Benarkah?

23 4 0
                                        

       Sudah cukup lama kedekatan ku dengan Kak Adit. Mungkin sudah amat dekat. Tapi sayang, kami masih tidak bisa untuk bertemu. Kak Adit sedang sibuk kuliah, dan aku disini juga sibuk mengurusi urusan Osis dan tugas Sma lainnya.

       Semua masih berjalan seperti biasanya. Ucapan selamat malam, dan selamat tidur tidak pernah absen. Namun, keanehan Kak Adit bertambah-tambah dan membuatku semakin bingung.

       Seperti halnya malam ini,

AdityaUmar

AdityaUmar : Adikku memang andalankuu ❤

AliyaRahmat : Uyyeeeyy, andalan kakakk 😄

AdityaUmar : L*** you

AliyaRahmat : Lah apasih kak? Dibintangin gitu, emang haram yak? 😂

AdityaUmar : Ehh, enggak kok. Coba deh kamu tebak aja dulu 😂

AliyaRahmat : Oke! Jadi nebak-nebak aja nih? Tapi jangan bilangin aku ke-GR an pas ngejawab. Soalnya itu yg plimg mndekti sihh 😂

AdityaUmar : Iyaa, yaudah paan?

AliyaRahmat : Emm? Love you?
WKWKWKWKWKKWK

AdityaUmar : Ahh, kok bener? Udah ah, kakak jadi salting nih 😂

AliyaRahmat : Ih apaan sih kaka? Salting kok ke adek? 😂

AdityaUmar : Yaiyayahh, udah deh sana bobo. Nicedream adekku 😘

AliyaRahmat : Uhh, emotnya kaka kok menggelikan yak? Wkwk 😂

AdityaUmar : Lah? Emang gak boleh?
AliyaRahmat : Blh aj sih, kan km kakaku, ea 😂

AdityaUmar : Yeyy, udah sana tdur

AliyaRahmat : siyapp kapten!!

AdityaUmar telah membaca pesan ini

       Sebelum tidur, aku sempat memikirkan hal yang terjadi barusan. Apakah itu Kak Adit? Apakah itu bukan orang lain? Ahh, Lala jangan bawa perasaan. Kak Adit jelaslah sayang sama Lala, kan Lala adiknya.

       Mengapa aku jadi seperti ini sebab memikirkannya? Mengapa aku jadi tidak jelas? Mengapa pikiran ku jadi kalut seperti ini? Apakah ada yang datang dalam hatiku? Entah untuk singgah minum teh atau menjadi penghuninya? Ahhh, apa yang aku pikirkan ini? Kenapa aku memikirkan sesuatu yang bodoh? Sejak kapan aku seperti ini? Ahhh! Sudahlah, lupakan saja.

       Jujur, aku bingung kenapa dia berkata begitu. Namun dari penganalisaanku, dia berkata seperti itu karena memiliki perasaan yang sama denganku. Perasaan senang dan sayang terhadap seorang saudara, sekalipun itu tidak sedarah. Iya, seperti rasaku terhadap sahabat-sahabatku.

       Dia adalah kakakku, aku telah menyayanginya, sebab dia telah banyak berbuat baik kepadaku. Dia adalah kakak angkat terbaikku. Hai, Kakak! Tetap menjadi kakakku yaahhh!

*

*

*

*

      

Tentang RinduCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang