chapter 6

995 7 0
                                        

Itachi POV
"Hah...kau benar ingin menjamah denganku dei chan"Itachi dengan sepontan mengerakkan ritmenya lebih kuat dan lebih keras

"Ahhh...hah..ahhh..."Deidara mengeluarkan air mata yang bercucuran di pipinya

"terus sayangku sodoklah yang kuat aq ingin lebih..enggghhh...."Deidara menggigit serangkai an lebih

"ITACHI aku sangat mencintai mu aahhh....nggghh...."jawab Deidara dengan suara serak dan menyesakan nafas nya setengah setengah

"sttt...diam sayangku klau kau berteriak kau akan meruntuhkan bangunan ini"jawab Itachi dengan nada canda an

"Huh...a.ku akan membunuh mu sayangku ahhh...setelah ini...ngghh.." Deidara gak bisa menoleh wajah Itachi karna tangan kirinya Itachi menutupi mata kekasih nya

"hah silakan saja kau bisa"Itachi memicingkan mulutnya

"Aaahhh...hahh..hmpp"dengan cepat temponya Itachi mengerakkan ritmenya dengan keras dan kuat

"aahhh...hah ah...aahhh"kekasihku sekarang terbaring lemah karna barusan telah bermain panas denganku dan dengan berlahan miliku aku cabut dengan lembut dan sepertinya dia kecapekan karena bermain panas panas san denganku dan juga kekasihku sendiri dengan segera mungkin aku mandi tak lupa membaringkan kekasih ku dikamar tidurnya sendiri







Malam seakan bintang bintang bertaburan menandakan cahaya yang berkilau an bersama dengan bulan yang terang pada malam yang penuh indah






normal pov
Sepulang dari bar izuna masuk kedalam kos kosan lantai 2 dan menghampiri jendela yang terbuka terlihatlah rembulan pada malam hari pemandangan membuat izuna kagum akan indahnya dunia ini

"Setiap aq membayangkan mu tuan aku teringat kepada mendiang suamiku"izuna melihat dan berbicara sambil mengangkat tangan kanannya mengapai cahaya rembulan dimalam hari

"tobirama"suara bisikan hati izuna dan dihati yang sangat pilu izuna menangis dan mengatakan nama itu lagi

"tobirama" izuna terus saja menangis seakan akan meratapi kesedihan dan membuatnya mengantuk




Bruk....




Dan tidur dengan pulas sampai izuna terbawa pada alam mimpi

"Hai sayang"sapa dengan nada berat itu sepertinya izuna mengetahui asal suara itu dan seketika izuna menoleh

"To-tobirama"seraya menghambur kan dan memeluk erat

"aq merindukanmu tobirama sangat merindukanmu dan kenapa kau memanggilku dengan sebutan sayang apa yang terjadi"izuna menanyakan maksud tobirama dengan memanggilnya dengan sebutan sayang

"kau sama sekali gak tau ya kita ini sudah resmi jadi pasangan lihatlah jarimu
"tobirama memegang tangan izuna dan menunjukan jarinya kepada izuna

"lihat ini sayang"tobirama menyunggingkan senyum kepada izuna

"a..mph iya kau benar"izuna gk bisa mengatakan apa apa padanya

"oke baiklah ayo ikut aku"tobirama mengajak izuna yang paling spesial

"kemana tobirama"jawab izuna sambil memegang bahu tobirama

"aku takut tobirama"wajah izuna memelas dan menangis

"sshh tenanglah ada aku disini aq gak akan kemana mana oke plisss sayang"tobirama dan juga izuna berjalan
.
.
.
.
.
.
.
.
"Kita sampai ke tujuan kita sayang"tobirama menunduk dan diblakang jaket bajunya terdapat ditangan kiri tobirama menggenggam bunga mawar khusus buat izuna

"Maukah kau menikah denganku izuna?maaf aq melihatmu seakan kau adalah miliku aq mencintaimu izuna"jawab tobirama membuka rasa cintanya kepada izuna?izuna mengangguk dan sontak langsung memeluk tobirama

"aq juga mencintaimu tobirama kau harus janji jangan tinggalkan aq kita mulai hidup baru bersamamu tobirama aq ingin sekali tobirama memilikimu"izuna nangis dan merangkul tobirama

Sontak izuna bangun dari tidurnya
Dan ia berkata nama itu lagi "tobirama"

Janda PelacurTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang