornya lalu melesat pergi meninggalkan lian dan aji disana.

"Arrg.... Zik.. Gue bisa jelasin!!!" teriak lian saat zikri mulai melesat jauh.

Aji merasa sangat bersalah, ya bener aji sangat yakin kalau itu adalah pacarnya lian sekarang.

"Li... Gue.. Ga-"

"Lu gak salah gue yang salah!!" lian memotong perkataan zikri dengan sebuah senyum yang ia tunjukan

Zikri tau bahwa itu adalah senyum palsu.

"Li... Hidung lu.. Berdarah" dengan panik aji mencoba membantu lian membersihkan darah itu.

Tapi lian dengan sigap langsung mengelap darah tersebut dengan bajunya.

"Udah biasa, lu gak usah khawa-" tiba tiba kepala lian pusing lalu semuanya menjadi gelap.

Hayo!!! Lian kenapa tu!?

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Aug 16, 2018 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

lianTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang