Aku terbangun pada jam 4 lewat. Aku mandi dan selesai mandi, aku memakai seragam dan menyiapkan makanan. Aku menaruh makanan di piring dan menaruh piring di meja makan. Saat aku ingin duduk, mereka datang dan ikut makan bersamaku. Saat sudah selesai, kami berangkat ke sekolah. Saat sudah sampai dan memarkirkan sepeda di parkiran kami pergi ke kelas masing masing. Aku dan Ryu pergi ke kelas bersama sama dan saat aku sampai di pintu, ada seorang laki laki kurus berambut coklat bermata coklat juga menghentikan langkahku.
"Hei, ayo kau harus bayar uang padaku karena aku yang berkuasa di sini, aku juga sudah punya sihir. Kau belum kan?. Oh iya perkenalkan namaku King. Yah, seperti namaku, aku adalah raja dan kau hanya oran-" kata katanya terpotong.
"Ya, aku tak peduli siapa kau dan sekarang aku tak punya uang" kataku sambil melewatinya.
"Lancang sekali kau peda Raja, hei anak anak. Tangkap dia!" Katanya. Aku baru saja menaruh tasku, dia sudah berulah. Anak anaknya, (maksudnya pesuruhnya) menangkap kedua tangannya. Beberapa orang berbisik bisik tentangku, walau kecil sekali aku bisa mendengarnya.
"Aku sudah bilang padamu bukan? Kau harus bayar kau pasti akan ku b-" omongannya terpotong lagi.
"Dasar miskin, menjijikkan" kataku sambil menatapnya datar. Dia melihatku tajam.
"Apa kau bilang, aku itu kaya raya. Lebih kaya daripadamu. Kau bahkan tinggal di hutan. Ya kan?" Katanya. Memang benar kok.
"Yah, lebih baik tinggal di hutan dari pada mengemis pada orang miskin sepertiku bukan begitu hm, King?" Tanyaku.
"Apa kau bilang! Padahal kau itu anak baru tapi tidak sopan santun pada senior-" kata katanya terpotong.
"Memang aku menganggapmu seniorku?" Tanyaku. Dia menutup mata dan berbalik. Aku melepaskan tanganku dari 2 orang ini, mereka baik kok. Mereka ada hutang dengan King makanya mereka menurut dengan King, itu juga terpaksa,sih.
"Ugh, hei kalian pukul-" kata katanya terpotong karena tak tau bahwa aku akan meninjunya. Dia jatuh dan sekarang, 2 giginya lepas. Dia menangis lalu aku duduk di bangku milikku. Ternyata Hoshi sudah datang dari tadi dan dia melihat ke arahku. Tentu saja aku merasa risi
"Apa" kataku datar.
"Kau hebat, dia dikenal dengan orang yang hebat dan suka membuly loh, kau tak takut?" Tanya Hoshi.
"Tidak, aku sudah sering" kataku. Aku memang sudah pernah di bully makanya aku pindah sekolah ke sekolahku yang ada Maki nya loh. Namun waktu aku di bully, aku tidak menangis namun aku tersenyum dan mengatakan tak apa apa, bodoh bukan?. Aku benar benar bodoh. Aku duduk dan melihat ke kaca. Sekarang sedang hujan. Astaga, aku teringat masa laluku lagi.
"Teet teet" bunyi bel. Pak Michael masuk dan setelah memberi salam, kami mulai belajar. Kalau si king sudah duduk tadi. Setelah beberapa jam, akhirnya istirahat. Kami keluar dan mencari Ao dan Anggie. Setelah bertemu kami ke kantin dan makan. Setelah makan, kami ke kelas lagi. Saat sampai di tempat dudukku bel masuk berbunyi. Kami ke Perpustakaan untuk mencari jawaban dari soal soal yang di berikan oleh pak Michael. Aku dan murid murid lainnya pergi ke perpustakaan. Saat sampai aku merasa takjub. Ruang perpustakaan besar sekali. Aku mencari buku pelajaran dan saat sudah selesai menjawab soal soalnya aku mengembalikan buku itu. Aku mencari buku buku yang bagus dan aku menemukan buku yang menarik perhatianku. Dia bersampul emas dengan lukisan abstrak di halaman pertamanya. Aku meminjam buku itu, tentu saja ijin dulu pada penjaga perpustakaan. Aku kembali ke kelas, iya aku. Belum ada lagi orang yang selesai. Ryu pun belum. Saat aku sampai, aku melihat pak Michael yang duduk di depan meja tempatku duduk. Saat pak Michael menyadari keberadaanku, dia tersenyum, senyumannya seram.
"Bagaimana?, Ku sudah membacanya kan?" Tanya pak Michael. Aku mengangguk.
"Nanti sekolah akan mengetes sihir kalian, kalian menggunakan ruangan untuk mendeteksi sihir. Ruangan sihir kalian akan di pisah, terutama olehmu, jangan beritahu sihirmu pada orang lain kecuali keluargamu. Katakan saja satu sihir yang menurutmu paling aman jika di beritahukan pada orang lain" kata pak Michael. Aku menganggukkan kepalaku lalu duduk. Pak Michael kembali ke tempat duduknya yaitu di meja dan kursi guru. Murid lainnya masuk dan pak Michael memberitahukan informasi yang tadi pada murid murid di sini. Banyak murid yang senang ada juga yang panik. Murid masuk satu satu ke ruang untuk mendeteksi sihir sesuai no absen. Aku nomor absen terakhir. Banyak yang terlihat kecewa ada juga yang senang. Semua murid yang sihirnya sudah dideteksi, warna rambutnya akan berubah sesuai sihirnya. Kata Hoshi, dia dapat sihir api. Ryu dapat angin, ilusi, belas kasih dan petir. Tiba giliranku masuk ke ruangan pendeteksi sihir. Saat aku masuk, wig milikku lepas. Dan di dinding ada tulisan.
KAMU SEDANG MEMBACA
Amazing magic Karin
Fantasypada suatu malam yang dingin ada seorang ibu yang menggendong 2 anak kecil. "ibu ingin kamu jadi anak yang kuat dan berbakat,Karin namun ibu tak bisa bersama denganmu karena itu akan membahayakan keselamatanmu jadi sebagai kenang kenangan ibu ingin...
