BAB 12 : Menjadi Kekasih Mark Tuan

2.9K 256 10
                                        

Jinyoung tertegun. Ulang tahunnya yang ke dua puluh empat sebentar lagi. Kenapa Mark bisa mengetahui detail hari ulang tahunnya?

Jinyoung tertarik, tetapi dia akan memuaskan Mark kalau dia mengikuti Mark untuk berbicara dengannya. Jangan-jangan memang itu tujuan Mark, supaya dia tidak berhujan-hujanan dan mengikuti Mark.

"Nanti aku akan menyusulmu kalau aku sudah puas di sini."

Api menyala di mata Mark, dan tampak jelas lelaki itu mencoba menahan diri, "Terserah, nanti temui aku di ruang kerjaku." Suaranya lebih seperti geraman, kemudian membalikkan badan dengan marah.

....

Setelah puas menikmati hujan, Jinyoung masuk ke kamarnya untuk berganti pakaian dan makan malam. Dia sengaja tidak menemui Mark, lagipula sepertinya pria tadi hanya asal bicara ketika bilang ingin berbicara tentang hari ulang tahunnya. Dan Jinyoung tidak yakin kalau Mark akan menunggunya. Pria itu sepertinya sangat sibuk dan punya banyak urusan.

"Kenapa kau tidak menemuiku di ruang kerjaku?" Suara di kegelapan itu mengagetkan Jinyoung.

Dia menajamkan matanya dan melihat Mark duduk di sana, di keremangan kamarnya, "Kenapa kau masuk ke kamarku tanpa izin?!"

Jinyoung berteriak kaget, tangannya meraba-raba saklar lampu di dinding, berusaha menghilangkan kegelapan yang menyelubungi Mark, karena namja itu akan tampak lebih menyeramkan di antara cahaya yang remang-remang.

Jinyoung berhasil menyalakan lampu dan cahaya itu langsung menyelubungi Mark. Pria itu duduk di sofanya, dengan santai, hanya memakai piyama sutera warna hitam dan di sebelah tangannya memegang gelas minuman.

Jinyoung melirik ke botol brendy yang entah berasal dari mana, yang sepertinya sudah dituang Mark selama menunggunya.

Apakah pria itu mabuk?

Jantung Jinyoung mulai berdegup. Dalam keadaan sadar saja emosi Mark sangat tidak mudah ditebak, apalagi dalam kondisi mabuk.

"Apa yang kau lakukan di sini Mark?"

Mark mendengus dan menatap Jinyoung dengan tajam, "Kau pikir apa? Aku menunggumu di ruang kerjaku dan kemudian menyadari bahwa kau, dengan kepalamu yang keras kepala itu memutuskan untuk melawanku."

Jinyoung mundur ke belakang, dia melirik pintu putih itu, dan berusaha sedekat mungkin di sana, sehingga ketika Mark bertindak di luar batas dia bisa segera melarikan diri.

Mark tersenyum melihat tingkah Jinyoung, "Kau seperti kelinci ketakutan lagi Jinyoung, apa kau takut aku akan melakukan sesuatu yang kejam? Seperti mencampurkan obat di minumanmu, atau melemparmu dari balkon lagi?" Mark menyeringai, meletakkan gelasnya dan berdiri, yang semakin lama semakin mendekati Jinyoung.

"Apakah kau mabuk Mark?"

Jinyoung melirik ke arah pintu, hanya butuh beberapa detik kalau Jinyoung ingin melarikan diri dari Mark. Dia pasti bisa melakukannya.

"Mark Tuan tidak pernah mabuk..." Mark melangkah dengan tenang, seperti singa yang mengendap-endap mengincar mangsanya.

"Dan kau... seharusnya kau mendengarkan apa yang kuperintahkan, Park Jinyoung!"

Jinyoung tahu di situlah titiknya. Di situlah titik Mark kehilangan kesabarannya, karena itulah Jinyoung langsung melompat dan mencoba melarikan diri ke pintu. Dia berhasil membuka pintu itu sedikit, sebelum dengan gerakan lebih cepat dan tanpa suara, Mark sudah ada di belakangnya, mendorong pintu itu menutup kembali sebelum sempat terbuka.

Mark mendorongnya rapat ke pintu, dan dengan terkejut Jinyoung bisa merasakan milik Mark yang mendesak keras di bagian belakang tubuhnya. Dia ingin bergerak dan menghindar, tetapi ternyata Mark sudah menahannya di semua sisi. Jinyoung ketakutan.

Sleep With The Devil || MarkJin •Mark Tuan & Park Jinyoung ✔Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang