Setelah aku sadar aku melihat langit langit kamarku.
"Hoam, aku ketiduran ya" kataku sambil duduk.
"Kak, kau sudah bangun!" Kata Rena dan Rei.
"Iya udah bangun, kalau belum bangun berarti kalian liat setan dan-" ucapanku ku gantungkan.
"Dan?" Tanya Rei.
"Sejak kapan kau memanggilku kakak?" Kataku sambil menyentuh jidatnya. Tidak panas.
"Kau tak sakit loh!" Kataku.
"Emangnya gak boleh khawatir sama kakak sendiri, padahal tadi dia baru di suntik tidur sama kakaknya" kata Rei.
"Eh, sejak kapan?" Tanyaku.
"Kau tidak merasakannya?" Kata Kai.
"Tidak tuh" kataku.
"Tadi kak Kill menyuntikkan cairan penidur pada kakak, tadi kak Rei memeriksanya" kata Rena.
"Oh, makasih" kataku.
"Sekarang jam berapa?" Tanyaku.
"Hm, jam 4 pagi" kata Kai.
"Hm,aku ketiduran" kataku namun tiba-tiba aku tersadar.
"Hah, apa?!" Kataku mengeraskan suaraku.
"Ya, kau tidur selama 15 jam" kata Kai.
"Kalian sudah makan?" Kataku sambil memegang kepalaku.
"Sudah, tadi Rena memasak makanan beracun, warna nasinya hitam" kata Rei.
"Rena, kau harus belajar masak" kataku.
"Kapan kapan deh" kata Rena.
"Oh iya, kapan kita masuk sekolah?" Tanyaku.
"Mungkin 2 bulan lagi deh" kata Kai.
"Biar kamu gak hilang, kamu dan Rena satu sekolah saja dengan kami, kita cari sekolah yang dekat di disini dan ada untuk SDnya juga" kataku.
"Aku tau, dari sini ada sekolah yang sama seperti yang kita cari, 10 meter dari sini" kata Kai.
"Apa sekolah itu aman?" Tanyaku.
"Aman kok" kata Kai.
"Yasudah" kataku.
"Kalian sudah sarapan?" Tanyaku
"Tentu belum, kami baru saja bangun"kata Rei.
"Yasudah, ayo sarapan"kataku lalu keluar dari kamar, mereka mengikuti. Aku memanggang roti sedangkan Rena menyiapkan susu dan menuangkannya dalam gelas. Setelah roti matang aku mengoleskan selai coklat pada roti masing-masing. Aku meletakkan roti di piring dan menaruh piring itu ke ruang makan dan di sana sudah ada mereka ber 3.
"Ayo makan" kataku saat sudah selesai membagikannya. Kami pun makan dengan tenang. Setelah makan kami minum dan aku mengambil piring dan gelas mereka lalu mencucinya. Yah setiap hari begitulah kegiatan kami di tambah belajar dan aku yang kadang melukis pemandangan.
(1 hari sebelum sekolah di mulai)
"Ah, besok sudah sekolah saja" kataku sambil menaruh buku kosong di tasku yang kosong dan menaruh beberapa pulpen.
"Kau tetap harus sekolah lah" kata Kai sambil menyiapkan bukunya.
"Oh iya, bagaimana kalau kita pakai nama samaran, aku juga ingin memakai wig yang ku beli beberapa hari yang lalu" kataku sambil melihat ke atap rumah.
"Oh iya, kau pintar sekali!. Hahaha aku punya adik yang pintar" kata Kai.
"Jadi, sekarang siapa namamu?" Tanyaku.
"Aku Ryu saja deh, kau apa Rei?" Tanya Kai.
"Hm, Angie, aku suka nama itu" kata Rei.
"Kau Rena?" Tanya Kai.
"Um, Ao boleh?" Tanya Rena.
"Terserah, dan kau Rin?" kata Kai.
"Yang simpel aja, Mina" kataku.
"Oke, kalian hapalkan nam kalian masing masing ya" kata Kai.
"Baik" kata kami. Setelah selesai menyiapkan buku, kami tidur. Ini sudah jam sembilan malam dan kami harus tidur agar tak terlambat.
(Esoknya)
Aku bangun dan melihat jam, ini sudah jam 05 pagi. Aku bangun dan mandi. Rumah kami serang punya toilet u di kamar masing masing. Setelah mandi, aku memakai seragam sekolah dari sekolah kami yang baru. Yang perempuan memakai rok lipat pendek di atas lutut berwarna hitam dan atasannya kemeja putih dengan lambang sekolah di saku dan di lengan baju lalu rompi berwarna coklat terang. Yang laki laki sama, hanya berbeda rok dan celananya saja. Aku memakai kaos kaki dan sepatu sekolahku. Aku melihat kaca dan aku memakai wig berwarna hitam pendek sebahu. Aku keluar kamar dan kulihat masih kosong. Aku memanggang 8 lembar roti dan mengoreng 4 telur. Setelah matang, aku menaruh masing masing satu lembar di piring dan menaruh seluruh lalu menaruh satu lembar roti lagi. Mungkin ini bisa di bilang sandwich?. Aku meletakkan piring itu di meja makan dan saat aku ingin membangunkan mereka, mereka bertiga bersamaan keluar dari kamar dan melihatku.
