Andai bisa kuberikan yang pantas untukmu
Karena tak ada yang kan bisa gantikanmu
Tak ada yang bisa membuatku merasa seperti yang kurasa saat bersamamu
_Justin Bieber_
😊😊
Suara gaduh terdengar dari lantai bawah sesaat setelah aku membuka mata dan menyadari bahwa aku berada dikamar, terbaring dengan nyaman. Aku dibuat pingsan oleh alex akibat apa yang dilakukannya dileherku.
Tanpa sadar aku menyentuh leherku dan turun dari ranjang dan menatap pantulan diriku dicermin. Tak ada tanda-tanda luka gigitan dileherku, semua hilang tanpa bekas seakan tidak terjadi sesuatu disana. Suara gaduh semakin nyaring membuatku menoleh dan keluar dari kamar, entah apa yang terjadi dibawah sana hingga segaduh itu.
Aku melangkah menuruni tangga dan bertemu dengan para pengikut setia Alex pembuat kegaduhan itu. Niki ia kini berdiri dihadapanku dan mengusap pipiku lembut tanpa kusadari, kelakuannya itu membuatku terkejut dan menatapnya “sempurna melebihi yang kupikirkan” ucapnya lalu dicky muncul dari balik punggungnya menatapku takjup.
Dicky menunjukku dengan jemari gemetar syok sekaligus terkejut lalu setelahnya ia tertawa “hahahaha!!, araa kau sekarang lebih menyeramkan dari sebelumnya” dasar tukang ejek tidak habis-habisnya dia mengejekku terus disetiap kesempatan.
“setidaknya dia terlihat berwibawa layaknya bangsawan, tidak sepertimu dicky yang berkelakuan layaknya monyet” celoteh vely melirik tak suka dicky, membuat pemuda tampan itu melirik sewot.
“Apa maksudmu dengan monyet? Kau yang monyet, semua keluargamu monyet!” kesal dicky tak terima dan aku hanya bisa menghela nafas gusar saat melirik selly yang juga ikut berkunjung, sudah lama aku tidak bertemu dengannya sejak melihatnya bersama alex setahun yang lalu.
Alex muncul dan mereka semua menunduk memberi hormat, apa aku harus seperti itu?, kupandangi Alex yang tersenyum padaku walau senyuman tipis, “sudah lama kalian tidak berkunjung kemari bersama-sama” kata alex menatap mereka semua.
“ini adalah ide Niki” sahut dicky semangat dengan senyuman lebarnya, hanya dia yang memiliki sifat yang sangat bertolak belakang dengan kaum bangsawan Dracula. Ia tak mencerminkan seorang bangsawan bahkan vely selalu jengkel dan selalu curiga jika orang tua dicky tidak sengaja menukar bayi mereka dengan bayi anak desa.
“kami akan menginap” ucap Selly dengan senyuman menawannya menyahuti Alex.
“itu bagus, kalian bisa menempati kamar yang selalu kalian tempati jika berkunjung, semua sudah diatur oleh kepala maid” kata Alex santai. Selly mengangguk anggun lalu segera melangkah menaiki tangga menuju kamar yang akan ditempatinya.
Aku terus menatap punggung selly hingga sebuah sentuhan dipundakku membuatku menoleh dan mendapati Dicky berdiri disampingku “hei,hei! Sore nanti kita main yuk” bisik dicky.
“apa?” tanyaku bingung terlalu linglung hingga tidak mendengar suara dicky dengan jelas.
“kita main permainan seperti biasa, sudah lama kita tidak memainkannya, aku harus membalas kekalahanku. Ingat! sore nanti ok” ia segera berlari kencang mengejar niki dan selly yang sudah hilang dilantai dua meninggalkanku yang bahkan belum sempat mengatakan setuju. Kutatap kepergian mereka lalu berbalik dan mendapati sosok alex duduk santai memandangiku dengan buku tebal ditangannya.
“kau banyak pikiran, apa yang terjadi?” tanyanya menatapi intens terlebih leherku yang entah mengapa membuatku panas dingin sendiri. Aku menggeleng lalu berbalik pergi dengan cepat menjauh dari alex.
♥♥♥
“kau benar-benar tidak sopan nona darah suci” suara itu terdengar, aku menoleh dan menatap selly yang kini melangkah duduk disampingku menatap air terjun dihadapan kami. Aku tidak tahu arah pembicaraannya dan hanya melihatnya tanpa kata.
“apakah kau merasa senang dan bangga ketika setiap katamu selalu dituruti oleh tuan alex?” ia melirikku jijik dan aku mengerti sekarang arah pembicaraannya ini.
“ jika bukan kau yang mengatakan hal-hal tidak sopan itu mungkin saja tuan Alex sudah menghancurkan kepala orang itu, aku tidak tau apa yang membuatnya menyayangimu sampai sebegininya” tatapan Selly terang-terangan menatap atas dan bawah tubuhku seakan menilai.
“Jika kau mengatakan hal yang tidak sopan lagi pada tuan alex aku sendiri yang akan menghukummu, mengerti nona darah suci?” mata itu berkilat merah dengan terangnya, selly segera bangkit dan meninggalkanku yang mematung menatap kepergiannya.
Huh? Dia menceramahiku?.
Aku juga tidak mengharapkan sikap Alex itu terhadapku.
Dasar gadis pencemburu!!.
“jawabannya…. Itu karena dia menyayangimu” niki muncul dan berbicara seakan menjawab pertanyaan selly barusan.
“apa maksudmu?”,
“sudah jelas bukan?, tuan alex sangat menyayangimu dan tidak ingin menyakitimu” katanya menjelaskan lalu mengelus puncak kepalaku.
Elusan kepalanya berhenti dan tatapannya intens memandangiku“ tapi kata-katamumu memang selalu tidak sopan padanya, terkadang kata-katamu melukai hatinya.. namun sikap datar dan biasanya membuatnya tampak seperti baik-baik saja, kau harus menjaga ucapanmu kali ini. Ini demi kebaikanmu, jika kau lebih sopan mungkin kami akan lebih menghormatimu” aku diam lalu menepis tangan Niki dipuncak kepalaku lalu kurebahkan badanku memadang langit biru.
“aku baru menyadari bahwa kau dan selly bisa bicara sepanjang itu” ucapku menoleh kearahnya yang duduk bersila menengadah menatap langit sesekali menghela nafas.
“aku harap kau mengerti dengan ucapanku ini” desahnya.
“ya, aku mengerti, tapi dia yang membunuh keluargaku” dan juga membunuh rasa cintaku terhadapnya setahun yang lalu.
“bukan, kau salah. Selama kau belum mengetahui kebenaran kejadian itu maka jangan menyalakan siapapun, kau tidak berhak menyalahkan tuan alex” ucapnya lalu hilang tepat didepan mataku.
Bukan?,
ya aku yakin dia tidak mungkin membunuh keluargaku, tapi siapa pembunuhnya?, kenapa mereka menyembunyikannya?, apakah aku tidak pantas untuk mengetahuinya?.
24oktober2018
Revisi 11mei2019
Oke see you next time....😘😘
KAMU SEDANG MEMBACA
Dracula's: The Darkness (Complete)
Fantasy*** A written by E-Mickhy A story about vampires Dracula The darkness 28oktober2018 End 25Nov2019 Cover By : Pinterest