"Kau siapa?" Tanya mereka.
"Jangan suruh aku melepaskan wig ini karena aku memasangnya dengan penuh keringat?" Kataku yang lebih mirip seperti pertanyaan.
" Oh, Mina" kata Kai.
"Dasar" ucapku lalu duduk dan makan. Mereka pun duduk dan makan. Selesai makan,aku dan mereka keluar dari rumah dan aku mengunci pintu. Aku menaiki sepeda dan ada Rena di boncenganku. Kai menaiki sepeda Rena. Aku mengayuh sepeda mengikuti Kai sebagai petunjuk jalan. beberapa menit kemudian kami sampai di sekolah yang bernama School black. Aku dan Kai memarkirkan sepeda di parkiran sepeda. Saat kami memasuki sekolah, kami merasakan aura tidak enak. Aku hanya memasang wajah datar. Kami ke ruang kepala sekolah dan saat sampai aku mengetuk pintu. Saat ada yang mengatakan kata 'masuk' dari dalam, kami pun masuk. Saat kami masuk ke dalam aku mungkin hanya mengkhayal atau tidak aku tak tau tapi di sini aku melihat hutan berwarna hitam gelap dan banyak makhluk aneh di sini. Aku melihat ke arah mereka bertiga. Mereka biasa saja. Aku melihat ke arah kepala sekolah dan kepala sekolah itu menyeringai.
"Hai, kalian anak-anak baru ya?" Tanya kepala sekolah itu. Kami mengangguk.
"Kalian berdua kelas 6 kan, ini. Kalian sekelas" kata kepala sekolah sambil menunjuk Rena dan Rei lalu menyerahkan peta. Mereka menerimanya lalu pergi setelah mengatakan kata 'permisi'.
"Nah, kalian kelas 1 SMP kan?, Kalian ikut aku kata kepala sekolah itu sambil berdiri dan menunjukkan jalan. Kami mengikuti kepala sekolah yang berjalan ke lorong lorong dan berhenti di sebuah ruangan luas dengan pintu bertuliskan 1-1. Kepsek(kepala sekolah) masuk ke dalam ruangan itu dan kami mengikutinya. Saat ada di dalam ruangan banyak murid yang melihat kami. Aku tetap memasang wajah datar.
"Nah, perkenalkan nama kalian mulai dari kau" kata kepsek sambil menunjuk Kai.
"Perkenalkan, namaku Ryu" kata Kai.
" Perkenalkan, namaku Mina" kataku.
"Kalian duduk di sana saja" kata kepsek sambil menunjuk tempat dekat kaca. Ada 1 meja panjang yang belum terisi 1 orang pun namun seharusnya 3 orang. Kami ke tempat tersebut dan duduk, aku paling pinggir. Ternyata Guru kami adalah kepsek itu sendiri.
"Halo, nama saya Michaels, hari ini kita akan belajar-" kata kata pak michael terpotong karena pintu di buka keras oleh seorang anak laki laki dengan rambut berantakan, sepertinya berandalan. Kemeja miliknya ada yang tidak dikancing dan dia tidak memakai rompinya. Dia melihat ke seluruh kelas dengan tatapan tajam dan berhenti padaku.
"Hai, hai anak baru siapa namamu?" Tanya pak Michael.
"Hoshi" katanya.
"Silakan duduk di sana" kata Pak Michael sambil menunjuk tempat di samping kananku. Dia berjalan ke sini dan duduk ditengah tengah aku dan Kai/Ryu.
"Sekarang, mari kita mulai dengan penjelasan tentang sekolah ini" katanya.
"Sebenarnya kita sekarang bukan ada di sekolah, kita berada di dunia lain atau yang di sebut sebut sebagai dunia-" pak Michael menggantungkan kata katanya.
"Sihir..."
KAMU SEDANG MEMBACA
Amazing magic Karin
Фэнтезиpada suatu malam yang dingin ada seorang ibu yang menggendong 2 anak kecil. "ibu ingin kamu jadi anak yang kuat dan berbakat,Karin namun ibu tak bisa bersama denganmu karena itu akan membahayakan keselamatanmu jadi sebagai kenang kenangan ibu ingin...
